
Setelah kazuto dan kumara keluar dari gua mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di kota dan menikmati liburan mereka di kerajaan lain, karena dia mendapatkan beberapa keping emas dari ayahnya.
Setelah sore mereka pun kembali ke penginapan dimana mereka melihat kesatria wanita dengan lambang kerajaan hexion dengan jubah berwarna merah, dia memiliki rambut pirang panjang yang dikepal dan sepertinya sedang menunggu kedatangan seseorang yang lalu melihat kazuto dan berjalan ke arahnya.
"apa anda kazuto yuki, ?" tanya ksatria tersebut yang kazuto jawab dengan anggukan.
"saya mendapatkan perintah dari yang mulia ratu untuk memberikan surat ini kepada anda, dia juga menyarankan untuk menbacanya pada detik anda mendapatkan surat ini," kata ksatdia tersebut kepada kazuto.
"baik, aku mengerti," kata kazuto yang lalu membuka amplop dan membaca surat yang dia dapatkan dari ibunya.
'kazuto, 5 hari lagi kami akan kembali ke kerajaan, sampai waktu itu tolong jangan kembali ke kerajaan sendirian, karena belakangan ini monster terus berkeliaran, kembalilah bersama dengan kami, ditambah kesatria yang kami kirim untuk memberikan surat ini adalah kestria kepercayaan kerajaan, dia juga mengetahui identitasmu yang sebenarnya, karena itu jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa memberikan permintaan itu kepadanya,' kata ibu kazuto dalam surat yang dia baca, menyuruh kazuto untuk tidak kembali ke kerajaan dan menunggu sampai pekerjaan kedua orang tuanya selesai.
"apa anda sudah selesai, ?" tanyanya.
"ya, dan dari surat ini kau mengetahui rahasiaku kan, ?" tanya kazuto kepada ksatria tersebut.
"ya, sang ratu mempercayai saya dengan ini karena itu saya tidak akan mengecewakan dirinya," katanya kepada kazuto.
"baiklah kalau begitu, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi mulai sekarang mohon bantuan," kata kazuto.
"begitu pula dengan saya," katanya yang ketika itu berniat untuk pergi setelah memeriksa jawaban dari kazuto.
__ADS_1
"tunggu," kata kazuto yang menghentikan wanita tersebut.
"hm, ada apa, ?" tanya ksatria tadi kepada kazuto.
"maaf, boleh aku tahu siapa namamu, akan aneh jika kita tidak tahu nama satu sama lain dan aku rasa akan lebih mudah daripada memanggil anda sebagai nona kesatria," kata kazuto kepada ksatria tersebut.
"britni lander itu adalah namaku," katanya yang lalu mengeluarkan tombaknya, "kau juga bisa memanggilku sebagai spear lancer, britni," kata britni yang memberitahukan identitasnya sebagai salah satu dari 4 pelindung raja, dan lalu setelah itu dia pun pergi meninggalkan kazuto dan kumara di penginapan.
di pagi hari mereka pun kembali ke gua untuk mengambil beberapa kristal tambahan dan menjelajahi lebih lanjut lapisan tengah gua dan berlatih membunuh monster disana, dan seperti yang mereka perkirakan jika monster yang berada di lapisan tengah benar-benar kuat.
"ha.. ha... sial, mereka tidak berhenti-henti untuk muncul," kata kazuto terengah-engah yang ketika itu baru saja membunuh beberapa kawanan monster dan melihat ke arah lain jika kerumunan monster selanjutnya telah datang ke arah mereka.
"master, saya sudah siap," kata kumara yang dalam wujud rubahnya dan ketika itu telah menelan bola sihir yang telah disiapkan sebelumnya lalu dia pun menelan bola sihir itu dan menembakkan serangan sihir ke arah gerombolan monster yang datang ke arah mereka dan mengahabisi semuanya.
