The Geeky Girl

The Geeky Girl
Part 62


__ADS_3

Pagi ini semua model dan juga karyawan yang bekerja di perusahaan dimana Mimi bekerja sangat ramai, karena sejak semalam salah satu akun media sosial milik Monica membuat status.


"Aku selalu berharap Jery akan melihatku walau hanya sebentar, namun setelah aku melihat dia memberikan potongan pertama kue ulang tahun itu, aku sadar jika aku sudah harus mengakhiri semua hayalanku bersama dengan Jery."


Itulah caption yang Xixi tulis di bawah foto, saat Jery memberikan kue ulang tahunnya pada Mimi, yang ternyata di potret oleh Leon secara diam-diam.


Semua teman-teman Monica dan fans Monica yang selalu mendukung, dan percaya dengan apa yang Monica tulis tentang hubungannya dengn Jery, menjadi bertanya-tanya dan merasa di bohongi oleh Monica.


Para fans bahkan haters Monica memenuhi postingan itu dengan berbagai pertanyaan, dan juga kritikan pedas.


Praaaang!


"S*alan! Siapa yang sudah membajak akun media sosialku? Beraninya dia membuat status seperti itu tentangku!" Seru Monica dengan geram di ruang pribadinya.


"Bukankah aku sudah bilang, kau jangan terlalu sering membohongi fans dengan cerita palsu hubungan mu dan tuan muda Robert." Ucap menejer Monica.


"Diam! Kau cari orang itu sampai ketemu, aku akan membuat perhitungan dengannya."


"Kau ingin aku mencari dimana? Bahkan kau saja tidak menyadari jika akun sosial mediamu telah berpindah tangan selama beberapa jam, dan membuat keributan."


"Aku tidak mau....."


Braaak!


Pintu ruang pribadi Monica di buka dengan keras oleh seseorang.


"Wa..... wakil direktur." Ucap Monica dan menejernya dengan gugup.


"Apa yang sudah kau lakukan Monica? Perusahaan ini sudah melakukan yang terbaik untuk mu, dan aku sudah meminta menejer mu agar memberitahu padamu, supaya kua tidak terus-terusan membual tentang hubungamu dan direktur! Kau lihat ini sekarang, membuat malu!" Wakil menejer berteriak di dalam ruang pribadi Monica.


Saat ini Monica tidak tahu harus berbuat apa-apa, karena dia tidak pernah mau mendengarkan menejernya ketika menejernya mengingatlan dirinya.


"Ma.... Maafkan saya wa... wakil...."


"Cukup! Untuk sementara waktu kau diamlah di rumahmu. Sore nanti kau harus membuat konfrensi pers, untuk mengaku dan minta maaf atas semua kebohongan yang telah kau sebarkan selama ini."


"Ta... Tapi wakil direktur...."


"Tapi apa? Kau sudah beruntung direktur tidak langsung memecatmu! Karena ini juga berkaitan dengannya. Aku sudah cukup di buat pusing olehmu, Monica. Kau termasuk model baru, tapi kau bertindak begitu berani."


Wakil direktur memijit pangkal hidungnya.


"Kau sebagai menejernya, urus semua keperluan konfrensi pers sore nanti! Pastikan tidak ada kesalahan, jika kalian masih ingin tetap berada di dunia hiburan." Wakil direktur menunjuk menejer Monica.


"Baik, aku mengerti."Ucap menejer Monica.


Wakil direktur pergi dari ruang pribadi Monica tanpa berkata lagi.


Monica mengeratkan giginya, dia tidak bisa dan tidak mau melakukan apa yang wakil direktur itu katakan. Karena itu akan membuat reputasinya hancur.


Menejer Monica menatap Monica yang tengah kesal itu.


"Berhentilah berfikir yang tidak-tidak, karena kita tidak mempunyai pilihan lain lagi jika kau masih ingin berada di dunia hiburan, seperti apa yang di katakan oleh wakil direktur."

__ADS_1


Menejer Monica juga keluar, karena dia harus menyiapkan ruang konfrensi pers untuk Monica sore nanti. Dia juga masih harus menghubungi beberapa awak media terkenal untuk datang ke perusahaan, untuk meliput konfrensi pers Monica itu.


"Aaaaaakh! Siapa orang yang sudah membuatku seperti? Beraninya dia." Monica meradang.


Akibat berita yang menghebohkan itu, Monica dijauhi oleh kawan-kawannya yang merasa ditipu oleh semua cerita palsu yang dibuat oleh Monica.


...----------------...


Di dalam ruang pribadi milik Mimi, manejer Junie memperlihatkan berita tentang Monica itu kepada Mimi.


"Model baru sekarang banyak sekali tingkahnya, bukannya belajar dan berlatih supaya lebih baik malah membuat banyak sensasi." Ucap Manager Junie.


Mimi yang juga melihat berita itu sedikit terkejut, karena selama ini yang dia tahu bahwa hubungan Monica dan Jery cukup dekat.


"Benarkah ini adalah dia sendiri yang sudah mengakui, bahwa dia telah berbohong kepada semua orang?" Mimi bertanya-tanya.


"Kenapa kamu meragukan itu? Ini adalah akun media sosialnya, jadi tentu saja dia yang menulisnya tidak mungkin jika orang lain yang melakukan itu."


"Tapi tetap saja aku merasa ada yang aneh. Jika dia memang berbohong, untuk apa dia membongkarnya sendiri? Bukankah ini membuat dia menjadi bahan perbincangan yang tidak baik?"


