
"hei mode apa itu, aku belum pernah melihatnya sebelumnya, ?" tanya ren yang melihat dengan terkejut mode baru milik kazuto, berbeda dengan mode sihir birunya mode ini tidak hanya membuat dirinya dikelilingi oleh sihir berwarna biru tapi tubuhnya juga ikut berwarna biru.
"blue mode katanya, jumlah sihirnya benar-benar mengesankan," kata theodor yang terkesan dengan jumlah sihir yang dimiliki oleh mode baru milik kazuto.
"tunggu, lukanya," kata leon yang melihat luka di tubuh kazuto mulai sembuh.
"jadi ini kemampuanmu yang sebenarnya, ?" tanya silvie yang sepertinya akan memulai ronde keduanya dengan kazuto, tapi ketika itu dalam sekejap kazuto berada di hadapan silvie dan memberikannya tendakan kuat yang membuat silvie terpental lalu menabrak tembak dan pasti sudah kalah jika bukan karena penghalangnya yang dia gunakan untuk menahan dan mengurangi dampak tabrakan yang dia terima.
"nona muda silvie tidak mendapatkan waktu untuk membuat penghalang untuk melindunginya dari serangannya, ini tidak mungkin," kata salah satu bangsawan yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
"hm, seperti yang diharapkan darinya," kata duchess elinstein yang tersenyum, tidak menyadari jika ada seseorang yang mendekatinya.
"sepertinya anda menemukan anak yang menarik duchess elinstein," kata wanita yang mengambil tempat duduk di samping duchess.
"halo juga untukmu, duchess greemore," kata duchess elinstein kepada wanita yang berdiri di sampingnya dia memakai gaun berwarna biru muda dengan sarung tangan putih, dia memiliki ciri-ciri berambut putih dengan matanya berwarna biru kristal.
"padahal aku berharap jika putriku dapat bersaing dengan putrimu," jelas duchess greemore.
"aku dengar, jika putrimu dan timnya mendapatkan tempat keempat dengan total 98 poin, hanya 2 poin dari milik putriku," kata duchess elinstein.
"benar, sayangnya rekan-rekan yang menjadi timnya hanya rakyat jelata yang lemah, jika dia berada di tim yang sama dengan kazuto mungkin yang akan berada di stadion adalah putriku dan bukan putrimu," jelas duchess greemore.
__ADS_1
"dan apa kau pikir jika kazuto akan mau berada membiarkan anakmu untuk bergabung dengan timnya," kata duchess elinstein yang menahan amarahnya karena ejekan tidak langsung yang diberikan oleh duchess greemore kepada putrinya.
"dia mendapatkan kesempatan untuk berada satu tim dengan bangsawan tingkat tinggi, sudah jelas jika itu adalah kehormatan baginya untuk membiarkannya masuk ke dalam timnya," kata greemore yang dengan sombong menggunakan statusnya.
"bwahahahahah, maaf hanya saja apa yang kau katakan benar-benar lucu, kazuto bukan tipe orang yang peduli dengan status lagipula dia tidak membutuhkan siapapun selain rekannya untuk bisa menyelesaikan tes sebelumnya, apa kau tidak ingat atau kau pikun dengan perbedaan poin antara kazuto dengan anakmu," jelas duchess elinstein.
"kau.." kata duchess greemore yang menggertakan giginya sambil menatap tajam ke arah duchess elinstein yang juga memberikan tatapan.
"aku maju," kata kazuto yang lalu berlari berputar mengelilingi penghalang silvie, dengan pedangnya menancap di penghalangnya.
"sial," kata silvie yang terus memperbaiki penghalangnya dengan menggunakan sihirnya dan tidak bisa menggunakan sihir apapun karena dia disibukkan dengan ini.
lalu setelah itu kazuto berlari ke arah arena yang lain lalu dengan cepat melesat ke silvie yang ketika memusatkan penghalangnya untuk serangan kazuto, "blue mode : blue slash," kata kazuto yang mengayunkan pedang yang dilapisi oleh sihir biru kazuto dan seketika itu menghancurkan penghalang silvie dan memantulkannya dari arena, menyebabkannya tidak sadarkan diri.
"ha... ha... Aku masih perlu... berlatih lagi *cough*," kata kazuto yang pergi menuju ruang tunggu yang ketika itu tidak ada seorang pun disana.
"sepertinya aku beruntung tidak ada orang disini," kata kazuto yang menaruh punggungnya di lantai lalu berbaring, 'mode ini benar-benar menguras staminaku, 5 tidak, mungkin aku bisa bertahan sekitar 6 menit jika aku dalam kondisi primaku,' pikir kazuto yang mulai bangun dan melihat ke arah arena dimana katia dan astra akan memulai pertarungannya.
