The Reincarnator

The Reincarnator
bab 37 : kebenaran yang pahit


__ADS_3

4 hari telah berlalu sejak ekplorasi mereka di dungeon, kazuto sendiri sudah mampu untuk bangkit dari tempat tidur dan mulai mengikuti kembali pelajaran seperti biasa.


"kazuto," kata pram yang memanggil kazuto dengan ekpresi yang tidak biasa dia gunakan.


"ada apa senior pram, ?" tanya kazuto kepada pram.


"kepala sekolah ingin bicara denganmu," kata pram yang singkat lalu mereka pun melangkahkan kaki mereka menuju ruang kepala sekolah.


"kepala sekolah, saya telah membawa kazuto," kata pram yang mengetuk pintu kepala sekolah.


"silakan masuk," katanya yang lalu pram membuka pintu dan terlihat disana 2 sosok yang mendapingi kepala sekolah.


"paman leon, kak lousse apa yang kalian lakukan disini, ?" tanya kazuto.


"ini ada hubungannya demganmu kazuto, kemarilah," kata kepala sekolah, "bagaimana keadaanmu, ?" tanya kepala sekolah.


"lebih baik kepala sekolah, walaupun ada beberapa bagian yang sakit," kata kazuto yang memutar pergelangan tangannya.


"ini mungkin sulit untukmu, tapi aku berharap jika setelah mendengar ini, kau tidak akan terdorong untuk melakukan tindakan yang ceroboh, aku ingin kau berjanji untuk itu," kata kepala sekolah.


"apa maksudmu kepala sekolah, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti ke arah mana pembicaraan ini.


"tolong berjanjilah," kata kepala sekolah yang sama sekali tidak mengubah ekspresinya ketika melihat kazuto.


"baik, saya berjanji," kata kazuto.


"baiklah, aku ceritakan, beberapa hari yang lalu saya mendapatkan suatu surat dari ayahmu," kata kepala sekolah, "dalam surat itu dia mengatakan jika ada orang yang melihat surat itu berarti jika orang yang menulis surat ini maka itu berarti dia sudah mati," katanya yang membuat kazuto melihat kepala sekolah dengan wajah tidak percaya.

__ADS_1


"k-kau pasti bercanda kan, kepala sekolah, itu tidak mungkin kan, ayahku tidak aka-" kata kazuto yang ketika itu terpotong dengan lousse yang memeluknya dengan sekuat tenaga, begitupula dengan yang lain, yang ikut memdukung kazuto dengan memegang pundak / punggungnya.


"bisa kau ceritakan, detailnya secara langsung, ?" tanya kazuto yang ketika itu mencoba untuk tetap kuat, dia harus mendengar semua ini sampai selesai.


"baiklah, akan kuceritakan," kata kepala sekolah yang mulai menceritakan mengenai informasi yang dia dapatkan dari ayah kazuto, dia mulai menjelaskan mengenai kelompok pembunuh yang dikirim untuk memusnakan desa tempat tinggal kazuto, ketika mendengar itu wajah kazuto yang awalnya dipenuhi dengan kesedihan saat ini telah berubah dan dipenuhi dengan kemarahan murni.


"berapa banyak dari mereka yang selamat, ?" tanya kazuto yang memiliki harapan di matanya jika mungkin, mungkin saja ada 1 orang yang dia kenal di desa lamanya tetap hidup.


"kami telah menerima laporan, jika tidak ada satupun dari mereka yang berhasil selamat," kata kepala sekola yang melihat kazuto yang ketika itu menangis dan meningat kata-kata terakhirnya ketika dia meninggalkan kampung halamannya.


flashback :


'aku berjanji aku akan kembali,' pikir kazuto yang akhirnya mengalihkan pandangannya dan fokus menuju tujuannya sampai suatu suara menarik perhatiannya, dia pun mengalihkan pandangannya menuju arah suara yang dia dengar dan melihat sosok dari teman-temannya


"Kazuto, sampai berjumpa lagi," teriak temannya yang melambaikan tangan ke kazuto, ada beberapa yang menangis dan ada juga yang memaksakan diri untuk tertawa dengan kepergian kazuto.


Flashback end.


Ketika mengingat itu kazuto merasa jika dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk berdiri sehingga dia pun berlutut di tanah sambil menangis, semua orang yang dia pedulikan telah mati dan terlebih lagi dia tidak tahu apapun mengenai hal itu.


