The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 10


__ADS_3

Setelah wanita itu pergi dari ruangan Sean, aku buru-buru melepaskan diri dari atas tubuh Sean dan duduk dengan rapi. Huh... Aku pasti kelihatan sangat murahan dan rendahan. Secara aku yang menimpa Sean, walau Sean memang sengaja. Sean ikut duduk di sampingku, lalu menatap ke arah lantai yang sudah bersih.


"Kamu meminum colanya?" tanya Sean sambil menatapku dan aku menangguk mengiyakan.


"Banyak?" aku mengernyit menatap Sean. sebenarnya dia ingin apa sih?


"Setengahnya." jawabku singkat. Dengan gerakan cepat, Sean menarik tengkukku dan menyesap bibirku kuat.


"Colanya masih sangat terasa." ucap Sean setelah melepas lumatannya. Aku ternganga kaget dengan semua tingkahnya yang tiba-tiba.


"Kamu belum makan dan sudah meminum cola. Aku sudah memesan makanan kesukaanmu. Duduklah dengan tenang!" keningku berkerut bingung.


"Memangnya kamu tau apa makanan kesukaanku?" tanyaku dengan nada mengejek. Hello, tidak ada yang lebih mengerti aku selain kakek dan nenek.


"Kamu menyukai beef dan segala masakan daging-dagingan." aku ternganga kaget, dia benar. Sedangkan Sean menatapku dengan wajah kemenangan.


Aku tak akan tanya dia mengetahuinya dari mana. Dia orang kaya dan bisa mendapatkan informasi apapun dengan cepat.


Aku akan bersikap manja padanya. Laki-laki dewasa seperti Sean, pasti tidak menyukai wanita yang bersikap manja, cengeng dan banyak permintaan. Aku akan menguras uangnya seakan aku adalah wanita murahan.


"Sean." aku memanggil Sean dengan nada menjijikkan ala-ala wanita penggoda.


"Hmm... Ada apa?" tanya Sean menatapku sambil mengelus pipiku lembut dengan senyum manisnya.


"Aku tidak ingin makan itu sekarang." ucapku dengan wajah cemberut. Sean tersenyum semakin lebar menatapku, apa dia tau aku berakting?


"Kau ingin memakan apa humm?" tanyanya sangat lembut, bahkan elusan tangannya di rambutku sampai menggetarkan jantungku.


Huhh... Lanjut Vale! Kau bisa. "Aku ingin Seafood." ucapku sambil memeluk lengannya manja.


"Tidak, kamu alergi dengan udang, lobster, dan sejenis mereka." shit... Dia tau. Padahal rencananya aku ingin memakan itu dan saat alergiku kambuh, aku akan meminta yang aneh-aneh agar dia kewalahan.


"Yasudah, aku mau memakan Korean food saja." ucapku dengan mata berbinar. Huh.... Aktingku memang pantas diacungi jempol.


"Baiklah aku akan menyuruh mereka membuang pesanan pertama dan memesan pesananmu. Okey." apa?? Membuang? Membuang makanan katanya? Bagaimana bisa dia membuang-buang makanan dengan mudah.


Shit... Terkutuklah rasa simpatiku. "Jangan di buang! sayang makanannya." ucapku pelan. Kulihat Sean tersenyum puas menatapku dan mencium keningku lembut dan aku hanya bisa terdiam merasa sedikit bersalah.


"Baiklah." ucap Sean dengan wajah senang. Tanpa kuduga, Sean membaringkan kepalanya di atas pahaku, menghadap ke arah perutku dan memeluk pinggangku.


Tubuhku terkaku saat merasakan wajah Sean menyusup di depan perutku, ditambah hembusan nafasnya yang panas.

__ADS_1


Seharusnya aku yang bersikap manja, kenapa jadi Sean yang bersikap seperti ini. Rasakan pembalasanku Tuan Sean.


"Sean." panggilku lagi dengan nada manja.


"Humm." Sean memutar tubuhnya lurus dan menatapku lekat.


"Aku mau Ice cream." ucapku.


"Ice cream? Baiklah aku akan menyuruh mereka membawanya." ucap Sean sambil bangkit dari atas pahaku dan duduk di sofa.


"Tetapi aku ingin 7 mangkuk ice cream dengan warna yang berbeda-beda." ucapku lagi. Huhm.... Sean terima pembalasanku.


"7 warna?"


"Ya."


"Kamu yakin bisa menghabiskan semuanya?" tanya Sean lagi dan aku menjadi sedikit bimbang. Haihh... Rasa simpati enyahlah dari pikiranku kali ini saja!


"Kau pasti tidak bisa memakan semuanya sayang, pilihlah satu saja." ucap Sean lembut sambil menatapku tersenyum. Aku cemberut dengan wajah mengerut kesal. Huhh kenapa selalu gagal?


"Aku mau Maybach Exelero dan Lamborghini Veneno." ucapku kesal tanpa berfikir panjang. Kutatap Sean yang sekarang tersenyum miring sambil menatapku lekat.


"Aku suka kamu meminta sesuatu padaku. Baiklah sayang, apapun yang kamu inginkan." aku ternganga kaget, bahkan pria ini dengan mudahnya menuruti permintaanku. Hello... Dua mobil itu masuk dalam daftar mobil termahal di dunia.


