
Setelah mereka turun dari lantai 2 menuju lantai 3, mereka mulai menelusuri di sekitar mereka yang lalu ketika itu mereka menemukan beberapa monster yang lebih sedikit dari jumlah monster jika dibandingkan dengan monster di lantai 2, tapi dalam kekuatan mereka benar-benar unggul sampai terkadang beberapa dari mereka harus bekerja sama hanya untuk menumbangkan 1 monster.
"ha, apa-apaan monster disini, mereka bahkan lebih merepotkan dari monster di lantai atas," kata rui yang ketika itu masih disembuhkan oleh kumara.
"ngomong-ngomong ada berapa banyak lantai yang ada di dungeon ini, ?" tanya kazuto kepada mereka.
"tidak ada yang tahu ada berapa banyak lantai di dungeon ini, tapi sejauh yang kutahu jika petualang yang paling jauh memasuki dungeon ini adalah lantai 7," jelas margaret.
"apa monster disana terlalu kuat, ?" tanya kumara kepada margaret.
"bukan karena itu, tapi karena tanah di lantai itu dikelilingi oleh magma, jadi hanya ada segelintir penyihir yang mampu untuk bertahan disana selama beberapa menit," jelas margaret.
"hah, daripada memikirkan itu lebih baik kita memikirkan monster yang kita hadapi di lantai ini, arrghh," teriak rui yang ketika itu lukanya masih diobati oleh kumara.
"tolong jangan bergerak, lukamu masih belum selesai kuobati," kata kumara kepada rui.
"maaf maaf, ok. Arrgghh," teriak rui yang ketika itu kesakitan karena luka yang dia terima.
"jadi bagaimana, ?" tanya crone kepada yang lain.
"aku rasa lebih baik kita keluar dari dungeon ini, monster yang kita lawan memiliki kemampuan yang tidak mungkin bisa kita hadapi" kata kazuto yang ketika itu sama sekali tidak tidak ada tanggapan menentang.
"tapi meski kita mencoba untuk naik ke lantai atas, apa kau pikir monster itu tidak akan melakukan apapun dan membiarkan mangsanya pergi," kata alfret kepada kazuto.
"tidak, mereka tidak akan mengejar kalian, karena.." kata kazuto yang ketika itu menunjuk dirinya, "aku akan menahan mereka disini," kata kazuto kepada mereka.
__ADS_1
"apa," teriak mereka.
"hei, apa kau pikir jika kami akan membiarkan hal itu," kata rui yang ketika itu berdiri dan memegang kerah kazuto.
"tenanglah dulu," kata kazuto yang memegang tangan rui.
"bagaimana aku bisa tenang dengan fakta jika kau mencoba untuk menahan mereka selagi kami melarikan seperti seorang pecundang, hah," bentak rui kepada kazuto.
"aku mengerti dengan apa yang kau katakan, tapi tolong dengarkan rencanaku ini," kata kazuto yang ketika itu rui melepaskan tangannya dari kerah kazuto.
"seperti yang kau ingat, monster yang kita lawan tadi adalah monster yang memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan mereka, karena itu kumara tidak mampu untuk merasakan mereka ketika dia memeriksanya kemari," katanya.
"jujur saja, diantara kita yang mungkin memiliki kesempatan paling besar untuk bertahan melawan monster itu adalah aku," kata kazuto kepada mereka.
"master, apa anda maksud," kata kumara kepada kazuto yang ketika itu mengangguk.
"green mode, maksudmu mode alammu yang mampu untuk mengeluarkan akar itu, ?" tanya crone.
"benar, tapi kemampuan lain dari mode ini adalah kemampuan untuk merasakan kehadiran sesuatu, baik itu monster ataupun batu sihir, aku dapat merasakan mereka," kata kazuto yang membuat semua orang mengerti jika kazuto adalah satu-satunya yang memiliki kesempatan untuk melawan monster itu, karena bahkan mereka sendiri tidak bisa merasakan keberadaan monster itu apalagi mencobauntuk melawannya.
