
"Cough, cough, siapa pemenangnya," kata lena yang ketika itu batuk karena dia terkena debu akibat pertarungan mereka berdua.
"Itu, aku melihatnya," kata cyril yang melihat sosok arthur yang tergeletak di tanah dengan beberapa luka di tubuhnya, sedangkan kazuto berdiri dengan beberapa luka akibat pukulan angin arthur.
"Cepat bantu mereka," kata lena yang ketika itu bergegas ke arah arthur yang tidak sadarkan diri.
"Bagaimana keadaannya, ?" Tanya cyril yang khawatir dengan temannya.
"Dia hanya tidak sadarkan diri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, terlebih lagi kita perlu menyembuhkan lukamu kazuto," kata lena yang melihat luka angin di sekujur tubuh kazuto.
"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa," kata kazuto yang menyuruh mereka untuk tidak perlu khawatir, walaupun terlihat jika kazuto mendapatkan beberapa luka karena serangan sebelumnya.
"Bagaimana bisa kami tidak khawatir, ketika mengetahui jika junior kami terluka seperti ini," kata lena yang ketika itu mencubit-cubit pipi kazuto.
"Sudahlah lena, kau membuat kazuto semakin sakit, kau tahu," kata cyril kepada lena.
"Ahh, maaf kazuto," kata lena yang meminta maaf dengan membungkuk kepada kazuto.
"Tidak apa-apa, aku memang tidak apa-apa, coba lihat," kata kazuto yang mengaktifkan mode birunya dan lukanya sedikit demi sedikit mulai tertutup.
"Jadi kamu masih bisa menyembuhkan diri," kata cyril yang melihat mode biru kazuto.
"Ya, asalkan aku memiliki sihir yang cukup aku dapatkan menyembuhkan diriku sebanyak yang aku mau," kata kazuto kepada mereka.
"jadi begitu, kau membuat kami khawatir tahu, tapi kenapa kau dari tadi tidak menggunakan mode ini untuk menyembuhkan dirimu lebih cepat, ?" tanya lena kepada kazuto.
__ADS_1
"aku ingin melihat seberapa jauh aku bisa bertahan, jika aku tidak menggunakan kekuatan penyembuh blue modeku," kata kazuto kepada mereka, dia ingin tahu seperti apa batasannya ketika dia tidak menggunakan kekuatan penyembuhan mode biru miliknya.
"hah, kalau begitu tolong beritahu lebih awal, kami tadi khawatir jika kau tidak memiliki sisa sihir lagi sehingga kau tidak menggunakan mode birumu," kata lena kepada kazuto yang ketika itu cuma mengangguk.
"maaf, lain kali aku akan memberitahukan kalian," kata kazuto yang sedikit menyesal karena telah membuat kakak kelasnya sampai khawatir.
"kalau begitu, ayo kita lanjutkan latihannya," kata cyril yang ketika mengaktifkan sihirnya, begitu pula dengan lena.
"ya," kata kazuto yang lalu melesat untuk melawan kedua seniornya.
di tempat lain, kumara sedang melakukan latihannya bersama dengan rui dan margaret.
"ha.. ha.. berat," kata kumara yang ketika itu sedang bernafas berat karena kombinasi serangan rui dan margaret yang sempurna.
jujur saja ketika bertarung melawan rui maka sudah jelas jika rui tidak akan memiliki kesempatan untuk melawan kumara tapi berbeda kasusnya saat ini karena margaret membantunya, jika melawan salah satu dari mereka, maka itu tugas yang mudah bagi kumara.
tapi hal lain akan berlaku pada rui, jika saja kumara menyerangnya maka margaret akan datang untuk membantunya, 'benar-benar kombinasi yang menyusahkan,' pikir kumara yang menyeka keringat di tubuhnya.
"baiklah, ayo," teriak rui yang ketika itu berlari ke arah umara dengan tinju besinya, sedangkan kumara sendiri sudah cukup lelah karena medan gravitasi yang membuatnya sulit untuk bergerak.
lalu kumara pun melapisi tangannya dengan api dan memutuskan untuk menghadapi secara langsung pukulan rui sehingga kedua tinju mereka saling bersentuhan, ketika itu serangan miliki kumara memiliki daya hancur yang lebih kuat dari milik rui sehingga membuat rui terdorong ke belakang, tapi itu sudah lebih cukup untuk kumara.
