The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 48


__ADS_3

Sean Up


Like and Vote.


Ayo gabung di grup chat Violet Slavny


***


Seorang wanita cantik dengan penampilan anggun dan mewahnya melangkah menyusuri koridor dengan penuh percaya diri. Terdapat dua orang pengawal yang melangkah di belakang wanita tersebut.


"Selamat siang." Brenda tampak menyapa wanita tersebut dengan senyum manisnya.


Namun wanita tersebut dengan tampang tak peduli, melangkah melewati Brenda dan berjalan terus menuju ruangan yang ia cari. Brenda mengetatkan bibirnya saat wanita itu melangkah tak peduli padanya.


"Bi*ch." batin Brenda kesal sambil menatap punggung wanita tersebut.


Matanya menangkap pintu mewah dan yakin bahwa di sini ruangan itu. Wanita tersebut masuk ke dalam tanpa mau mengetuk pintu tersebut.


Tampak sosok Sean yang duduk di kursi kerjanya dan sibuk dengan berkas-berkasnya. Sean yang menyadari seseorang masuk ke ruangannya, mengangkat kepalanya dan tersenyum manis melihat siapa yang datang..


"Kau sudah sampai." ujar Sean sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya.


Wanita tersebut mengangguk dengan senyumnya yang merekah sejak ia membuka pintu.


Wanita tersebut melangkah mendekati Sean, lalu memeluk pria itu dengan erat.


"Aku merindukanmu Sean." ujarnya gembira.

__ADS_1


Sean membalas pelukan wanita tersebut namun dengan senyum terpaksa. Wanita tersebut melepas pelukannya dan menatap Sean dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya.


Sean membimbing wanita tersebut untuk berbincang di sofa.


"Ini pertama kalinya Papa mengijinkanku ke luar dari Rusia. Karena Papa mempercayaimu untuk menjagaku di Negara ini." ujar wanita tersebut.


Sean tersenyum tak tau harus mengatakan apa.


"Terakhir kali kita bertemu saat kau datang ke Rusia untuk menemui Ibumu yang tiba-tiba memburuk." ujarnya lagi yang dibalas anggukan oleh Sean.


"Aku senang akhirnya kau menerima pertunangan ini." tambahnya lagi.


"Anna kau tau aku—" ucapan Sean terhenti saat wanita bernama Anna tersebut memotong ucapannya.


"Aku tau Sean. Tetapi tidak menutup kemungkinan kau akan mencintaiku setelah kita bertunangan dan menikah." potong Anna.


Anna menyukai Sean dan selalu meminta Papanya untuk menjodohkannya dengan Sean. Tentu saja Sean menolaknya terus menerus, hingga akhirnya ia menerima perjodohan ini dengan tujuan berbeda.


Hingga bunyi ketukan pintu menginterupsi keheningan di antara mereka berdua.


"Masuk!"


Seorang pria dengan jas rapinya masuk ke dalam ruangan Sean dengan kepala menunduk.


"Permisi tuan." ujarnya. Pria tersebut berdiri di sebelah Sean, menunduk dan membisikkan sesuatu di telinganya.


Sean menatap pria tersebut dengan wajah meredam marah, namun dia mengontrolnya di depan Anna.

__ADS_1


"Pergilah!" ujar Sean pada pria tersebut yang dibalas anggukan mengerti.


"Kau sudah makan siang?" tanya Sean pada Anna. Anna menggeleng dengan semangat dan senyum merekah.


"Bagaimana kalau kita makan siang di kantin kantorku." tawar Sean dengan senyum manisnya.


Anna mengangguk. Di manapun jika dengan Sean, Anna akan dengan senang hati menerimanya.


"Baiklah ayo." ajak Sean sambil bangkit berdiri.


Anna ikut bangkit dan memeluk lengan Sean dan berjalan menuju kantin.


***


Valerie duduk di sofa lobi dengan raut wajah khawatir. Sedangkan Melanie duduk dengan santai dan wajah tak sabar.


Kaki Vale tak henti-hentinya bergerak memijak tanah. Dia benar-benar khawatir dan takut. Bagaimana jika nanti Aiden datang dan langsung diserbu oleh rekan-rekan kerjanya.


Vale menoleh ke arah pintu masuk kantor saat mendengar suara gaduh dari sekitar sana.


"Oh my God, He's Aiden." Teriak salah satu rekannya karena begitu terkejut.


Bersambung.....


Ayo gabung di grup Chat Violet Slavny.


Note : next chapter tiga hari kemudian (5/5)

__ADS_1


Bye...😘


__ADS_2