The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 29


__ADS_3

Akhirnya Sean Update.


Tekan tombol likenya dulu dong.


Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.


~Selamat membaca~


***


Valerie dan Melanie berjalan beriringan menyusuri trotoar untuk sampai di tempat pemberhentian taksi. Hari ini dia dan Melan tidak membawa mobil di karenakan suasana hati yang sedang malas untuk berkendara.


Vale dan Melan menunggu di bahu jalan hingga lampu pejalan kaki berwarna hijau. Namun, seluruh mata pejalan kaki langsung fokus pada layar besar yang berada di dinding bangunan pencakar langit.


Tubuh Vale menegang saat melihat wanita yang ia kenal terpampang di layar tersebut.


"Angela."


"Iya, dia Angela. Ada apa?"


"Angela mengadakan jumpa pers secara tiba-tiba."


Telinga Vale jelas mendengar bincang-bincang para pejalan kaki. Namun, matanya fokus kepada layar besar tersebut, begitupun Melanie.


"Ada apa sebenarnya anda tiba-tiba mrngafakan junpa oers secara tiba-tiba?" tanya wartawan di sana.


Perlahan mata Angela mulai berkaca-kaca dan menangis. Jantung Vale berdegup kencang. Ada apa ini?


"Hiks.. Aku hanya ingin mengklarifikasi mengenai hubunganku dan Sean."


"Aku dan Sean sudah berpacaran hampir satu tahun. Benar, Sean memutuskan hubungan denganku sudah kira-kira dua minggu yang lalu di karenakan wanita itu."


"Wanita itu adalah karyawannya di kantor dan dia menggodanya. Saat aku datang ke kantornya, di sana dia dan wanita itu tepergok olehku. Dan akhirnya, Sean memutuskanku dan mengatakan kalau dia bosan padaku. Hiks... Aku mau menerima Sean kembali dan memaafkannya. Namun, wanita itu selalu menggoda Sean di kantor."


"Hingga akhirnya aku sudah tak tahan untuk menyimpannya sendiri. Aku dan Sean akhirnya putus dan dia berselingkuh dengan wanita itu."


Hingga akhirnya, tampak Angela menangis dengan begitu deras setelah menyelesaikan kata-katanya.

__ADS_1


"Buruk sekali wanita itu."


"Wanita sekarang memang akan melakukan apapun demi uang."


"Kasihan Angela."


"Pria itu akan menyesal karena meninggalkan Angela dan memilih bersama wanita jalang itu."


Tangan Vale terkepal dan meremas dadanya. Telinganya panas mendengar bisikan-bisikan dari pejalan kaki tersebut.


"Bohong! Itu bohong! Dia berbohong! Aku tidak merebut siapapun." batin Vale berteriak.


Mata Vale memerah menahan tangis. Melanie menatap Vale iba dan mengelus pundak gadis itu.


Lampu pejalan kaki berwarna hijau, di susul banyaknya pejalan kaki yang menyebrang. Namun, kaki Vale seakan terpasak di sana dan tak bisa bergerak.


Ait matanya tumpah. Kakinya melemas dan akhirnya ia jongkok di bahu jalan. Ia menyembunyikan wajahnya di lipatan lututnya. Dadanya sangat sakit, setiap kali mendengar bisikan orang-orang yang mencemoohnya.


"Vale, ayo kita pergi!" ucap Melanie.


"Hiks.. Tidak bisa Mel. Kakiku bahkan tak kuat untuk berdiri. Hiks... Kenapa dia melakukan ini? Kenapa dia menjatuhkanku seperti ini?" Vale menangis di antar para pejalan kaki yang menatapnya heran.


"Sean." nama itu yang bisa Vale panggil di dalam hatinya. Namun ia sadar, pria itu tak akan mungkin datang saat ini. Pria itu tak akan mungkin memeluknya saat ini. Cengkeraman tangannya di dadanya semakin kuat, seiring rasa sesak yang semakin menghimpit dadanya.


Hingga akhirnya pundak Vale di renggut dengan cepat dan memaksanya untuk berdiri. Wajah Vale yang di banjiri air mata, membuatnya tak bisa melihat jelas sosok di depannya.


"Gadis kecil bodoh."


Tangis Vale semakin pecah mendengar kata-kata yang sudah lama tidak ia dengar. Seseorang yang selalu ada untuknya, di saat sakit maupun senang. Seseorang yang berarti untuknya.


"Kak Jo." ucap Vale dengan bibir bergetar.


***


Valerie berbaring nyaman di ranjang rumahnya. Melanie ikut menemaninya setelah meminta izin pada pihak kantor atas namanya dan nama Valerie. Gadis itu tertidur dengan pulas setelah menangis sampai lelah.


Melanie berjalan mengelilingi kamar Vale dan menatap ke sekitar kamar gadis itu.

__ADS_1


Cklek.


"Dia sudah tidur?"


Melanie menoleh menatap sosok pria tampan yang memasuki kamar Valerie.


"Sudah kak."


Pria itu mengangguk dan berjalan menuju ranjang Vale. Dia duduk di samping ranjang dan menatap gadis yang terbaring itu dengan lekat.


Melanie melangkah mendekat. "Kakak akhirnya pulang setelah sekian lama. Kenapa tidak memberitahu?" tanya Melan.


"Aku ingin memberi kejutan padanya."


"Aku ingin berkunjung ke kantor kalian untuk bertemu Vale. Namun, aku melihatmu dan Valerie di sana dan buru-buru turun."


"Ada apa? Apa yang terjadi padanya?" tanyanya sambil menatap Melanie.


"Biar Valerie saja yang menjelaskan pada kakak. Aku juga tidak terlalu tau bagaimana seluk beluknya." jawab Melan.


Pria itu mengangguk. "Kak Jo, apa akan pergi lagi?" tanya Melanie hati-hati. Kepalanya menunduk tak berani menatap lelaki itu.


Pria yang di panggil 'Jo' itu menoleh dan menatap Melanie lekat.


"Tidak dalam waktu dekat." jawabnya. Melanie mengangguk dengan senyum tertahan.


Pria itu bangkit dari atas ranjang. "Aku akan kembali lagi nanti setelah Vale bangun."


Melanie mengangguk dan menatap punggung pria tersebut hingga akhirnya tertelan pintu.


Dia kembali.


Bersambung.....


Hay... Hay... Hay...


satu kata untuk Angela dong!!

__ADS_1


Akhirnya aku up lagi. Vote sebanyak-banyaknya ya dan like juga. Follow ig @violet_slavny yang kangen pict Sean-Valerie atau Dave-Vania.


Bye... 😘💕


__ADS_2