The Reincarnator

The Reincarnator
bab 43 : festival


__ADS_3

beberapa hari telah berlalu sejak hari itu, dan saat ini kazuto sedang berada di depan gerbang sekolah dengan menggunakan baju biasa untuk pergi menuju festival dengan kakak kandungnya, memikirkannya saja membuatnya khawatir, tapi semua pemikiran itu menghilang ketika dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.


"maaf telah menunggu," kata lousse yang baru muncul dengan menggunakan baju biasa yang sama dengan kazuto, "sekarang ayo pergi," kata lousse yang lalu mereka pun pergi untuk menikmati festival.


"bagaimana harimu belakangan ini, ?" tanya lousse kepada kazuto


"seperti biasa, kecuali ren yang selalu datang ke kamarku setelah pulang sekolah untuk membantunya belajar," kata kazuto yang membuat lousse sedikit tertawa.


"ya, mau bagaimana lagi, jika kau sampai gagal di ujian ini, maka kau tidak akan mendapatkan liburanmu dan harus menghabiskan waktumu di kelas bersama dengan para profesor," kata lousse kepada kazuto.


"anda mengatakan itu, tapi anda selalu mendapatkan nilai terbaik di kelas anda kan," kata kazuto yang melihat bagaimana santainya lousse menikmati hari-harinya di sekolah, lagipula dengan sihir clonenya dia dapat menyuruh klonnya untuk melakukan semua tugas sedangkan dia hanya duduk dan menyesap teh dan tetap mendapatkan hasilnya, dilihat dari manapun itu merupakan sihir yang sangat curang.


"kurang lebih, tapi aku tidak menyangka jika kau juga mendapatkan tempat pertama di ujian akademik dan sihir, aku benar-benar senang," kata lousse yang merasa bangga dengan kazuto, memang darah tidak pernah berbohong.


"terima kasih, tapi tunggu dulu bagaimana denganmu, apa kakak saat ini tidak melakukan ujian, ?" tanya kazuto.


"ya, saat ini klonku sedang mengerjakan ujian dan aku sendiri menikmati waktuku dengan pergi ke festival," kata lousse.


"enaknya, bisa memiliki sihir origin yang kuat," kata kazuto yang sedikit iri dengan sihir origin milik lousse karena jika dibandingkan dengan miliknya, sihir originnya hampir tidak berguna selain digunakan untuk bertarung.


"kau juga memiiliki kemampuan yang hebat, latihlah kemampuan itu dan aku yakin jika suatu hari nanti kau akan melampaui diriku," kata lousse yang tersenyum kepada kazuto.


"ya," kata kazuto yang lalu menikmati festival sepanjang hari dan akhirnya karena mereka lapar mereka pergi menuju kafe terdekat dimana kazuto yang mentraktir lousse.

__ADS_1


"ngomong-ngomong senior lousse bolehkah aku bertanya sesuatu, ?" tanya kazuto.


"hm apa itu," kata lousse.


"bagaimana anda mendapatkan mata octagram, ?" tanya kazuto mengenai mata octagram kepada lousse dan mungkin saka dia bisa menemukan petunjuk apa mata yang dia miliki ini.


"hm, kenapa, apa kau tertarik dengan mata ini, ?" tanya lousse yang menunjukkan mata octagramnya untuk melihat apakah kazuto akan berbohong atau tidak.


"kurang lebih, aku hanya ingin memastikan sesuatu," kata kazuto, 'lagipula aku juga ingin mengetahui apakah mata yang kumiliki adalah salah satu mata octagram itu, tapi aku rasa untuk saat ini aku tidak perlu mengatakan apapun, soal ini,'pikir kazuto.


"hm, ini agak sulit karena kejadian ini terjai ketika umurku 3 tahun, biar kuingat sebentar," kata lousse yang mengingat bagaimana dia mendapatkan octagram.


"jika kau tidak ingat tidak masalah, tapi aku ingin tahu apa saja warna mata octagram dan kemampuan yang mereka miliki, ?" tanya kazuto yang menanyakan secara spesifik kemampuan mata octagram.


