
Valerie dan Melanie menyusuri tempat perbelanjaan yang tampak ramai sambil berbincang ringan dengan tas belanjaan mereka.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu baru kita mencari kebutuhan kehamilanmu?" tanya Melanie.
"Kasihan, keponakanku pasti kelaparan di dalam sana." ujar Melanie memasang wajah sedih sambil mengusap perut Vale.
Vale memasang wajah heran sambil menekan bibirnya menjadi sebuah garis datar, lalu menjauhkan tangan Melanie dari perutnya. "Hentikan! Ingat, jangan melakukan hal yang membuat orang-orang curiga. Sean mengatakan telinga dan mata ada dimana-mana." ujar Vale dengan nada pelan. Melanie menepuk jidat menyadari kesalahannya.
"Ah iya, maaf aku lupa." ujar Melanie sambil menyatukan kedua tangannya meminta maaf.
"Yasudah ayo makan dulu." ujar Vale sambil melanjutkan langkahnya.
Valerie dan Melanie melangkah beriringan menuju sebuah restauran di dalam Mall. Namun di tengah perjalanan, mata Valerie tidak sengaja menangkap sosok tak asing keluar dari sebuah toko pakaian.
Valerie memicingkan mata memastikan penglihatannya, lalu berhenti seketika. Melanie menatap Vale bingung karena sahabatnya itu tiba-tiba berhenti tanpa aba-aba.
"Kenapa Vale?" tanya Melanie heran.
"Anna."
"Apa?"
Melanie yang mendengarnya, langsung memencarkan mata ke arah Valerie memandang. Dan benar saja terlihat Anna dengan seorang pria asing kini berjalan di koridor Mall.
Melanie menarik Vale ke arah toko pakaian dalam di sebelah mereka dan berbaur di antara pembeli lainnya. Berusaha berkamuflase dan mengintai.
"Laki-laki itu siapa?" tanya Melanie pura-pura melihat-lihat sambil berbisik pada Vale yang ikut berakting sebaik mungkin.
"Aku tidak tau." jawab Vale.
Melanie mengambil ponselnya dan bersiap memotret saat kedua orang itu melewati toko. Anna terlihat menggandeng lengan pria tersebut dan mereka saling tersenyum.
Sayangnya Valerie dan Melanie tidak bisa mendengar percakapan mereka.
__ADS_1
"Apa dia selingkuhannya atau hanya seorang ******?" tanya Melanie menerka-nerka.
Valerie menggidik bahu tidak tau, lalu keluar dari toko setelah Anna dan pria itu melewati mereka. Valerie menatap lekat punggung kedua orang tersebut dengan lekat.
"Kamu sudah mengambil fotonya?" tanya Valerie.
"Sudah." jawab Melanie.
"Bagus, kita beritahu Sean dan menyuruhnya untuk menyelidiki pria itu." ujar Vale.
"Sekarang, aku ingin memainkan sebuah permainan dengannya." Vale masih menatap punggung kedua orang tersebut lekat, lalu menyunggingkan senyum miringnya.
"Ayo!" Vale melangkah menuju kedua orang tersebut, diikuti Melanie yang kebingungan.
"Ms. Petrova."
Anna membalikkan tubuhnya saat mendengar seseorang memanggil namanya. Anna terkejut dan wajahnya memucat saat melihat kehadiran Vale dan Melanie. Buru-buru Anna melepaskan kalungan tangan dari lengan pria tersebut.
"Ternyata benar Ms. Petrova, kupikir aku salah orang." ujar Vale sambil berdiri dihadapan Anna dengan senyum lebar.
"Dia siapa Anna?" tanya pria tersebut pada Anna yang masih terdiam.
"Ahh maaf, saya Valerie dan sahabat saya Melanie, kami karyawan di perusahaan tunangan Ms. Petrova." ujar Vale menunduk sopan dan memperkenalkan dirinya dan Melanie.