"Ada apa? Kamu tidak senang?" tanyanya sambil mengelus kepalaku lembut.


"Tidak jadi, tidak usah dibeli! Uangnya sayang." ucapku lemah. Sulit sekali melepaskan diri dari pria ini.


Kurasakan tangan Sean mengelus puncak kepalaku lembut. "Aku menyukai sifatmu ini sayang. Kamu sangat peduli dengan segala sesuatu. Kamu takut membuang makanan, kamu takut menghabiskan uang untuk hal yang tidak terlalu penting, kamu bahkan sangat bersimpati lebih pada orang lain. Bisakah kamu menghentikan sikap itu?" tanyanya yang berhasil membuat keningku berkerut. Apa lagi sih maksud perkataan pria ini.


"Kenapa?"


"Kamu membuat orang-orang mencintaimu hanya dengan kebaikan dan ketulusan matamu." tambahnya lagi, lalu menarik tubuhku ke dalam dekapannya.


Aku terdiam dalam pelukannya, tak tau harus melakukan apa. Sean mengusap punggungku naik turun dengan sangat pelan. Gerakannya bahkan membuatku ingin tertidur nyaman dalam balutan hangat tubuhnya.


Tok.. Tok... Tok


Buru-buru aku kembali menyembunyikan wajahku dalam dekapan Sean dan aku yakin pria ini pasti sedang tersenyum senang.


"Permisi Tuan, ini pesanan anda."

__ADS_1


"Pergilah!"


Setelah kudengar suara pintu tertutup, aku langsung mendorong tubuh Sean dengan wajah kesal. Namun kekesalanku langsung lenyap setelah melihat berbagai hidangan di atas meja yang begitu menggiurkan.


"Makanlah! Air liurmu sampai mau jatuh gitu." buru-buru aku kembali menetralkan ekspresi wajahku dan langsung menyerbu makanan tersebut. Huhhh... Makanan ini sangat enak ditambah itu gratis. hehehe.


"Kamu nggak makan?" tanyaku saat menoleh sebentar ke arah Sean yang asik menatapi aku makan.


"Tidak. Melihatmu makan dengan lahap sudah membuatku kenyang." aku mencebik. Cihh... Dia baru saja menggombal padaku.


"Yasudah, aku akan menghabiskannya." ucapku dan kembali memakan makan siangku. Ada untungnya juga aku datang kesini, setidaknya aku mendapat makan siang super lezat ini.


***


Author POV


Setelah Vale habis memakan seluruh makan siangnya dengan lahap, akhirnya Vale terduduk diam dengan wajah mengantuk. Awalnya, dia ingin langsung kembali ke ruangannya setelah makan siang. Namun Sean melarangnya dan menyuruhnya untuk tetap duduk di sofa menemaninya bekerja.


Sudah lama Vale tidak pernah merasakan bagaimana tidur siang dan sekarang saking kenyangnya mata Vale berulang kali ingin tertutup.


Sean yang duduk di kursi kerjanya menatap ke arah Vale yang mencoba melawan rasa kantuknya dengan wajah tersenyum. Sampai akhirnya Vale benar-benar menyerah dengan kantuknya dan terbaring di sofa dengan nyaman.


Sean bangkit berdiri, lalu menghampiri Vale yang tertidur pulas dengan wajah polosnya. Sean suka menatap wajah Vale di setiap malamnya. Sean suka bibir manis yang menutup setiap malam indahnya. Sean suka merengkuh tubuh Vale yang pas dalam dekapannya untuk menyelimuti tubuh Vale setiap malam.


Ia senang akhirnya hari di mana dia akan bertemu dengan Vale telah sampai setelah sekian lama menunggu. Senang sampai tak bisa menahan diri membuat sebuah tanda di leher jenjang Vale malam itu. Sean senang akhirnya ia bisa mendekap Vale ke dalam dirinya dan membuat gadis itu berada di sisinya.


Tangan Sean mengelus setiap lekuk wajah Vale yang lembut dan halus. Tangannya yang lain mengelus lembut rambut Vale naik turun.


Ia tau cara mendapatkan Vale mungkin sangat licik. Menggunakan kehormatan gadis itu untuk mengancam dan mempertahankan Vale di sisinya. Namun percayalah Sean benar-benar tak ingin Vale menjauh darinya. Gadis itu adalah hidupnya yang selama ini ia jaga sepenuh jiwa.


"Sayang, tetaplah bersamaku!" Sean berdesis pelan sambil menatap Vale lembut, lalu menggendong tubuh gadisnya ke dalam ruangan pribadinya.


Membaringkannya lembut dan ikut bergabung menembus awan mimpi dengan Vale didekapannya. Melupakan sejenak beban pekerjaan yang menunggunya.


bersambung....


hay.. hay... hay


udah sampai sini nih udah ada tuh sedikit-sedikit yang mulai terbukaπŸ˜‚πŸ˜‚


ayok dong coba tebak dikomen

__ADS_1


byeπŸ˜˜πŸ’•


26082019


__ADS_2