"Mimi, Monica adalah model baru di perusahaan ini. Tapi dia cukup berani membuat cerita tentang dirinya dan direktur."


"Tapi aku melihat Monica cukup dekat dengan Tuan Jery, tidak mungkin jika itu bohong."


"Ayolah Mimi, jika semua yang dikatakan oleh Monica itu benar. Saat ini direktur pasti sudah membuat pernyataan, jika apa yang di tulis pada salah satu akun media sosial Monica adalah benar, tetapi saat ini direktur diam saja. Seolah dia tidak peduli dengan apa yang Monica tulis."


Mimi terdiam, dia mencoba memahami apa yang manajer Junie katakan padanya, karena selama ini dia juga melihat dan merasakan jika Jery begitu perhatian padanya.


Mimi mengangguk "Iya kak Junie benar, tuan Jery mengajak kita semua untuk pergi berlibur."


"Bukankah ini sangat langka? Direktur tidak pernah mengajak kita semua untuk pergi berlibur ke pulau pribadinya. Aah.. jangankan kita semua, salah satu dari kita pun tidak pernah pergi ke pulau pribadinya."


"Benarkah itu?"


Manajer Junnie menggangguk "Iya aku dengar itu adalah pulau yang sangat spesial bagi direktur."


Mimi diam "Pulau yang sangat spesial baginya? Jika begitu untuk apa dia mengajak kita semua berlibur kesana?"


tok tok tok


Pintu ruang pribadi Mimi terbuka setelah beberapa kali suara ketukan pintu terdengar.


"Maaf nona Misael, direktur Robert memanggil anda." Ucap seseorang yang mengetuk pintu.


"Baik aku akan ke sana, terima kasih." Ucap Mimi pada orang itu.


Orang itu segera keluar dari ruang pribadi Mimi.


Mimi menatap manajernya, dia bertanya-tanya ada urusan apa direktur memanggil dia untuk ke ruangannya.


"Pergilah jangan buat direktur menunggu." Ucap Manager Junie pada Mimi.


Mimi berdiri dan dengan sedikit malas dia keluar dari ruang pribadinya, dia berjalan menuju ruang direktur yang ada di lantai 5 perusahaan itu.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang ingin dia katakan padaku, kenapa dia memanggilku ke ruangannya?"


Sesampainya di depan ruang direktur, Mimi berdiri. Dia ragu untuk mengetuk pintu ruang kerja Jery.


Setelah diam beberapa saat dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan, Mimi memberanikan diri untuk mengetuk pintu yang ada di depannya itu.


tok tok tok


Setelah mengetuk pintu dan diizinkan masuk oleh Jery, Mimi membuka pintu ruang kerja Jery lalu masuk ke dalam ruangan itu.


Di dalam ruang kerja itu, dia melihat Jery duduk di atas kursi kerjanya.


"Nona Michael silahkan duduk." Ucap Jery pada Mimi.


Mimi berjalan lalu duduk di atas kursi yang ada di depan meja kerja, tepat di seberang Jery duduk.


"Direktur, ada apa anda memanggil saya?" Tanya Mimi.


"Kau pasti sudah mendengar dan membaca berita tentang Monica hari ini."


Mimi mengangguk "Iya, saya sudah membacanya."


Jery menatap Mimi yang menundukkan wajahnya seolah tidak ingin melihat dirinya.


"Selama ini Monica selalu mengarang cerita tentang hubunganku dan dia, dan selama ini juga aku tidak pernah menghiraukan apa yang dia katakan. Tetapi dengan sendirinya hari ini dia telah membongkar kebohongan yang telah dia buat selama ini."


Mimi hanya mengangguk.


"Aku tidak pernah menyukai dia bahkan menyukai wanita lain. Tetapi nona Michael, anda pasti tahu bagaimana perasaanku terhadap nona Michael."


"Ma... maaf direktur, apa maksud perkataan anda, saya tidak mengerti."Mimi memberanikan diri menatap Jery.


"Benarkah kau tidak mengerti apa yang aku katakan?"


Mimi menggangguk pelan ".... Iya saya tidak mengerti."


"Nona Michael, selama ini aku tidak pernah memberikan perhatian kepada orang lain, dan aku merupakan orang yang sangat tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, maupun orang lain lakukan. Tetapi setelah bertemu dengan nona Michael, aku merasa ingin selalu melindungimu."


Michael diam, saat ini dia mengerti apa maksud dari perkataan Jery, tetapi dia tidak ingin mengatakan apapun yang saat ini tengah dia rasakan.


Jery melihat Mimi yang terdiam, dia tahu apa yang dia katakan begitu sangat terburu-buru. Tetapi dia tidak mau terlalu lama memendam perasaannya kepada Mimi.


"Aku tahu saat ini nona Michael tidak ingin berhubungan dengan siapapun, dan aku juga tahu bahwa nona Michael saat ini pasti masih mempunyai perasaan pada seseorang."


Mimi terkejut dengan apa yang jadi katakan Jary, dia tidak menyangka jika Jery tahu bagaimana perasaannya saat ini terhadap Joseph.


"Tuan Jery kita tidak dekat sama sekali tetapi anda..."


"Aku sangat ingin melindungimu dengan cara apapun, jadi mohon maafkan aku jika aku terlalu banyak bertanya kepada seseorang mengenai nona Michael."


Mimi mengangguk dia mengerti apa yang Jery maksudkan.


Saat ini Mimi tidak tahu apa yang harus dia katakan kepada Jery, karena dia belum merasakan apa-apa terhadap Jery.

__ADS_1


__ADS_2