Pria tersebut langsung terdiam dan menatap ke arah Anna dengan wajah yang sama-sama memucat dan kebingungan.
"Maaf jika saya boleh bertanya, anda siapanya Ms. Petrova?" tanya Vale lagi dan pria itu langsung menatap Anna sebentar, lalu menatap Vale gugup.
"Saya Nikolay Lermontov, saya sahabat Anna sejak kecil." ujar pria bernama Nikolay tersebut.
Vale mengangguk. "Apa dia datang dari Rusia untuk bertemu Anna?" tanya Vale dalam hati.
Valerie masih memasang senyum lebar yang terlihat menjengkelkan di mata Anna.
__ADS_1
"Kami akan makan siang, saya ingin mengajak Ms. Petrova dan Mr. Lermontov untuk ikut kalau kalian punya waktu. Aku ingin meminta maaf sekaligus mentraktir Ms. Petrova karena saat itu di Restauran aku pergi begitu saja dan membuat Ms. Petrova membayar makan siang aku dan Aiden. Apa anda bisa?" tanya Vale menatap kedua orang di depannya lekat.
Pria tersebut menatap Anna yang sedang berpikir keras dengan mata gemetar gugup. "Mungkin lain kali, Nikolay ingin membeli oleh-oleh karena besok ia harus kembali ke Rusia dan aku harus menemaninya." ujar Anna panjang lebar sambil berusaha tersenyum manis seperti yang sering ia lakukan.
"Sayang sekali. Kalau begitu lain kali saja. Selamat menikmati kota New York Mr. Lermontov." ujar Vale sambil menunduk sopan. Kedua orang tersebut berusaha tersenyum, lalu melanjutkan kembali langkah mereka menjauh dari Melanie dan Valerie.
Melanie yang sejak tadi hanya memperhatikan dan ikut tersenyum, langsung menyenggol lengan Vale.
"Aktingmu bagus juga, seharusnya kamu menjadi Artis, ditambah kamu juga cantik." puji Melanie.
Vale menatap Melanie dengan wajah datar setelah mendengar mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Berhenti bercanda! Kita sudah tau nama pria itu dan kau lihat raut wajah mereka? Seperti tertangkap basah." ujar Vale.
Melanie mengangguk. Valerie melangkah beriringan menuju Restauran yang mereka ingin tuju sejak awal.
"Kalau begitu hanya tinggal memberitahu Sean dan menunggu kabar darinya." ucap Vale.
"Sepertinya kamu mulai berani berhadapan dengan wanita itu. Apa yang terjadi?" kata Melanie menatap Vale lekat.
Vale mengangguk, lalu tersenyum mengingat kejadian kemarin dengan Sean. "Setelah kami saling membuka diri, aku menjadi lebih percaya diri menghadapi Anna. Hubungan ini berjalan antara dua pihak, antara aku dan Sean. Jadi, yang harus melewatinya juga kami berdua, bukan hanya Sean saja." ucap Vale menatap Melanie lekat dengan pandangan berbinar.
Melanie mengangguk-angguk paham. "Huhh, membuat orang iri saja. Jangan membahas kisah cinta kalian di depanku lagi!" ungkap Melanie memasang wajah kesal dan miris. Valerie tersenyum, lalu tertawa mendengarnya.
"Kamu juga harus mencari pasanganmu Mel. Kamu selalu bermain di Club, bermain dengan laki-laki disana dan berganti-ganti pasangan, namun tidak ada satupun yang serius." ujar Vale menatap Melanie yang masih memasang wajah kesal.
"Aku mencari yang terbaik untukku." ujar Melanie yang dibalas anggukan pasrah oleh Vale.
"Ayo cepat, aku dan bayiku sudah kelaparan." ujar Vale mempercepat langkahnya yang diikuti pasrah oleh Melanie.
Bersambung...
Mampir ke 'Trapped by the Beast' ya😁
__ADS_1