The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man
Chapter 83


__ADS_3

Sean yang kini memakai jubah tidurnya, duduk di depan meja komputernya dengan teliti. Terlihat kamera pengawas di beberapa titik hotel tempat Nikolay menginap.


Valerie bangkit dari ranjang dengan gaun tidur tipisnya, lalu melangkah mendekati Sean. Valerie berdiri di belakang Sean dan ikut menatap layar komputer tersebut.


"Masih belum muncul?" tanya Vale membuka suara.


Sean tersadar, lalu memutar badan menatap Valerie. "Kenapa belum tidur? Ibu hamil tidak boleh telat tidur." ujar Sean menarik pinggang Vale lembut dan menuntunnya untuk duduk di atas pangkuannya.


"Aku belum mengantuk." jawab Vale.


Setelah kegiatan panas mereka beberapa jam yang lalu, Valerie dan Sean masih senantiasa menunggu rencana mereka selanjutnya terjadi.


Sean mengelus perut Valerie naik turun. "Kamu belum minum susu?" tanya Sean dengan wajah kaget. Ia terkejut sendiri mengingat hal tersebut.


"Oh iya, aku lupa." ujar Vale polos, setelah itu cengingisan.


Sean mendecak, memindahkan Vale ke kasur, lalu menyiapkan susu untuk Valerie. "Kamu bawa susunya kan?" tanya Sean.


"Iya, di tas." jawab Vale.


Sean mengambil susu dari tas yang Valerie bawa, membaca panduan di kotak tersebut dan membuatnya dengan teliti. Setelah selesai, ia memberikannya pada Valerie.


Valerie menerima dengan senyum manisnya. "Terimakasih Daddy." ujar Vale menggoda Sean dengan suara anak kecil.


Sean tersenyum, lalu mencium kening Vale dengan penuh kasih sayang. Setelah itu, Sean kembali duduk di depan meja komputernya. Valerie ikut memperhatikan sambil meminum susu buatan Sean.


Lima menit kemudian, mata Sean membulat saat melihat sosok Anna dan Nikolay masuk ke dalam lift khusus VVIP.  Valerie juga ikut nimbrung memperhatikan.


Nikolay terlihat membopong Anna yang tampak seperti orang mabuk. Anna terlihat bergelayutan di lengan Nikolay sambil menggoda Nikolay. Bahkan Vale dan Sean begitu terkejut saat Anna menarik Nikolay tiba-tiba dan mencium pria itu rakus.


Sean tersenyum miring. "Kita mendapatkannya." ujar Sean pada Vale.

__ADS_1


Vale ikut tersenyum senang. Malam itu Sean dan Vale sibuk memantau kedua pasangan yang sedang dilanda gairah tersebut. Mereka berdua berakhir di ranjang sama seperti yang Sean dan Vale rencanakan.


***


Mata Vale mengerjab pelan menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya. Meregangkan tubuhnya yang kaku, lalu duduk di atas ranjang yang tampak kosong.


Sean tidak ada disampingnya. Valerie bangkit dari tempat tidurnya, lalu masuk ke dalam toilet untuk membilas wajahnya. Setelah selesai, Valerie melangkah ke arah pintu, membuka sedikit dan mengintip, apakah ada orang lain diluar sana.


Valerie hanya dapat melihat Sean seorang diri duduk di kursi kebesarannya. Memastikan situasi aman, Valerie melangkah keluar dari kamar masih dengan gaun tidur tipisnya yang transparan.


Sean yang mendengar pintu terbuka, menoleh ke sumber suara dan mendapati Valerie yang terlihat begitu menggoda dengan gaun tipisnya yang sedikit berantakan, melorot di bahu mulusnya dan dadanya yang bulat.


Sean yang melihat pemandangan indah tersebut langsung meneguk ludah. Rambut Valerie yang tergerai, wajah polosnya dan pakaiannya yang menggoda berhasil membuat sesuatu di dalam diri Sean bergejolak.


