The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 34


__ADS_3

Akhirnya Sean Update.


Tekan tombol likenya dulu dong.


Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.


~Selamat membaca~


***


Valerie POV


Kutatap lift di depanku dalam diam. Hingga akhirnya lift tersebut terbuka dan aku masuk ke dalam lift kosong tersebut. Tanganku berhenti di udara tepat saat aku ingin menekan angka pada lift.


Di sana tertulis angka 77. Ingin rasanya menekan tombol itu dan berjumpa dengan seseorang yang berada di lantai tersebut. Namun, ku kuatkan hatiku dan dengan cepat menekan angka satu.


Tak butuh waktu lama, akhirnya aku sampai di lantai dasar. Ku langkahkan kakiku di lobi kantor dengan wajah datar. Mencoba menghiraukan seluruh bisikan dan tatapan tajam mereka padaku.


Berhasil. Aku memang berhasil tampak tak peduli. Namun, hatiku terasa sakit di balik sana.


Ku berikan kunci mobilku ke petugas Valet untuk mengambil mobilku dari basement.


Selagi menunggu, ku rogoh ponselku untuk menanyakan keberadaan kak Jovan yang katanya ingin menjemputku.


Waktu yang tepat, ternyata kak Jovan tiba-tiba muncul dari dalam taksi yang baru saja berhenti di depannya.

__ADS_1


"Vale." aku tersenyum membalas sapaannya.


Kak Jovan memelukku sebentar sambil mengecup keningku cepat. "Bagaimana kalau kita makan malam terlebih dulu sebelum pulang?" ajak Kak Jovan dengan wajah antusias.


Aku mengangguk setuju dengan senyum tulus. Hingga petugas Valet datang sambil membawakan mobilku.


"Terimakasih." ucapku padanya dan dia tersenyum sambil berterimakasih kembali.


"Ayo!" ajak kak Jovan. Aku mengangguk lagi dan masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh kak Jovan.


***


Author POV


Valerie turun dari mobilnya setelah Jovan membukakan pintu untuknya. Mereka berdua melangkah bersamaan ke dalam Restoran.


"Kakak mau bilang sesuatu?" tanya Valerie heran dengan alis terangkat. Valerie tiba-tiba teringat kalau kakaknya ini baru saja bertemu dengan Sean hari ini.


Valerie dapat melihat raut iba di wajah Jovan yang kini menatapnya lekat. "Kenapa?" tanya Vale lagi.


Jovan tersenyum tipis, lalu mengulurkan tangannya untuk mengusap pipi lembut Vale. Vale terdiam melihat ekspresi wajah Jovan. Dia khawatir dengan ekspresi itu.


Sedangkan Jovan terdiam melihat Vale dan pikirannya melayang ke semua percakapan antara dirinya dan Sean.


"Kamu benar-benar mencintainya?" tanya Jovan tiba-tiba.

__ADS_1


Valerie terdiam. Mulutnya terkatub rapat dan air mata rasanya ingin turun setelah mengingat Sean.


"Kakak tau jawabannya." ujar Vale pelan. Valerie menggenggam tangan Jovan yang berada di pipinya.


"Apa yang kakak bicarakan dengan dia?" tanya Valerie dengan senyum tipisnya.


"Keadaan kalian tampak sama. Dia sama menyedihkannya denganmu, bahkan lebih parah." ujar Jovan sambil mengusap pipi mulus Vale.


Valerie terdiam. "Bagaimanapun dia harus menjaga kesehatannya." ucap Valerie perlahan dengan raut khawatir dan sedih.


"Dia akan menyelesaikan semuanya Vale.Β  Percayalah padanya." mata Vale tampak berkaca-kaca mendengar perkataan Jovan. Bibirnya bergetar tak kuat menahan air matanya.


Hingga setetes air matanya turun dan dia mengangguk dengan mulut terkatub. Dia akan memercayai Sean, walau hatinya sakit. Valerie menggengam tangan Jovan semakin kuat untuk merasakan kekuatan yang di aliri olehnya. Air matanya jatuh lagi untuk sekian kalinya.


"Berita terbaru hari ini. Usai putus dengan Artis wanita bernama Angela Dortmund, Pebisnis muda Sean Matthew Aliano berangkat ke Rusia untuk melangsungkan pertunangan dengan Putri bangsawan Rusia bernama Annastasia Dannif Petrova."


Deg..


Bersambung....


Hay... Hay.. Hay...


Up lagi😊😊


Komen like dan vote.

__ADS_1


Bye... πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2