"terima ini," kata kumara yang lalu menembakkan 6 bola api ke arah margaret yang ketika itu harus menghindarinya dan terpaksa melemahkan medan gravitasi yang dia gunakan untuk menahan kimara.
lalu setelah itu kumara berlari dengan lebih cepat ke arah rui karena saat ini dia tidak lagi di lemahkan oleh medan gravitasi, lalu membuat rui kalah dalam seketika, dan segera menuju ke margaret yang baru saja menghindari bola apinya
__ADS_1
dan ketika itu kumara pun memukul margaret tepat di perutnya yang membuatnya kesakitan dan terlentang di lantai, "ha.. ha... aku.. menang," kata kumara yang ketika itu bernafas berat dan segera jatuh ke tanah, karena telah menggunakan terlalu banyak sihir dan kekuatan fisik untuk melawan mereka berdua.
mereka pun terus melakukan pelatihan itu sehingga 1 minggu akhirnya telah berlalu sejak kazuto menerima tantangan dari eudora, saat ini dia berada di arena dengan menggunakan pedang crest yang dari tadi dia bawa, 'jujur saja aku tidak berniat untuk menggunakan ini ketika disini, tapi ini adalah pedang terbaik yang kumiliki saat ini,' pikir kazuto, pedang besinya sebelumnya telah hancur ketika pertarungannya dengan adiknya.
Apalagi sebelumnya dia juga telah menggunakan pedangnya yang lain untuk berlatih bersama dengan lain, sehingga saat ini hanya ada pedang crest miliknya ini yang tersisa.
'aku hanya berharap jika tidak ada yang tahu jika aku memiliki sihir crest,' pikir kazuto yang ketika itu melihat lawannya telah menunjukkan dirinya di arena.
"kau sudah datang, bersemangat sekali," kata eudora kepada kazuto.
"ayo kita mulai," kata kazuto yang ketika itu mengangkat pedangnya dan bersiap untuk melawan eudora, begitu pula dengan eudora yang juga telah menyiapkan dirinya.
"apa kalian berdua siap, ?" tanya wasit untuk pertarungan merela berdua.
"ya," jawab mereka secara bersamaan.
"kalau begitu mulai," dan dengan aba-aba itu kedua petarung bersiap untuk melakukan pertarungan mereka.
Ketika itu kazuto tidak menghabiskan waktu dan segera menggunakan mode birunya dan dengan segera melesat ke arah eudora.
tapi sebelum dia berhasil mengenainya seorang ksatira muncul di sekitarnya, dan menahan serangan kazuto sebelum mengenai eudora yang ketika itu masih belum bergerak sejak pertarungan dimulai dan hanya menunjukkan senyuman ke arah kazuto yang ketika itu masih terkejut dengan orang yang menahan serangannya.
"bagaimana menurutmu soal kemampuan roh pedang, hebat kan," kata eudora yang ketika itu melihat kazuto sedikit kesulitan melawan roh pedang panggilan eudora.
'benar-benar kuat, apa-apaan ini sejak kapan dia memanggilnya,' pikir kazuto, awalnya dia berniat untuk menyelesaikan pertarungan dengan menggunakan mode biru dan menyerang eudora sebelum dia memiliki kesempatan untuk menciptakan lingkaran pemanggil roh untuk memanggil rohnya.
__ADS_1
"kau pasti berpikir jika kau memiliki kesempatan untuk menang bukan, jika menyerangku pada detik pertarungan ini di mulai," kata eudora kepada kazuto yang ketika itu masih kesulitan bertarung melawan roh pedang pangilan eudora, tapi tetap mendengarkan apa yang dikatakan oleh eudora.
"tapi kau salah, menurutmu berapa banyak musuh yang kulawan yang menggunakan cara yang sama selama bertahun-tahun ini, karena itu aku berlatih sekeras mungkin pada detik dimana aku dapat memangil roh tingkat rendah hanya dengan memikirkannya saja," kata eudora kepada kazuto yang berkeringan dingin karena tahu jika sepertinya pertarungan ini akan menjadi lebih sulit dari yang dia kira.