
"Mr. Raveno, Mrs. Raveno selamat atas pernikahan anda. "Ucap Sean sembari melangkah mendekati kedua pengantin baru tersebut.
"Mr. Aliano senang bertemu denganmu setelah cukup lama. "Balas Davin sambil menjabat tangan Sean sopan.
Valerie menatap ke arah pria bernama Davin tersebut lalu ke arah istrinya yang tampak sangat cantik dan muda.
Davin Anthonic Raveno adalah salah satu kolega bisnisnya dengan puncak karir gemilang di usianya yang muda. Usianya dan usia Sean sama, dan Revano Internasional adalah Rajanya di bidang Ekonomi, Bisnis dan Infrastruktur. Raveno Internasional adalah Perusahaan nomor 1 paling berpengaruh di Dunia.
Vania ikut tersenyum menanggapi ucapan suaminya, lalu menatap ke arah Valerie.
"Perkenalkan Wanita di sampingku, Valerie Vylzia Vasylchenko, Kekasihku. "Ucap Sean memperkenalkan Valerie pada kedua pasangan suami-istri tersebut.
Valerie yang mendengar hal tersebut, langsung menolehkan kepalanya menatap Sean kesal. Sejak kapan dia menjadi kekasih Sean?
"Salam kenal Ms. Vasylchenko. "Pandangan Valerie langsung teralih saatย Davin menyapanya.
"Salam kenal juga Mr. Raveno, Mrs. Raveno. "Ucap Valerie sopan, namun dengan senyum kikuk seakan tak berani mengatakan apapun.
"Apa kali ini kau serius Sean? "Tanya davin mulai berbicara informal. Bagaimanapun juga Sean cukup dekat dengan Davin.
"Dave! "Valerie jelas melihat wanita bernama Vania tersebut menyenggol lengan lengan suaminya dengan nada memperingati. Valerie tau bahwa Vania mencoba memperingati suaminya untuk tidak menyakiti perasaannya.
"Apa bedanya kau dan aku dulu dav? Kita akan sama-sama berubah saat berjumpa dengan wanita yang begitu kita cintai. Namun satu hal yang membedakan kita berduaโ"Ucap Sean dengan sengaja menggantung perkataan terakhirnya.
"Apa itu? "
Sean mendekatkan tubuhnya pada Davin, lalu mendekatkan wajahnya kesamping wajah Davin dengan senyum miring.
"Kau menemukan cintamu setelah bermain dengan ratusan wanita, namun aku mencintainya sejak dulu sampai sekarang. "Bisik Sean dengan senyum miring khasnya, lalu menjauhkan kembali tubuhnya dengan senyum lebar tak bersalah.
"Kau benar. "Jawab Davin menyetujui apa yang di katakan oleh Sean. Namun Valerie dan Vania hanya dapat berdiri kikuk dengan wajah bingung, memikirkan apa yang kedua pria itu bisikkan dan benarkan?
"Tapi sepertinya dia tidak menyukaimu Sean. "Ucap Davin frontal dengan senyum meremehkan. Sean membalas dengan senyum miring, lalu memeluk pinggang Valerie erat dan menarik wanita itu ke pelukkannya.
"Sedang dalam proses menaklukkan Singa Betina. "Ucap Sean dengan senyum geli sambil menatap Valerie yang mencebik kesal. Vania ikut terkikik menatap tingkah Sean dan Valerie yang menurutnya lucu.
"Semangat! Aku sudah menjinakkan singa betinaku lebih dulu, sekarang dia sedang mengandung dua singa lainnya. "Ucap Davin sambil merangkul Vania dan mengelus perut istrinya dengan penuh sayang.
"Wah, kembar ya? "Tanya Valerie yang tiba-tiba heboh. Valerie adalah wanita yang suka dengan anak-anak.
"Iya kembar. "Jawab Vania dengan senyum lebar sambil mengusap perutnya. Sepertinya kedua gadis ini cocok satu sama lain.