"baik, pertandingan terakhir babak semi final akan segera di mulai, silakan katia einstein dan astra winddum memasuki arena," kata wasit yang memanggil kedua peserta terakhir.
"kalian berdua siap, mulai," kata juri yang memulai pertandingan mereka berdua, lalu katia mulai menciptakan tombak api dan menembakkan ke arah astra, yang menggunakan anginnya yang mengubah arah tombak katia dan menebakkan kembali ke arahnya.
__ADS_1
"ice wall," kata katia yang menciptakan dinding es untuk menahan tombak api miliknya lalu bergerak ke arah kiri menghindari setiap serangan angin astra dan menciptakan sihir serangan, "frozen cannon," kata katia yang menembakkan sihir es kepada astra yang membuat lingkaran sihir.
"wind barrier," kata astra yang menciptakan penghalang angin yang ketika itu menjadi es karena terkena sihir katia, katia sendiri tidak melewatkan kesempatan itu dan melesat ke arah astra yang terjebak penghalang es, lalu ketika itu katia mengumpulkan sejumlah sihir di tangan kanannya dan memunculkan api yang di arahkan ke penghalang es tersebut dan menghancurkannya sekaligus memukul astra yang membuatnya menabrak penghalangnya sendiri dan menghancurkannya.
"sial, aku tak menyangka penghalangku dapat dihancurkan seperti ini," kata astra yang terkejut jika penghalangnya dapat dibekukan yang berarti jika sihir es katia lebih kuat dari sihir anginnya, sekarang dia tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan sihir lain, karena akan membuang-buang sihirnya jika dia terus menggunakan penghalang yang pada akhirnya akan dibekukan lagi oleh musuh.
"ice spike," kata katia yang memukul tanah dan menciptakan pasak es yang mengarah ke astra, astra sendiri menciptakan puluhan serangan angin dan menghancurkan pasak es katia, "fire spear," kata katia yang menciptakan tombak api sekali lagi dan menembakkannya ke arah astra lagi lalu menciptakan sihir es dan berputar, "ice spear," kata katia yang menembakkan dua jenis sihir elemen yang berbeda.
"wind barrier," kata astra yang mencitpakan penghalang sekali lagi yang berhasil menahan serangan api katia tapi tidak dengan serangannya esnya yang membuat penghalangnya sekali lagi membeku.
katia lalu melesat kembali ke arah astra yang terjebak sekali di dalam penghalang es, dengan tinjunya yang telah siap, tapi ketika itu dia merasakan sesuatu dari penghalang es yang dia buat dan segera melompat menghindari penghalang es tersebut yang seketika itu hancur karena angin yang tiba-tiba muncul di sekitar astra yang melihat katia dengan tatapan ingin membunuh, anginnya semdiri hitam dan lebih kuat dari yang sebelumnya.
"sudah keluar, sihir keluarga winddum, black wind, angin yang memiliki kekuatan penghancur yang lebih kuat dari sihir angin biasa," kata leon yang mengamati pertarungan katia dan astra.
"sepertinya situasinya akan berbalik," kata theodor yang khawatir, astra dikenal dengan sikapnya yang menganggap jika dirinya lebih hebat dari yang lain, ketika itu pasti harga dirinya tersakiti ketika mengetahui jika tempat pertama bukan miliknya, dia hanya berharap jika kazuto akan baik-baik saja karena sepertinya incarannya yang sebenarnya adalah kazuto.
"maksudmu *munch* apa *munch* paman, ?" tanya ren yang memakan roti isi yang baru dia beli ketika istirahat pertandingan sebelumnya.
"angin hitam yang dimiliki keluarga winddum dikatakan 4 kali lebih kuat dari sihir angin manapun di kerajaan ini," kata theodor, "itu adalah angin yang menunjukkan taringnya ketika perang dengan menghancurkan dan memotong-motong musuhnya," jelas theodor mengenai kekuatan angin hitam keluarga winddum.
"jadi, apakah katia akan baik-baik saja, ?" tanya ren yang menyeruput minumannya.
__ADS_1
"ya, aku hanya berharap jika dia tidak mendapatkan banyak luka," kata theodor yang berkeringat, khawatir dengan apa yang akan terjadi pada putrinya.
Sedangkan saat ini putrinya sedang bertatapan dengan astra yang melihat katia seperti sebuah kelinci, sebelum memulai pertarungan yang akan menentukan siapa pemenangnya.