The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 35


__ADS_3

Akhirnya Sean Update.


Tekan tombol likenya dulu dong.


Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi.


~Selamat membaca~


***


Valerie menoleh dengan cepat ke arah televisi yang terpajang di tembok. Tampak gambar di belakang sang pembawa acara menunjukkan foto seorang wanita cantik dengan gaya berpakaian yang Indah. Menunjukkan derajat sosialnya yang tinggi.


Air matanya semakin tumpah mendengarnya. "Bohong." desisnya dengan penuh penguatan.


Ia tak akan memercayainya sebelum Sean angkat bicara langsung mengenai hal ini.


Sedangkan Jovan tampak menatap layar televisi dengan wajah datar. Setelah itu menatap ke arah Vale yang masih terdiam menatap layar televisi dengan wajah sedih.


"Permisi." makanan mereka datang dan membuyarkan kegiatan Jovan dan Valerie.


"Makan Vale!" Valerie mengangguk dan memakan makanannya dalam diam. Wajahnya tampak tak bersemangat setelah mendengar berita itu.


Di lain sisi


Sean menyugar rambutnya dengan frustasi. Tubuhnya berdiri menjulang di depan seorang pria tua yang duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya.

__ADS_1


Sean baru saja mendarat di Rusia untuk menemui keluarganya, terutama orang yang sangat ia rindukan.


Namun, semuanya berantakan saat ia langsung di sambut dan di bawa menemui orang di hadapannya.


"Kau tidak ingin memelukku?" tanya pria itu.


"Hehh... Tidak! Untuk apa? Aku datang bukan untuk menemuimu." jawab Sean dengan senyum miringnya.


Pria tua itu tampak tersenyum dingin sambil menatap Sean tajam. "Ayahmu masih di sana?" tanyanya lagi.


"Ya." jawab Sean singkat.


"Segera bawa dia kembali ke Rusia! Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi." tambah Sean.


"Bagaimanapun dia Ayahmu." ujar pria tua itu.


"Kau adalah seorang Romanov. Kau adalah cucu kebanggaanku satu-satunya." Sean terkekeh remeh mendengarnya.


"Benarkah? Bukan karena hanya aku satu-satunya anak laki-laki yang dia miliki?" desis Sean dengan tatapan tajamnya.


"Iya, dan kau adalah penerus keluarga Romanov satu-satunya." jawab kakeknya.Β  Ya pria tua di depannya adalah kakek seorang Sean.


Sean tersenyum miris mendengarnya. "Bukankah sejak awal aku sudah berkata, aku Aliano bukan Romanov." ucap Sean tajam sambil menatap Kakeknya lekat dengan pandangan berkilat.


Tangannya tercengkram kuat seakan ingin menghancurkan sesuatu sekarang. Dengan penuh amarah ia berbalik dan melangkah ke luar dari ruangan kakeknya.

__ADS_1


Namun langkahnya terhenti setelah ia memegang knop pintu dengan erat dan mendengar kakeknya tiba-tiba angkat bicara.


"Gadis itu bernama Valerie bukan? Dia tinggal di unit tepat di depan rumahmu, bersama Kakek-Nenek dan satu pembantunya. Kira-kira apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya? "


Sean mencengkram erat knop pintu tersebut dengan erat. "Coba sentuh dia sejengkal saja, maka kau akan melihat diriku yang sesungguhnya." ucap Sean lamat-lamat lalu, meninggalkan ruangan kakeknya sambil menutup pintu dengan keras.


Meninggalkan pria tua tersebut yang terdiam dengan raut wajah yang sulit di mengerti.


***


Keesokan harinya, Valerie kembali datang ke kantornya dengan tak bersemangat. Berita kemarin tersiar terus-menerus di televisi bahkan memenuhi ponselnya.


Masuk ke dalam ruangannya, lalu duduk di kursinya. Menatap bunga-bunga yang dulu diam-diam Sean kirim untuknya saat dia pergi ke Rusia.


Senyumnya merekah tipis melihatnya, namun cahaya matanya redup. Setelah itu dia meraih bolpoin emas yang Sean berikan padanya.


Matanya menatap lekat ukiran nama pria itu yang terukir indah di sana.


"Aku merindukannya." batin Vale. Matanya lagi-lagi berkaca-kaca hanya dengan memikirkannya. Dadanya sakit hanya untuk menolak seluruh kenyataan yang terpapar di depannya.


Hatinya membuncah karena ingin bertemu dengannya. Tangannya menggenggam erat bolpoin itu di dadanya dan tangisnya seketika tumpah. Dia tak bisa menahannya lagi, dia selalu menahan perasaan sakit ini di depan orang lain. Kali ini dia ingin menangis sepuasnya. Menangis hingga air matanya tak ingin lagi ke luar.


Bersambung....


Wah... Dah mulai terbongkar nih satu persatu. Udah mulai bisa nebak dong😊

__ADS_1


Vote, like dan komen.


Bye... πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2