The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 31


__ADS_3

Akhirnya Sean Update.


Tekan tombol likenya dulu dong.


Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.


~Selamat membaca~


***


Valerie menggenggam tali tasnya dengan erat. Dirinya khawatir dan gugup sejak turun dari mobil. Di tambah kakinya semakin dekat menuju pintu masuk kantor. Langkahnya berat. Rasanya tak ingin masuk ke dalam sana. Kakinya berhenti di sana dan hanya menatapi pintu bening tersebut.


Puk..


Valerie menoleh saat merasakan pundaknya di tepuk. "Melanie."


"Kenapa terdiam di sini?" tanya Melanie heran. Vale terdiam menutup mulut dan kepalanya menunduk lesu.


"Kenapa tidak meminta izin saja?" tanya Melanie yang tau dengan beban gadis itu.


"Hari ini kak Jovan akan datang menemui Sean. Aku khawatir dengan apa yang akan di lakukan kak Jovan." jawab Vale.


"Apa? Kak Jovan datang?" tanya Melanie.


"Iya." jawab Vale sambil mengangguk.

__ADS_1


"Yasudah ayo masuk!" ucap Melanie sambil menarik tangan Vale.


Vale menahan kakinya untuk tak bergerak saat Melan menariknya. Namun Melanie langsung menarik kuat tubuhnya.


Vale menunduk selama berjalan di koridor lobi dan berusaha menulikan telinganya. Melanie berjalan santai dengan wajah masa bodoh dan mengantar Vale ke ruangannya.


Vale dan Melanie memasuki lift yang di penuhi oleh orang-orang yang menatap mereka sinis. Berbisik-bisik dengan wajah kesal dan marah yang di tujukan pada Valerie.


Tiga menit yang terasa lama di dalam lift bagi Vale, karena mendengar cemoohan yang tertuju padanya. Hingga akhirnya mereka sampai di lantai tempat ruangan Vale berada.


Melanie dan Vale memasuki ruangan milik gadis itu.


"Akhirnya sampai." ucap Melan sambil membuang nafasnya lega.


Valerie duduk ke kursinya dan meletakkan tasnya dengan gusar.


"Bersikap masa bodoh saja Vale. Mereka tidak tau apapun. Mulut mereka akan tertutup sendiri karena bosan membahas hal itu." jawab Melanie santai.


Vale membuang nafasnya lelah. Hingga ia rasakan ponselnya bergetar di dalam tasnya. Di rogoh tasnya dengan cepat dan menatap Id Call yang tertera di sana.


Sean. Nama itu tertera dengan jelas di layar ponselnya. Hati Vale bergetar. Kemana saja pria itu sejak kemarin? Kemarin seharusnya pria itu segera menelponnya. Kenapa baru sekarang?


Pertanyaan itu berkecamuk di otak Valerie. Jarinya ragu harus menggeser ikon apa. Melanie yang menyadari hal itu langsung menatap ponsel Vale dan merebutnya.


Vale terkesiap kaget saat Melanie mereject panggilan tersebut.

__ADS_1


"Jangan menghubunginya dulu sampai dia bertemu dengan kak Jovan." ucap Melanie yang paham dengan tatapan menuntut Vale.


Vale menghela nafas pasrah. Melanie mengembalikan ponselnya dan di tatapnya ponsel itu lekat-lekat. Vale pikir, Sean akan menghubunginya kembali. Namun salah. Pria itu tak menghubunginya kembali.


Kini giliran ponsel Melanie yang berdering nyaring. Melanie menatap layar ponselnya.


"Kak Jovan." ucap Melanie sebelum mengangkat telfon itu.


"Halo kak."


"Mel, aku sudah sampai di perusahaan tempat kalian bekerja. Aku yakin Valerie akan malu untuk ke luar dan mengantarku ke ruangan Bos kalian. Bisa kau membantuku?" tanya Jovan di seberang sana.


"Ahh.. Iya kak. Bisa. Aku akan segera turun dan menemui kakak di lobi."


"Terimakasih Mel."


"Iya sama-sama kak." jawab Melan. Dan akhirnya sambungan telfon tersebut terputus.


Vale menatap Melanie dengan raut wajah penasaran.


"Kak Jovan sudah sampai di sini. Aku akan menemuinya dan mengantarnya ke ruangan Sir Sean. Kau di sini saja. Bye.." ucap Melan sambil bergegas ke luar dari ruangan Valerie.


Valerie menatap pintu ruangannya yabg tertutup rapat setelah kepergian Melan. Sunyi. Ruangan ini kembali sunyi sama seperti kesunyian yang Vale rasakan saat ini. Matanya kembali menatap ponselnya dengan raut sedih.


Bersambung...

__ADS_1


Maaf ya sedikit, yang penting up.


Bye... 😘💕


__ADS_2