"Aku juga pengen punya anak kembar, tapi nggak ada gen kembar kan susah. "Ucap Valerie. Namun dengan cepat Sean menimpali.
"Kita program saja sayang, beres. "Timpalnya.
"Memangnya kamu siapa? "Desis Valerie sambil mencebik kesal pada Sean.
Vania tersenyum geli dan membiarkan Valerie mengelus-elus perutnya yang masih rata.
"Semoga proses melahirkannya lancar ya. "Ucap Valerie senang.
"Iya, makasih. "Ucap Vania ikut tersenyum.
__ADS_1
"Kami akan menyapa tamu yang lain. "Ucap Davin.
"Baiklah, sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian, semoga aku dapat menyusul dengan cepat. "Ucap Sean sambil melirik ke arah Valerie dengan tatapan menggoda.
Vale menghiraukan ke usilan Sean, lalu memeluk Vania singkat.
"Senang berkenalan dengan anda Mrs. Raveno. "Ucap Valerie sambil mengurai pelukannya.
"Senang juga berkenalan dengan anda Ms. Vasylchenko. "Balas Vania dengan senyum lebar.
"Ayo sayang. "Ucap Davin sambil merangkul istrinya menjauh. Valerie melempar senyum terakhirnya saat melihat Vania melempar senyum padanya.
"Istrinya kelihatan masih muda Sean. "Ucap Valerie masih tetap memandang punggung kedua pangantin tersebut.
"Dia memang baru lulus Valerie, walau belum resmi. "Timpal Sean. Valerie dengan cepat menoleh ke arah Sean.
"Mereka Married by Accident? "Tanya Valerie heboh.
"Tidak, mereka menikah karena saling mencintai. "Ucap Sean ikut menoleh menatap Valerie.
"Benar juga, aku melihat bagaimana tatapan cinta dan memuja suaminya padanya. "Ucap Valerie lagi.
"Ya, seperti aku padamu. "Ucap Sean sambil menatap Valerie lekat dengan tatapan memuja. Bagaimana gadis di depan ini adalah harta karun dan nafasnya.
Valerie terdiam kikuk mendengar perkataan Sean. Dia tak tau harus bertingkah seperti apa, mengatakan apa, dan melakukan apa saat ini.
Namun pipinya tanpa sadar memerah mendengar perkataan dan tatapan hangat pria itu padanya. Hatinya bergetar saat itu juga entah karena apa.
"Berhenti bercanda Sean! "Ucap Valerie tak suka sambil memalingkan wajahnya yang memerah.
"Sejak kapan kata-kata yang keluarkan menjadi candaan? "Tanya Sean dengan senyum lebar menatap Valerie yang memasang wajah gugupnya.
"Ja.... Jadi, tadi tidak bercanda? "Tanya Valerie gugup dan berusaha menjauhkan wajahnya saat Sean semakin mendekatkan wajahnya.
"Tentu saja tidak. "Jawab Sean, laku mengecup pelipis Valerie lembut dan melepas gadis tersebut. Dia sudah berjanji akan membebaskan gadis itu malam ini.
Valerie berdiri kaku tak tau harus melakukan apa. Dia menatap ke sekitar lalu menangkap sebuah meja penuh dengan makanan.
Buru-buru dia melangkah ke arah meja tersebut untuk menyembunyikan kegugupannya saat ini. Meninggalkan Sean yang berdiri sambil tertawa menatapnya yang kabur menjauh.
Sean mengikuti Valerie dengan perlahan. Sean melihat Valerie mengambil sebuah gelas dengan minuman berwarna orange di dalamnya. Wanita itu meneguk minumnya dengan cepat untuk menghilangkan aura panas di tubuhnya.
"Hati-hati untuk tidak meminum alkohol! "Ucap Sean yang baru saja sampai menghampiri Valerie.
"Aku tau. "Jawab Valerie cepat masih dengan wajah memerah malu. Dia masih belum bisa menyesuaikan dirinya dengan perkataan blak-blakan Sean tadi.