"lalu selanjutnya adalah mata octagram hijau, pemilik dari mata ini adalah dokter olivia dari kediaman duke elinstein, kemampuan dari mata ini adalah untuk melihat status seseorang atau suatu benda, dan tidak meninggalkan sedikit pun detail apapun mengenai mereka," kata lousse kepada kazuto.


"jadi begitu," gumam kazuto yang mengingat percakapannya dengan duke dengan bagaimana dokter olivia mampu untuk mengetahui identitas iblis dengan mudah, 'jika dengan itu, maka sudah pasti jika penyusup manapun pasti akan tertangkap,' pikir kazuto yang merasa kasihan dengan penyusup yang akan mencoba untuk membobol rumah duke di masa depan.


"lalu selanjutnya adalah mata octagram kuning, mata ini dimiliki oleh salah satu anak bangsawan di kerajaan tetangga," kata lousse.


"kerajaan tetangga, yang mana, ?" tanya kazuto.


"kerajaan cinder," jelas lousse mengenai asal dari orang yang memiliki mata itu.

__ADS_1


"lalu kemampuan dari mata ini, ?" tanya kazuto.


"kemampuan dari mata itu adalah kemampuan untuk meniru gerakan lawan yang mereka lihat menggunakan matanya, tidak hanya itu bahkan sihir juga bisa ditiru asalkan pemilik dari mata itu memiliki sihir yang cukup," kata lousse.


"lalu selanjutnya dan yang terakhir yang kuketahui adalah mata octagram putih, pemilik dari mata ini adalah saint dari gereja yang berada di kerajaan cinder," kata lousse.


'saint dia bilang, katia bilang jika pahlawan juga akan datang ke dunia melalui ritual apakah tidak lama lagi kita akan melakukan perang,' pikir kazuto.


"kekuatan mata ini sendiri adalah kemampuan mata yang dapat melihat segalanya, kemampuan dari mata ini sendiri adalah melihat secara tembus pandang, dan tidak hanya itu kemampuan mata ini adalah kemampuan untuk dapat melihat orang dalam jarak yang sangat jauh, dan melihat jalur dan jejak sih," kata lousse kepada kazuto.


"hanya itu yang kutahu dan kazuto, dan karena aku telah memberimu informasi ini aku ingin sesuatu sebagai gantinya," kata lousse kepada kazuto.


"apa yang senior inginkan, ?" tanya kazuto yang sepertinya sudah mengetahui tentang apa yang akan ditanyakan oleh lousse.


"aku ingin tahu apa kau bisa menghabiskan setidaknya sehari dari liburan kita untuk menemui ayah dan ibu," kata lousse yang membuat kazuto tidak bisa berkata-kata, jujur saja dia ingin mengetahui seperti apa orang tuanya, tapi hal lainnya dia takut untuk melakukan itu, salah satu alasannya adalah karena mungkin dia tidak akan diterima oleh mereka.


"a-aku..." kata kazuto yang merasa jika dia harus memberi jawaban tapi lousse mendekat ke arah kazuto dan menaruh jari telunjuknya di mulutnya untuk menutup mulutnya, menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa-apa.


"kau tidak perlu terburu-buru, aku yakin ini masih sulit bagimu, tapi ketahuilah ini jika kami akan selalu menyayangimu dan menerimamu dengan tangan terbuka," kata lousse yang membuat kazuto menjadi tidak enak, orang tuanya telah begitu merindukannya tapi saat ini dia malah menjadi pengecut dengan mencoba menghindari dan menunda untuk bertemu dengan mereka.


"ketika akhir dari liburan nanti aku akan mengunjuni mereka," kata kazuto, 'tidak ada gunanya untuk lari, lagipula aku bisa melihatnya dari raut wajah mereka ketika pertemuan pertama kami, dan aku bisa tahu jika mereka pasti dipenuhi dengan emosi, pasti sakit bagi mereka setelah 12 tahun tidak bertemu dengan anak mereka, lagipula ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada mereka,' pikir kazuto yang memutuskan untuk bertemu dengan keluarganya.


"syukurlah," kata lousse yang merasa jika sedikit demi sedikit jika hubungan mereka akan menjadi lebih kuat.

__ADS_1


dan mereka pun melanjutkan jalan-jalan mereka di festival sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke akademi.


__ADS_2