The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 58


__ADS_3

Valerie mengerjabkan matanya perlahan saat silau matahari menerpa wajahnya. Valerie menggeliat kecil merasakan pegal di sekujur tubuhnya terutama sakit di pusat dirinya.


Valerie menoleh ke samping ranjang dan tidak menemukan siapapun di sana. Tidak ada Sean, dia sudah pergi setelah melakukan ini semua.


Valerie seharusnya tidak berharap banyak setelah malam itu. Vale menyingkap selimut yang menutup tubuhnya yang tak tertutupi oleh sehelai benangpun, menatap ke arah seprai di mana ada bercak darah di sana.


Valerie bangkit menghiraukan ketelanjangannya, meraih jubah mandinya dan memakainya. Vale meringis saat merasakan rasa perih di bawahnya setiap kali ia berjalan, namun mencoba sekuat tenaga untuk menahannya. Valerie menarik seprai kotor tersebut beserta selimut dan membersihkannya di kamar mandi.


Vale menatap dirinya di depan cermin dengan lekat. Dengan sehelai handuk di tubuhnya Vale menatap lekat dirinya dengan wajah diam.


Lehernya penuh dengan bercak merah hingga ke dada dan perutnya. Di tambah bibirnya bengkak dan ada sedikit luka di ujung bibirnya. Valerie mengusap bekas kemerahan tersebut dengan kencang. Matanya memerah dan memanas. Apa yang telah dia perbuat sampai harus menerima pelecehan ini dari Sean.


Vale mengusap tubuhnya cepat ingin menghapus jejak menjijikkan itu dari tubuhnya. Hingga, suara ketika pintu menyadarkan Vale.


"Nona, Tuan Aiden datang kemari dan menunggu di ruang tamu." ujar Bibi.


Vale mengusap air matanya cepat dan melangkah ke arah pintu, membukanya sedikit dan memunculkan kepalanya dengan senyum dibuat-buat.


"Baik Bi." ujar Vale, lalu menutup kembali pintu kamarnya.


Valerie berjalan menuju walk in closet, mengambil sebuah gaun selutut dengan turtle neck. Memoleskan make up tipis ke wajahnya agar tampak cerah. Memakai sandal rumah dan keluar menemui Aiden.


Vale menuruni tangga dan mencoba tersenyum tipis ke arah Aiden. Walau Vale menyadari cara jalannya sedikit aneh karena rasa sakit itu, Vale berusaha sekuat tenaga untuk bersikap normal.


"Hai Aiden, tumben sepagi ini kamu datang." ujar Vale sambil duduk di depan Aiden.


"Sudah pukul 10 Vale, sebentar lagi siang." ujar Aiden sambil terkekeh.


"Ahh.. benarkah?" ujar Vale kikuk. Valerie bahkan tidak melihat jam setelah ia bangun.


Aiden menatap Valerie lekat, gadis itu tampak cantik setiap harinya. Valerie yang menerima tatapan Aiden, bergerak risih meras ditelanjangi oleh tatapan Aiden.

__ADS_1


"Ehmm.. ada apa kamu kemari? Kenapa tidak menghubungiku?" tanya Vale berusaha memecahkan suasana akward ini.


Aiden tersadar dan akhirnya meletakkan sebuah undangan di depan Vale.


"Kamu ingatkan, besok hari pertunangan Sean dan Anna, kamu berjanji akan menemaniku ke acara pertunangan mereka." ujar Aiden antusias, sedangkan Vale langsung terdiam dengan senyum luntur dari bibirnya.


"Besok?" desis Vale kaget. Pantas saja Sean tidak ada saat ia terbangun. Sean benar-benar memperlakukannya seperti mainan.


"Bagaimana Vale? Kita berangkat pukul 11 dengan jet pribadiku. Perjalanannya memakan waktu 11 jam lebih, kita akan sampai di sana malam hari." ujar Aiden. Valerie menatap Aiden dan mencoba tersenyum tipis.