"sekarang laba-laba ya," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode merahnya, dan berlari ke arah monster itu yang cuma menahan serangan oedang kazuto menggunakan kaki depannya yang keras.
kumara sendiri langsung berlari ke arah kazuto untuk memberikan bantuan dan mencakar perut atas laba-laba itu tapi meskipun telah berkali-kali dicakar oleh kumara, tapi tubuhnya terlihat baik-baik saja.
"red mode : lightning rage," kata kazuto yang mengaliri pedangnya dan mengenai laba-laba itu yang membuatnya berteriak dan terjatuh, tapi setelah beberapa saat laba-laba itu kembali berdiri dan bersiap untuk menyerang mereka.
"sial, apa tadi tidak mempan," kata kazuto yang lalu berpindah ke mode birunya dan menebas seluruh tubuh keras laba-laba itu, mencoba mencari titik lemahnya, sampai dia menemukan sesuatu yang terasa lebih lembut di bagian tubuh bawahnya.
__ADS_1
'aku menemukannya,' pikir kazuto yang lalu mundur dan mendekat ke kumara.
"bagian bawah perutnya terasa sangat lembut, aku rasa itu adalah titik lemahnya," kata kazuto kepada kumara untuk menyerang bagian perut bawah laba-laba itu, tapi itu cukup sulit untuk mereka, mengingat jika yang mereka lawan adalah laba-laba yang berarti jika mereka harus membalikkan badannya untuk bisa menyerang titik lembutnya.
"antara kita membalikkan badannya dan menyerangnya atau.." kata kazuto yang ketika itu mendapatkan ide untuk membunuh monster itu.
"baiklah, akan saya bantu sebisa saya," kata kumara yang menciptkan bolah sihir lagi dengan ukuran yang lebih kecil karena dia tidak memiliki waktu dan dia pun segera menelan bola itu dan menembakan serangannya kepada laba-laba yang menggunakan kaki depannya untuk menahan serangan kumara yang ketika itu masih terlihat baik-baik saja, tapi tujuan dari kumara bukan untuk membunuh monster itu tapi untuk menghentikan gerakannya.
"green mode : nature vine," kata kazuto yang lalu memunculkan akar dari atap dan lantai yang menahan kedelapan kaki laba-laba dan mengangkatnya ke langit-langit tapi ketika itu monster laba-laba itu terus memberontak dan mencoba melepaskan diri dari dari akar buatan kazuto.
"green mode secret technique : force arrow," kata kazuto yang menembakkan panah dengan kekuatan yang baerkali-kali lebih besar dari serangan panahnya yang biasa dan ketika itu menembus perut bagian bawah monster laba-laba yang lunak itu dan membuat berlubang.
"apa dia sudah mati, ?" tanya kumara yang melihat tubuh laba-laba yang dia lawan telah berlubang tapi dia hanya kngin memastikan jika monster itu benar-benar mati karena ada beberapa monster yang terkadang berpura-pura mati hanya untuk mengelabui musuhnya.
"bagaimana, ?" tanya kazuto yang ketika itu sedang duduk di tanah karena dia telah menguras seluruh sihirnya untuk tembakan terakhir.
"dia sudah mati master," kata kumara yang memegang tubuh laba-laba yang sepertinya sudah mulai dingin.
"baguslah," katanya yang ketika itu mencoba untuk berdiri dan menaiki kumara lalu kembali ke lapisan atas untuk mengakhiri ekplorasi mereka untuk hari ini.
dan selama 2 hari selanjutnya mereka pun tidak melakukan apa-apa selain beristirahat karena mereka telah menyelesaikan objektif mereka dan saat ini sudah waktunya mereka untuk pulang.
__ADS_1
"apa kalian sudah siap, ?" tanya britni yang menunggu kazuto dan kumara di penginapan di pagi subuh.
"kalau begitu ayo pergi," katanya yang lalu mereka segera menuju gerbang kerajaan kerajaan beastman dimana mereka akan menunggu selama beberapa menit sampai kereta yang akan menjemput mereka akan datang.