The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 41


__ADS_3

Sean Update


Like dan Vote.


***


Valerie ke luar dari ruangan Sean dengan senyum tertahan. Vale mencoba menahan senyumnya saat ia akan melewati Brenda.


Brenda tampak menatap Vale dengan mata memicing. Vale menghiraukan Brenda dan melangkah menuju lift.


Valerie masuk ke dalam ruangannya, lalu membereskan tasnya dan barang-barangnya dengan rapi.


Ponselnya tampak berdenting, menandakan pesan masuk. Vale meraih ponselnya, lalu menatap pesan masuk tersebut.


Aku sudah di Basement.


Sean.


Vale tersenyum, lalu menggandeng tasnya dan pergi menyusul Sean menuju Basement.


Memasuki lift dan lift turun hingga ke lantai paling dasar. Vale ke luar dari lift, lalu menatap sekitar untuk mencari mobil pria itu. Tampak sebuah mobil menyala dan mengeluarkan cahaya hingga Vale mengetahuinya dengan mudah.


Vale melangkah mendekati mobil tersebut dan masuk ke sebelah kursi mengemudi.


Sean melempar senyum manisnya pada Vale dan Vale ikut melempar senyum padanya. Vale mengenakan sabuk pengamannya, lalu Sean mulai melajukan mobilnya.


"Kita akan makan siang di mana?" tanya Valerie antusias.


"Di sebuah Restoran. Aku sudah menyewa seluruh Restoran dan kamu tidak perlu takut dengan orang lain." ujar Sean.


Vale tersenyum lebar mendengarnya. "Baguslah. Akhirnya aku bisa makan dengan nyaman lagi di luar." ucap Vale dengan senyum bahagianya.

__ADS_1


"Tenang saja, semuanya akan kembali seperti sedia kala." Vale menatap Sean lekat. Menelaah kata demi kata yang dikatakan oleh Sean, lalu tersenyum gembira.


***


Valerie dan Sean melewati makan siang Indah mereka dengan penuh kebahagiaan. Bercanda tawa dan berbincang kecil dengan raut bahagia.


Valerie ke luar dari Restoran lebih dulu, meninggalkan Sean yang masih berbincang dengan pemilik Restoran tersebut.


Valerie melangkah ke toko roti di sebelahnya dan membeli beberapa roti serta air mineral.


Vale ke luar dari toko roti tersebut dengan satu kantong plastik di tangannya.


Vale tersenyum sambil melangkah ke arah seorang anak kecil yang terduduk di samping pohon rindang dengan beralaskan koran dan pakaian lusuhnya.


Vale berjongkok untuk berbicara dengan anak kecil tersebut.


"Ini kakak ada roti di makan ya!" ucap Vale dengan senyum manisnya. Anak kecil tersebut menatap kantong plastik yang diberikan Vale dengan tatapan berbinar.


Vale mengusap wajah anak kecil tersebut yang tampak kotor. Lalu, mengusap tangannya agar bersih.


"Ibu kamu di mana?" tanya Vale sambil mengusap tissue basah tersebut di tangannya.


"Ibu di rumah, Ibu sakit dan adik yang menjaganya. Aku pergi untuk mencari makanan." jawab anak tersebut.


"Ayah?" tanya Vale lagi.


"Ayah selalu pergi dan pulang seperti orang gila. Dia bahkan memukulku dan adik tanpa alasan." jawabnya lagi dengan kepala menunduk sedih.


Vale mengusap lembut kepala kecilnya. "Kamu harus semangat, jangan sedih terus menerus. Roda kehidupan itu selalu berputar, ada saatnya nanti kamu akan di atas. Okey?" ucap Vale sambil tersenyum. Anak laki-laki tersebut tersenyum dan mengangguk semangat.


"Terimakasih kakak." ucapnya lagi.

__ADS_1


Vale mengangguk, lalu bangkit berdiri. "Kakak pergi ya, sekarang kamu pulang antar makanannya buat Ibu sama Adik kamu." anak kecil tersebut mengangguk dan pergi sambil memeluk kantong plastik pemberian Vale.


Tanpa Vale sadari, sejak tadi Sean berdiri di depan pintu Restoran sambil menatap interaksi Vale dan anak kecil itu. Bibirnya tersenyum hangat melihat betapa mempesonanya sosok Vale saat ini.


Valerie berbalik dan terkejut mendapati Sean menatapnya dengan senyum manis.


"Sudah selesai?" tanya Vale sambil menghampiri Sean.


Sean mengangguk pelan, lalu memeluk tubuh Vale saat gadis itu sudah sampai di hadapannya.


Vale mengernyit heran saat Sean tiba-tiba memeluknya di tempat umum seperti ini.


"Bisa kamu hentikan sifatmu ini?" tanya Sean sambil mengusap punggung Vale.


Vale semakin mengerutkan keningnya. "Sifat apa?" tanya Vale bingung.


"Sifat terlalu baik hati seperti ini. Kamu membuat orang mencintaimu tanpa kamu sadari." ujar Sean lagi.


"Sean kamu aneh. Memangnya aku salah menolong orang?" ujar Vale sambil menepuk punggung Sean.


"Tidak salah, kamu hanya terlalu mempesona jika melakukan itu." ucap Sean lagi. Vale menahan dirinya untuk tidak memerah dan meledak. Vale mendorong tubuh Sean dan pergi lebih dulu ke arah mobil.


"Cepatlah Sean! Waktu makan siang sudah habis." ujar Vale sambil menutupi pipinya yang memanas. Sean menatap tingkah Vale dengan bibir tertarik ke atas, lalu menghampiri gadisnya itu.


Bersambung....


Hay.. hay.. hay..


ayo gabung di chat Violet Slavny. maaf lama up karena menumpuknya tugas di karenakan #dirumahaja dan #semuakarnaCorona. sebentar lagi juga UTBK😒😒


jangan lupa cuci tangan dan jaga kesehatan ya😊😊

__ADS_1


bye.. 😘💕


__ADS_2