
Sean Update.
Vote and like.
Join grup chat Violet Slavny.
****
Seisi lobi tiba-tiba riuh saat sosok Aiden masuk ke dalam kantornya dengan beberapa pengawalnya. Orang-orang seketika datang dan mengerumuninya.
Vale bangkit berdiri dengan raut khawatir. Benar apa katanya, Aiden terlalu mencolok.
Matanya mencari sosok Aiden yang tertutupi oleh punggung orang-orang. Vale bingung harus melakukan apa.
Namun tiba-tiba kerumunan orang-orang tersebut tampak terdiam sejenak, lalu bubar dengan raut gembira.
Valerie yang melihatnya dari kejauhan mengernyit bingung. Apa yang baru saja terjadi?
Valerie terdiam dengan segala pemikirannya sampai-sampai ia tidak menyadari sosok Aiden sudah sampai dihadapannya.
"Melamun?" Vale tersentak saat Aiden angkat suara dan tangannya terulur mengelus pipinya.
Valerie terkikuk dan menatap sekelilingnya. Orang-orang tampak menatap ke arah mereka dengan raut tak suka, yang berhasil membuat Vale meringis.
Vale kembali menatap ke arah Aiden dengan wajah berkerut. Aiden terkekeh lucu melihat wajah gadis itu.
"Akhirnya aku bisa melihatmu lagi setelah sekian lama." ujar Aiden dengan senyum gembiranya.
"Kenapa tidak menghubungiku saja?" tanya Vale.
"Jadwalku sangat padat belakangan ini, Managerku menahan ponselku berhari-hari." ujar Aiden.
"Bisa kita makan? Aku sudah lapar." ujar Aiden sambil memegang perutnya yang keroncongan.
__ADS_1
Valerie mengangguk, lalu melangkah bersama Melanie dan Aiden menuju kantin mereka.
Melanie, Vale dan Aiden mengambil barisan untuk mengantri mengambil makan siang.
Vale berulang kali menoleh ke belakang untuk berbincang dengan Aiden yang berada di belakangnya. Aiden tampak gembira dan sesekali tersenyum melihat seluruh ekspresi yang Valerie keluarkan.
Aiden juga bersikap sangat manis dengan membawakan nampan makan siang Valerie ke meja mereka. Melanie duduk di sebelah Vale dan Aiden duduk di hadapan Valerie. Tentu saja kedua pengawal Aiden dengan senantiasa berdiri untuk mengawal situasi.
"Oh iya, aku lupa kenalin kamu sama sahabat aku waktu itu. Dia Melanie." ujar Valerie setelah bokongnya terduduk di kursi.
Aiden mengulurkan tangannya pada Melanie dengan senyum manis. "Aiden."
"Melanie." jawab Melanie ikut tersenyum.
Tampak suasana kantin penuh dengan bisikan-bisikan setan yang mengarah pada mereka. Tatapan tajam juga diterima oleh Valerie dengan gamblangnya.
Valerie menyantap makan siangnya dan mencoba untuk tidak peduli.
"Gimana hubungan kamu dengan Vale?" aku tersedak saat mendengar pertanyaan Melanie yang tiba-tiba.
Vale meringis merutuki betapa joroknya dia. Namun Aiden tampak membersihkannya tanpa rasa jijik. Aiden mengambil lembaran tissue lagi dan membersihkan bibir Vale dengan penuh perhatian.
"Makanlah dengan pelan Vale!" ujar Aiden memperingati. Vale mengangguk bodoh dan malu. Vale menoleh ke arah Melanie dan melempar tatapan kesal pada sahabatnya itu.
Melanie tersenyum puas dan melanjutkan makannya tanpa merasa bersalah.
Namun tiba-tiba kantin tampak ricuh.
"Selamat siang Mr. Romanov."
"Selamat siang tuan."
"Selamat siang Sir."
__ADS_1
Sapaan-sapaan itu membuat Valerie dan Melanie menoleh ke arah belakangnya. Tampak Sean dengan seorang wanita cantik yang menggandengnya melangkah memasuki kantin.
Valerie ingat bahwa Melanie mengatakan hari ini tunangan Sean akan datang. Jadi wanita itu adalah tunangan Sean. Melanie tampak tersenyum miring melihat kedatangan pria yang telah membuat sahabatnya bersedih.
"Sudah kukatakan ini akan sangat seru." batin Melanie senang.
"Dia cantik, seksi dan berkelas. Tidak bisa dibandingkan denganku." batin Vale sedih.
Inilah yang dulu selalu ia pikirkan. Jadi selama ini Sean benar-benar hanya terobsesi sesaat padanya dan setelah bosan laki-laki itu akan membuangnya. Vale selalu memantapkan hatinya agar tidak jatuh dalam pesona Sean, namun pria itu berhasil membuatnya jatuh sedalam-dalamnya.
Vale tidak bisa menyembunyikan raut wajah sedihnya. Hingga ia merasakan tangannya digenggam dengan erat. Vale menoleh, mendapati Aiden menatapnya dengan pandangan lembut.
"Jangan bersedih! Jangan tampak lemah dihadapannya!" ujar Aiden menyemangatinya. Vale tersenyum membalas ucapan semangat Aiden.
Aiden sudah mengetahui siapa pria yang selama ini mengaku menjadi calon suami Vale dan menahan Vale tinggal di rumah pria itu selama lima hari.
Pria yang membuat Aiden kehilangan akal saat seorang laki-laki yang menjawab telepon Valerie. Berita memuncak saat Sean membawa Valerie ke pesta pernikahan keluarga Raveno dan Aiden membawa Valerie ke pesta premier filmnya.
Aiden juga mengetahui semua hak itu melalui mata-mata yang dibayarnya. Aiden mengetahui di mana rumah Sean dan Valerie begitu dekat.
Dan satu rahasia yang ia dapat saat mengorek lebih dalam.
Sean adalah anak laki-laki yang membuat Valerie mulai jarang bermain dengannya. Sean adalah anak gelandangan yang sangat Aiden benci karena berhasil merebut perhatian gadis kecilnya. Anak gelandangan yang sangat jarang berbicara dan tak pernah menyebutkan namanya pada siapapun termasuk Valerie.
Vale, Sean dan Aiden adalah orang yang terikat sejak dulu dan dipertemukan kembali sekarang.
Bersambung....
Join grup Chat Violet Slavny.
Setelah ini apa kalian jadi mendukung Aiden atau tetap dengan Sean???
Note: next chapter tiga hari kemudian. (8/5)
__ADS_1
Bye...😘