"Sean." Suara lembut yang memanggilnya namanya saja membuat tubuh Sean bergetar.


Valerie melangkah kecil, berhenti di samping kursi Sean dan duduk di atas pangkuan pria itu dengan santai. Valerie memeluk leher Sean erat, lalu menyusupkan hidungnya di leher Sean yang setengahnya tertutupi kerah baju dan jas.


Sean yang dipeluk tiba-tiba oleh Valerie hanya bisa diam sambil memeluk pinggang wanitanya agar tidak terjatuh. Walau sejujurnya ia diam hanya untuk menahan sesuatu dalam dirinya untuk keluar. Sean bisa merasakan dengan jelas dada Vale yang tidak terbalut apa-apa bersentuhan dengan dadanya.


Bahkan Sean bisa melihat dibalik gaun tipis itu, Valerie hanya menggunakan celana dalam.


"Kamu belum mandi?" tanya Sean yang dibalas gelengan kepala oleh Vale.


"Mandi sana terus ganti baju!" ujar Sean lembut sambil mengelus punggung Vale naik turun.


Vale merungut. "Kamu ngusir aku?" tanya Vale cemberut.


Sean mengernyit. Memangnya dia terdengar seperti mengusir? Sean menggeleng, lalu mengecup kepala Vale.


"Tidak. Aku hanya mengatakan kamu mandi." ujar Sean apa adanya.

__ADS_1


Vale menjauhkan wajahnya dari leher Sean dengan wajah memberengut. "Maksud kamu aku bau?" tanya Vale kesal.


Salah lagi. Sean membuang nafas pelan. "Bukan sayang, kamu wangi kok." ujar Sean penuh perhatian sambil mengusap pipi Vale lembut.


"Bohong." ujar Vale ketus.


Ada apa dengan Valerie? Apa ini bawaan hamil? Kalau iya, anaknya benar-benar menyiksa dirinya sekarang.


Sean menarik tengkuk Vale lembut, lalu mencium bibir manis Vale dengan penuh perhatian. Valerie terlena, ia bahkan membalas ciuman lembut Sean.


Sean tersenyum dalam pangutannya dan tangannya perlahan merambat naik mencengkeram dada ranum Valerie dengan satu tangannya.


Vale meringis merinding merasakan tangan kekar Sean di dadanya. Tangan Sean dengan lihai mulai menggoda bagian sensitif Vale yaitu puncak dadanya yang mengeras.


Tubuh Vale bergetar, lalu menjauhkan kepalanya dari Sean. Vale menggigit bibir menahan erangan. Ini masih pagi dan mereka berdua sudah dilanda gairah yang begitu besar.


Semenjak hamil bagian dada Valerie menjadi sangat sensitif. Vale mencengkeram tangan Sean yang berada di dadanya. "Sakit." ujar Vale menggigit bibir. Sean tersadar bahwa ia sudah menyakiti wanitanya, ia langsung menjauhkan tangannya dari Vale.


"Sakit? Maaf sayang." ujar Sean mengusap pipi Vale lembut.


Valeri menatap Sean lekat dengan pandangan berkabut. Keringat membasahi wajah dan lehernya. Valerie menarik nafas ngos-ngosan, lalu mencengkeram jas Sean dengan wajah memerah.


"Kamu yang memancingku."


Valerie dengan setengah sadar langsung ******* bibir Sean rakus. Wanita hamil itu dibutakan gairah saat Sean berhasil menarik sesuatu didalam dirinya untuk keluar dan mengganas.


Sean terkejut namun akhirnya tersenyum senang. Dengan senang hati ia menerima perlakuan Valerie padanya. Melanjutkan kegiatan panas mereka di dalam kamar.


Bersambung...


Maaf aku lama up karna ospek. Aku udah kasih info di grup chat Violet Slavny, kalian boleh gabung kesana untuk tanya2 berita.

__ADS_1


Next Up : besok


__ADS_2