"tapi meski begitu, meninggalkanmu disini dan pergi keluar dari dungeon.." kata crone yang ketika itu memasang wajah yang sulit.
"kalau begitu bagaimana kalau begini," kata claudia yang berniat untuk memberikan rencananya.
"menurut kalian, bagaimana soal rencana kazuto, ?" tanya profesor yang ketika itu masih melihat para murid yang berada di dalam dungeon.
__ADS_1
"jujur saja, itu rencana yang sangat berisiko, lawan mereka adalah monster dengan kemampuan untuk menyembunyikan diri mereka, ini adalah tipe musuh yang sangat menyulitkan penyihir," kata salah satu profesor yang kepada profesoe yang lain.
"tapi kazuto sendiri mampu untuk merasakan hawa keberadaan seseorang atau sesuatu menggunakan modenya, jika digabungkan dengan kemampuannya maka setelah aku perkirakan dengan hati-hati, itu adalah 10% kemungkinan jika mereka bisa gagal," kata profesor chloe kepada profesor yang lain.
"ya, itu benar," kata profesor yang menyetujui pendapatkan profesor chloe.
"baiklah apa kalian siap," kata kazuto yang ketika itu bersama dengan anggota kelompoknya bersiap untuk bertarung melawan sekelompok monster kadal yang ketika itu telah membawa semacam senjata.
lalu monster itu pun menggunakan kemampuan mereka dan menyembunyikan diri mereka, bersiap untuk menyerang kazuto dan yang lain.
"green mode, claudia lakukan," kata kazuto kepada claudia yang telah menyiapkan sihirnya.
"baik, connect," kata claudia yang ketika itu memegang tubuh kazuto dan mengalirkan energi mode hijaunya ke yang lain.
"ini.." kata rui yang ketika itu merasakan monster kadal itu mendekat dan segera menghindari serangannya dan memukulnya.
"cepat, aku hanya bisa membuat koneksi ini selama beberapa menit," kata claudia yang ketika itu masih menahan aliran sihir dari tubuh kazuto.
"ya, kami mengerfi, semuanya cepat bunuh mereka," kata crone yang ketika itu langsung berubah ke wujud manusia serigalanya dan menyerang para monster tersebut yang ketika membuat mereka semua menonaktifkan kemampuan mereka dan berniat untuk bertarung dengan cara lama.
"claudia cepat lepaskan," kata kazuto yang ketika itu melihat kesempatan dari para monster yang menonaktfikan kemampuan mereka, dan berlari ke arah monster itu dengan mode birunya yang telah aktif dan dengan segera memotong kepalanya, begitupula dengan yang lain yang ketika itu juga bertarung melawan monster itu dengan mudah, karena saat ini mereka tidak lagi menggunakan trik murahan mereka.
"dan ini yang terakhir," kata crone yang membunuh kadal terakhir lalu ketika itu kembali ke wujud humanoidnya.
"ha, akhirnya kita bisa kembali," kata rui yang merasa sudah cukup dengan dungeon hari ini dan ingin segera untuk tidur di tendanya yang nyaman.
__ADS_1
Tapi ketika itu mereka mendengar suatu suara yang datang dari kegelepan yang melihat ke arah mereka denhan mata kuning bersinar yang lalu ketika itu menunjukkan dirinya dan berteriak karena rekannya telah mati terbunuh oleh kazuto dan yang lain.
"sial, masih ada lagi," kata rui yang ketika itu sudah kesal dengan monster kadal ini, tapi dia tidak segera berlari ke arah monster itu karena ukurannya yang lebih besar dari monster kadal yang mereka bunuh tadi, ketika itu mereka melihat adegan dimana monster itu memegang mayat dari rekannya dan melakukan hal yang tidak biasa dia pun memulai memakan mayat-mayat dari rekannya, dan ketika itu monster itu mengeluarkan aura yang sangat kuat dan melihat ke arah kazuto dan seluruh kelompok yang ketika itu tertekan karena niat membunuh yang sangat kuat.