"Emm.. aku harus bertanya dengan Kakek dan Nenek terlebih dahulu." ujar Vale dengan wajah tidak enak.


"Aku bisa membantumu berbicara dengan Kakek dan Nenekmu." ujar Aiden yang langsung dibalas gelengan panik.


"Jangan, biar aku saja. Sekarang kamu pulang dulu, aku akan mengabarimu sebelum pukul 11." ujar Valerie sambil bangkit berdiri dan menarik tangan Aiden untuk bangkit.


Aiden tampak bingung dan akhirnya terkekeh melihat wajah panik Vale. Aiden tau Valerie pasti akan menggunakan caranya untuk mendapat ijin dari kakeknya.


"Aku pulang dulu. Aku jemput bagaimana?" tanya Aiden dengan wajah menggoda.


"Jangan! Bertemu di bandara saja okey." ucap Vale sambil melangkah beriringan bersama Aiden menuju pintu keluar. Aiden kembali tertawa.


"Baiklah, sana masuk!" ujar Aiden menyuruh Vale masuk saat ia dan gadis itu sudah sampai tepat di mobil Aiden.


"Yang ada aku yang harus mengantar tamu sampai pulang, kenapa kamu suruh aku masuk?" ujar Vale sambil tertawa lucu melihat Aiden.


"Sana masuk, hati-hati ya." ujar Vale sambil tersenyum manis pada Aiden. Aiden terpukau. Tentu saja, wanita di depannya ini, begitu berkilau di matanya.


Aiden masuk ke dalam mobilnya setelah melambai pada wanita itu. Vale melambai saat mobil Aiden keluar dari pekarangan rumahnya. Valerie masuk ke dalam rumahnya dengan cepat, melangkah menemui Bibinya.


"Bi, tolong ambil koper Vale, bawain ke kamar ya?" ujar Valerie menatap Bibinya yang sedang mencuci piring.

__ADS_1


"Baik Nona." jawab Bibinya.


Valerie melangkah pergi menuju area mini taman yang dirangkap dengan kolam berenang. Menemui Kakek-Neneknya yang tengah berjemur di bawah matahari pagi.


"Kakek, Vale mau liburan ke Rusia." ujar Valerie langsung to the point pada Kakeknya.


Kakeknya menatap Valerie lekat. "Kapan?" tanya Kakeknya.


"Sekarang." ujar Vale. "Kamu berangkat sendiri ke Rusia?" tanya Kakeknya.


"Iya, Valerie bakalan tinggal di rumah kak Jovan. Kak Jovan bayarin tiket Valerie ke sana." ujar Vale sambil tersenyum senatural mungkin.


"Pesawat jam 11 berangakat, Vale beres-beres dulu."


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Kakeknya.


"Sebenarnya tidak tiba-tiba Kek, kemarin Kak Jovan sebelum berangkat ke Rusia, mutusin ngajak aku libur ke Rusia selama aku belum bekerja. Akunya aja yang lupa bilang sama Kakek. Jadinya bilang sekarang." ujar Valerie panjang lebar. Dia berdosa sudah membohongi Kakeknya, semoga saja dia sampai tujuan dengan selamat.


"Yasudah pergilah." Valerie tersenyum lalu melangkah pergi menuju kamarnya.


Valerie masuk ke dalam kamar, menyiapkan beberapa pakaian dan semua yang perlu ia bawa.


Bersambung...


Bagi kalian para pembaca When Dangerous Man Falling Love, satu episode menuju tamat. Cerita Kenzo sudah keluar di lapakku, berjudul 'Trapped by the BEAST' . Kalian bisa klik profileku, tekan karya dan cari judul nya.


Cover masih bawaan Mangatoon, aku nggak tau kenapa beberapa cover yang kubuat ditolak berulang kali.


Ayo mampir.


Note : Next Chapter 3/6

__ADS_1


Bye..😘


__ADS_2