
Akhirnya Sean Update.
Tekan tombol likenya dulu dong.
Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.
~Selamat membaca~
***
Valerie terdiam sambil menatap wajah Sean yang terlelap pulas dipelukannya. Selagi Sean tertidur, Valerie tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menikmati wajah seseorang yang begitu dia rindukan.
Valerie tak tertidur hanya untuk menatap lekat wajah Sean yang tertidur nyenyak. Nafasnya teratur menerpa leher jenjang Vale. Senyum Vale bahkan tak luntur selama dia bertemu dengan Sean.
Vale berulang kali menahan rasa geram untuk tidak menganggu tidur pulasnya. Sean bergulat tak nyaman sebentar, sampai akhirnya mendapat posisi yang lebih nyaman lagi.
Sean memeluk erat tubuh Valerie yang dia jadikan bantal serta gulingnya. Hingga akhirnya, kantuk ikut menyerangnya di karenakan bosan. Sampai kesadarannya perlahan direnggut dan ditarik ke dalam alam bawah sadarnya.
Moskow - Rusia| Mansion Romanov
Gregory Romanov memiliki seorang anak laki-laki bernama Pavlo Romanov. Pavlo Romanov memiliki seorang putra yaitu Sean. Sehingga, Seanlah yang akan mewarisi seluruh kekayaan dan kekuasaan Romanov.
Oleh sebab itu, semua rencana sudah disusun oleh Pavlo dan Ayahnya Gregory. Mereka akan melakukan apapun agar Sean mau melakukan apa yang mereka inginkan.
Dan berhasil.
__ADS_1
Mereka berhasil melakukannya. Sean menyetujui pertunangannya dengan Annastasia dan akan menggunakan marga 'Romanov'.
"Semuanya berjalan sesuai yang kita rencanakan pa." ucap Pavlo sambil menyesap rokoknya dengan senyum bahagia.
Gregory tersenyum. Akhirnya, dia tak perlu mengkhawatirkan nasib penerus Romanov lagi. Cucunya itu akhirnya bersedia melakukannya.
"Mudah saja membuat anak itu mengikuti perkataan kita. Menggunakan ibunya yang sekarat di rumah sakit dan menggunakan nyawa gadis itu." tambah Pavlo lagi dengan senyum kemenangan.
"Bagaimana perkembangan ibunya?" tanya Gregory.
"Tak ada. Aku yakin dia tak akan bangun lagi." jawab Pavlo tak peduli. Gregory mengangguk paham.
"Terus awasi gadis itu, sampai pertunangan Sean dan Anna terlaksana!"
"Baik pa, serahkan semuanya padaku." jawab Pavlo bangga.
***
Sean tersenyum tipis menatapnya. Perlahan tangannya merambat naik untuk mengelus pipi lembutnya.
"Maafkan aku, jika nanti aku membuatmu banyak menangis."
"Tunggu aku dan bertahanlah! Aku melakukannya untuk kita." desis Sean dengan sorot mata terpukul. Tangannya tak berhenti mengelus pipi mulus Vale naik turun.
Tanpa sadar kalau gerakannya itu membuat Vale terusik. Sean terkekeh melihat ekspresi mengerut Vale.
__ADS_1
"Bangun, Putri tidur!" ucap Sean menggoda. Vale mendengus sambil meregangkan tubuhnya. Perlahan kedua mata Indah Vale terbuka, lalu tersenyum ke arah Sean.
Vale melingkarkan tangannya di leher Sean tanpa ragu-ragu. "Kamu tidak diijinkan pergi!" ujar Vale sambil memeluk leher Sean. Sean terkekeh mendengarnya.
"Baik Mam." jawab Sean patuh dengan senyum gelinya.
Sean berbaring di sebelah Vale sambil memeluk perut rampingnya.
"Ingin mendengar satu rahasiaku sayang?" tanya Sean. Vale yang mendengarnya langsung menatap Sean lekat.
"Kamu tidak keberatan aku tau?" tanya Vale yang dibalas anggukan oleh Sean.
Vale tersenyum dan menyuruh Sean untuk memberitahunya.
"Ayahku adalah Romanov, namun aku Aliano. Apa kamu tidak pernah berpikir kenapa?" Vale mengangguk. Pertama kali berkenalan dengan papa Sean di mansion, Vale dibuat kebingungan karena perbedaan marga anak dan ayah itu.
"Ibuku bernama Louis Karol Aliano. Aku lahir di karenakan kesalahan Ibu dan Ayahku. Ibuku bekerja di sebuah bar dan akhirnya terjadilah hal tidak diinginkan itu. Sampai Ibuku akhirnya hamil dan dia meminta pertanggung jawaban dari Ayahku. Namun, dia mengusir Ibuku karena Ibuku misikn dan tak pantas dengannya." Vale menggenggam tangan Sean erat saat melihat raut sedih di wajahnya.
"Ibuku memperjuangkanku sendirian, sehingga aku lahir tanpa mengenal sosok Ayah. Aku dan ibuku terlantar dijalanan. Ibuku bekerja banting tulang untuk kami dan aku membantunya dengan mengemis."
"Ibuku sering sakit-sakitan karena tubuhnya yang tak lagi kuat. Hingga hari itu, Ibu mengalami kecelakaan. Aku bingung mencari uang ke mana untuk menyembuhkannya. Hingga, Ayahku tiba-tiba datang dan menawarkan perjanjian padaku. Dia akan menyelematkan Ibuku jika aku tinggal bersamanya dan masuk ke dalam keluarganya. Aku setuju saat itu, namun semakin aku dewasa, aku mulai mengerti kenapa dia tiba-tiba datang menemuiku."
"Dia menikah dengan seorang wanita terpandang. Mereka memiliki dua putri, namun kehamilan kedua berjalan tidak lancar, sehingga Putri keduanya meninggal dan istrinya harus berakhir dengan pengangkatan rahim. Dia membutuhkan seorang putra untuk meneruskan Romanov, dan akhirnya mencari jejak Ibuku dan mengetahui jika anaknya yang telah dia buang adalah seorang anak laki-laki."
"Dia datang, hanya untuk menggunakanku sebagai alat pewarisnya." sambung Sean.
__ADS_1
Bersambung...