
Akhirnya Sean Update.
Tekan tombol likenya dulu dong.
Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.
~Selamat membaca~
***
BRAK.
Vale menatap lekat punggung pria yang sangat dia kenal, perlahan berputar menoleh ke arahnya.
Mata Vale berkaca-kaca melihat pria yang dia rindukan, kini berada di depan matanya.
Vale berlari kencang ke arah Sean dan menabrak tubuhnya dengan tubuh Sean yang sudah siap menerimanya.
Vale memeluk erat leher Sean dan menenggelamkan wajahnya di leher pria itu. Air matanya turun dengan deras berbarengan dengan pelukannya yang mengerat.
Vale tak ingin melepaskannya saat ini, dia ingin memeluk Sean sampai dia puas. Sedangkan Sean tersenyum senang menerima pelukan hangat dari gadis yang juga sangat dia rindukan.
Sean memeluk erat pinggang Valerie sambil sesekali mengecup pelipis gadis itu.
__ADS_1
"Begitu merindukanku? Sampai kamu menangis begini." ucap Sean lembut sambil mengelus punggung Vale naik turun.
Vale terisak dengan mata tertutup. Dia tak ingin berbicara saat ini dan hanya ingin memeluk Sean dengan erat.
"Kamu tau, betapa bahagianya aku ketika tau kamu merindukanku juga?" tanya Sean. "Tak terkatakan bahagianya, sampai aku ingin menghampirimu saat itu juga. Memelukmu seperti ini dan menciummu sampai puas." tambah Sean dengan senyum tang tak luntur dari bibirnya.
Tangis Vale perlahan mulai mereda, lalu menatap wajah Sean dengan mata memerah. Sean membalas tatapan Vale dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang.
Tangan Sean terulur, mengelus pipi basah Vale yang penuh air mata. "Aku merindukanmu sampai rasanya sakit." ucap Vale sambil menahan tangisnya.
"Tetapi aku senang, kamu menepati janjimu secepat ini." tambah Vale lagi. Sean tersenyum hangat mendengarnya. Dadanya berdesir kuat dan akhirnya perlahan mendekatkan wajahnya meraih bibir ranum Vale yang menggoda.
Menyecapnya lembut, bermain dengan ahli, membelai hingga Vale terbuai dengan permainannya. Sean merindukan kelembutan ini. Kedua insan itu terpejam menikmati alur permainan yang mereka buat.
Saling berperang dan berbelit dengan tak sabar. Sean bahkan dibuat takjub dengan respon Vale yang pertama kali dia rasakan saat ini. Gadis itu menerimanya dan membalasnya dengan ahli. Sejak kapan gadis ini belajar? sampai membuat Sean frustasi sendiri dibuatnya.
Sean melepas tautan mereka, saat dirasa Vale mulai kehabisan nafas. Dengan hidung saling menempel, Sean dan Vale saling berebut oksigen dengan jarak yang begitu dekat.
Vale menggigit bibirnya pelan sambil menatap lekat mata Sean. Jempol Sean menyapu bibir merah Vale dengan lembut. "Jangan digigit!" ujar Sean dengan nafas terengah-engah.
Vale tersenyum pelan dan mulai berani untuk memulai permainan. Vale memangut bibir Sean kembali. Membelai, membelit dengan rakus. Sean dibuat pusing dengan sensasi lembut bibir Vale yang menyapu bibirnya, serta permainan tangan Vale dirambutnya.
Dia harus menahan diri untuk tidak menerkam Vale saat ini juga. Ingin mengakhirinya, namun nafsu menguasainya.
__ADS_1
Sean mengangkat tubuh Vale tanpa melepas pangutan mereka. Membawa gadis itu menuju ruangan pribadinya. Membaringkan tubuh mereka di atas ranjang, sambil terus bergulat tanpa mau berhenti.
Tangan Sean terulur mengelus leher jenjang Vale dan sesekali menekan tengkuk gadis itu agar memperdalam tautan mereka.
Tangan Valerie perlahan turun mengelus dada bidang Sean yang masih terbalut rapi dengan jas dan kemeja.
Sean menahan tangan Valerie agar tidak melanjutkannya. Namun, bibir mereka masih terus bergulat mencari kenikmatan duniawi. Digenggamnya erat tangan Valerie yang berada didepan dadanya.
Tidak! Dia harus berhenti sekarang, sebelum terlambat.
Dengan tak ikhlas, Sean melepas tautan mereka dan membaringkan tubuhnya di samping Vale.
"Stop Vale! Aku tidak tau sampai kapan bisa menahannya lagi." ujar Sean dengan nafas memburu. Gairahnya yang harus ia tanam dalam-dalam saat ini.
Valerie menatap lekat wajah Sean yang tampak menahan diri dengan sekuat tenaga. Valerie menggenggam tangan Sean dan menyusupkan jemarinya diantara jemari Sean.
Membawa tangan Sean kebibirnya, untuk dikecupnya lembut. Valerie tersenyum bangga pada Sean yang mulai bisa menahan diri.
Sean menatap Valerie lembut, lalu memeluk tubuh Vale dengan erat. Menenggelamkan wajahnya dileher Vale, menghirup aroma tubuh Vale yang sangat ia sukai.
Valerie membalas memeluk Sean lembut, sambil mengelus rambut Sean seperti menidurkan seorang bayi.
Bersambung....
__ADS_1