"Ikut aku untuk menyapa beberapa temanku! "Ucap Sean sambil menyelipkan anak rambut Valerie ke belakang telinganya.
Valerie menjauh dengan gugup. "Tidak, aku ingin disini saja makan. "Tolak Valerie.
"Tidak, bagaimana mungkin aku meninggalkanmu disini sendirian? Banyak pria mesum yang akan mengincarmu. "Ucap Sean dengan wajah tegas.
Vale menghela nafas pelan. "Ya, pria mesum sepertimu. "Batin Vale kesal.
__ADS_1
"Tetapi, aku lapar Sean. Lihat makanan-makanan lezat ini! Bagaimana bisa aku meninggalkan mereka? "Sean mengusap kepalanya heran. Bagaimana bisa gadisnya ini begitu tergila-gila dengan makanan?
Sean mencoba kembali membantah. Namun saat dilihatnya wajah menggemaskan yang Valerie lemparkan, hatinya goyah saat itu juga.
Sean menghela nafas pasrah, lalu mencubit pelan pipi kanan Valerie. "Berhenti memasang wajah seperti itu! Kamu tau aku tak bisa menahannya lebih lama. "Ucap Sean kesal. Valerielah gadis yang memporak-porandakan hatinya naik-turun seperti roller coaster.
Dilain sisi, dia ingin menemani Valerie dan tetap terus berada di dekat gadisnya. Namun Sean harus menyapa beberapa teman dan Koleganya untuk bersikap sopan. Apa yang harus dia lakukan?
"Kamu baik-baik saja jika sendiri? "Tanya Sean.
"Ya. "Jawab Valerie dengan wajah yakin sambil mencomot kue di atas meja dan memakannya di depan Sean.
Sean menatap bibir Valerie yang terdapat cream kue dengan senyum geli.
"Makanlah pelan-pelan! Tidak ada yang akan merebutnya darimu. "Ucap Sean dengan senyum gelinya. Valerie ikut tersenyum geli, namun hilang begitu saja saat Sean tiba-tiba menjilat cream di atas bibirnya.
Tubuhnya kaku saat itu juga, hingga Sean menjauhkan tubuhnya.
"Beruntung kamu memilikiku untuk membersihkannya. "Ucap Sean dengan senyum menggodanya.
Valerie tersadar, lalu memukul lengan Sean kesal. "Kamu punya saputangan untuk membersihkannya, dasar Sean mesum. "Ucap Vale kesal dengan wajah cemberut dan pipi merona.
Sean terkekeh lalu mengusap kepala Vale lembut. "Baiklah, maafkan aku! "Ucap Sean.
"Aku akan pergi menyapa dengan cepat. Kamu jangan meladeni pria manapun yang mendekatimu! Aku mengawasi dari jauh. Mengerti? "Ucap Sean panjang lebar dengan nada bossynya.
"Iya... Iya, sudah sana pergi! "Ucap Vale masih sedikit kesal.
Sean menyerahkan saputangannya pada Valerie. "Untuk apa? "Tanya Valerie dengan wajah heran.
"Gunakan saputangan ini untuk menghalangi modus-modus pria disini! "Ucap Sean lalu melenggang pergi setelah mengecup kening Vale lama.
Vale manatap saputangan tersebut dengan senyum tertahan. Sean berfikir, dengan cara makan Vale yang berantakan, bisa saja pria lain modus untuk mendekati gadisnya.
Valerie meminum kembali jus ditangannya dengan senyum tertahan.
"Valerie! "
Valerie menoleh ke sumber suara saat mendengar namanya dipanggil, dan terkejut menemukan seseorang yang beberapa hari ini menemaninya.
"Aiden. "
Sudah ganti cover menjadi yang di atas, sesuai dengan casting pemain ๐
Bersambung.....
Hay... Hay... Hay..
Menunggu ya? Akhirnya up juga dan membuat rasa penasaran kalian menghilang.
Jangan lupa like, share dan komen sebanyak mungkin.
__ADS_1
dan follow violet_slavny.
Bye.. ๐๐