The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 50


__ADS_3

Sean Update.


Like dan Vote.


***


"Oh Mr. Zachary yang begitu terkenal bertamu ke Perusahaanku. Kenapa anda tidak menghubungiku lebih dulu dan kita bisa makan siang bersama." ujar Sean yang tiba-tiba sudah sampai di samping meja mereka dengan senyum manisnya.


"Aku datang kemari bukan untuk menemui anda Mr. Aliano. Oh maaf, Mr. Romanov." ralat Aiden dengan senyum manisnya juga. Namun dibalik senyum manis kedua pria itu, tampak kilatan tajam terpancar dari mata mereka masing-masing.


Sean tampak tersenyum miring mendengar jawaban Aiden. "Sean, benarkah Aiden William Zachary berada dihadapanku saat ini?" tanya Anna antusias.


"Aku dengar kau berasal dari Rusia sama seperti aku dan Sean." tambah Anna semangat.


"Anda benar Ms. Petrova." jawab Aiden sopan. Sejak tadi Valerie dan Melanie terdiam tak melanjutkan makan mereka. Bagaimanapun, dihadapan mereka saat ini adalah atasan mereka.


"Kalau begitu, aku dan tunanganku boleh bergabung dengan kalian?" tanya Anna semangat.


"Tentu saja Ms. Petrova." jawab Aiden sambil mengangguk.


Sean menarik kursi untuk Anna, lalu duduk di sebelah Aiden dan Anna duduk di sebelah Sean. Meja yang mereka gunakan memang meja dengan enam kursi. Sehingga, di depan Anna tidak ada orang.


Anna tampak jengkel karena tidak ada siapapun didepannya. Lagipula dia ingin mengobrol panjang dengan Aiden.

__ADS_1


"Sean aku tidak suka duduk disini. Bisakah kita berpindah tempat dengan dua orang itu?" pinta Anna manja sambil menunjuk Valerie dan Melanie.


Melanie tampak memasang wajah tak suka. "Aku ingin duduk dihadapan Mr. Zachary dan kamu duduk di sampingku." pinta Anna. Sean tampak melirik Vale yang menunduk sambil menutup matanya. Sean dapat melihat raut sedih dari gadisnya itu. Sean tidak dapat melakukan apa yang Anna pinta.


Vale mengangkat kepalanya dan melempar senyum hormat pada Anna. "Silahkan gunakan tempat saya dan Melanie Ms. Petrova—Mr. Romanov." Ujar Vale sambil bangkit berdiri mengangkat nampannya. Melanie ikut bangkit dan berpindah menuju tempat yang tadi diduduki oleh atasannya.


Anna duduk di tempat Vale dan Sean duduk di tempat Melanie. Valerie duduk di sebelah Aiden dan Melanie duduk di sebelah Vale. Sejujurnya Vale risih harus berhadapan dengan Sean.


Tampak Chef kantin langsung mengantarkan makan siang kepada Sean dan Anna. Mereka bahkan tak perlu mengambil barisan untuk mengantri.


"Mr. Zachary, jika bukan untuk menemui Sean, anda ingin bertemu siapa?" tanya Anna penasaran. Vale menatap betapa elegannya cara Anna memakan makan siangnya. Tampak jelas darah bangsawan pada dirinya.


Aiden tersenyum simpul, lalu melirik Valerie yang sedang melirik Anna. "Dia." ujar Aiden sambil melempar tatapan penuh kelembutan pada Vale. Vale terperangah saat Anna melihatnya. Vale merasa wajah kirinya panas dan ternyata Aiden menatapnya dengan begitu lembut.


Aiden tertawa melihat ekspresi menggemaskan Vale saat kebingungan sendiri. Vale yang kikuk setengah mati, akhirnya mengusap bibirnya untuk memastikan apa ada sisa makanan di sana.


Aiden meraih tangan Vale yang mengusap bibirnya bingung. "Tidak ada apapun di sana." ujar Aiden sambil menurunkan tangan Vale. Vale terperangah dengan betapa manisnya sikap Aiden padanya.


Sedangkan Sean yang melihat semua itu, menahan amarahnya yang ingin meledak saat itu juga. Tangannya mengepal keras ingin menerbangkan tinju pada wajah Aiden.


"Jadi keluarga anda di mana?" tanya Anna lagi.


"Di Negara ini bersamaku. Namun beberapa kali kembali ke Rusia karena keluarga besar kami berada di sana." jawab Aiden.

__ADS_1


"Bukankah kau berasal dari Rusia juga Vale?" tanya Melanie tiba-tiba angkat bicara.


"Ah...ehmm—iya." jawab Vale yang berhasil membuat Aiden dan Sean menatap lekat ke arah gadis itu.


"Wah benarkah?" tanya Anna semangat dan Vale hanya dapat mengangguk canggung.


"Kalau begitu kenapa kau sampai ke Negara ini?" tanya Anna.


"Sejak kecil aku dibawa Kakek dan Nenek pindah ke Negara ini, karena Papa dan Mamaku sudah meninggal." jawab Vale yang dibalas anggukan oleh Anna. Wajah Vale tertunduk sedih kala mengingat kedua orangtuanya yang begitu mencintainya.


Aiden dengan cepat mengulurkan tangannya dan mengusap kepala Vale untuk menguatkannya. Vale menatap Aiden dan tersenyum manis pada pria itu.


Lagi-lagi Sean hanya dapat menonton dan tak dapat berbuat apapun. Harusnya Sean yang berada diposisi Aiden saat ini. Menenangkan gadisnya itu.


Bersambung.....


Maaf nggak update tgl 8 sesuai perjanjian karena kemarin aku ada acara keluarga jadinya lupa up karena udah ngantuk.


Jadinya hari ini deh. Maaf ya.


Note : Next up tiga hari kemudian. (12/5)


Bye..😘💜

__ADS_1


__ADS_2