"sial, sial, sial," kata kazuto yang memukul lantai, dia sangat kesal, dia ingin berteriak, dia ingin membunuh mereka yang melakukan ini, dia ingin menyiksa mereka yang memberikan rasa sakit ini padanya.


"kazuto, kami turut berduka dengan apa yang terjadi padamu, jika kau mau kau boleh untuk tidak masuk kelas selama 1 atau 2 minggu sampai luka yang kau dapatkan memudar," katanya yang terasa seperti tidak didengar oleh kazuto dan ketika itu leon membantu kazuto untuk berdiri dan membawanya pulang ke rumahnya.


"hei ren menurutmu apa yang terjadi pada kazuto, ?" tanya katia yang khawaitr karena kazuto tidak kembali dalam waktu yang lama tapi ketika itu dia melihat jika kazuto telah melewati lorong kelas mereka tapi dengan wajah yang memerah karena air mata yang keluar, tidak hanya itu dia dipegang oleh leon dan membawanya keluar sekolah.


"hei apa yang terjadi pada kazuto, dia terlihat..." kata salah teman sekelasnya.

__ADS_1


"begitu hancur," kata orang di sebelahnya, tentu mereka terkejut ketika mereka melihat jika murid terkuat tidak hanya di kelas tapi seantara kelas 1 terlihat begitu buruk bahkan ketika pertarungannya melawan ogre dia terlihat baik-baik saja, tapi sekarang ekspresinya terlihat seperti orang yang mau mati.


"astaga, apa yang terjadi padanya," kata katia yang menutup mulutnya, terkejut melihat kazuto yang seperti itu.


"baiklah, kalian semua pelajaran sudah dimulai," kata profesor sophia yang masuk ke kelas.


"profesor, apa yang terjadi pada kazuto, ?" tanya katia yang mengangkat tangannya.


"dia mendapatkan berita mengenai keluarganya, kalian tidak perlu khawatir," kata profesor yang lalu memulai pelajarannya.


tapi meskipun setelah diberitahukan oleh profesor untuk tidak perlu khawatir, katia masih tidak bisa menghilangkan kecemasannya soal kazuto, dia dan kazuto telah mengalami banyak petualangan selama 3 tahun, dia tidak bisa mengatakan jika itu hal yang mudah untuk mencapai posisi mereka yang sekarang, mereka pernah terluka, kehilangan rekan yang berharga dan beberapa kali mengalami kemunduran, karena itu ketika profesor mengatakan kepada katia jika kazuto mendapatkan kabar mengenai keluarganya, dia tahu jika sudah pasti terjadi sesuatu yang buruk kepada mereka, sampai membuat kazuto terlihat seperti itu.


10 hari telah berlalu sejak katia melihat kazuto terakhir kali, pada waktu ini juga katia telah mencapai batasnya, dan lalu setelah kelas selesai katia bergegas menuju taman bunga dimana di melihat lousse yang waktu itu sedang duduk disana dengan ekspresi yang berbeda, seakan menunggu seseorang disana.


"apa keperluanmu kemari, nona karnatia, ?" tanya lousse.


"aku langsung ke intinya, beritahu aku apa yang terjadi pada kazuto, ?" tanya katia yang langsung bertanya mengenai keadaan kazuto tanpa menunda apapun.


"aku tidak tahu a-" kata lousse yang ketika itu mencoba untuk menghindari pembicaraan mengenai kazuto.


"tolong jangan menghindar yang mulia, saya tahu jika anda pasti tahu mengenai keadaan yang dialami oleh kazuto, jadi tolong beritahu padaku," kata katia yang kepada lousse akhirnya menyerah dan memutuskan untuk memberitahukan kepada katia mengenai apa yang terjadi.


"kazuto, apa kau ingin makan, ?" tanya leon yang melihat jika kazuto tetap berada di tempat tidurnya, selama 10 hari ini kazuto tidak melakukan apapun selain di kamarnya dan berbaring, hal itu membuat leon khawatir dengan kazuto, sehingga dia memutuskan untuk menyuruh kazuto untuk berjalan-jalan dan menjernikan pikirannya.


kazuto pun menyetujui saran leon karena selama beberapa hari ini sejak dia kembali ke rumah leon, dia sama sekali tidak pernah keluar dari kamarnya, saat ini dia merasa sangat lemah, tidak hanya itu dia merasa lapar karena selama beberapa hari dia tidak banyak makan, karena dia sendiri tidak mendapatkan selera makannya semenjak mendengar pembantaian desanya.


"hei, apa yang terjadi, kau terlihat seperti ikan mati," katanya yang ketika itu sedang berada di jalan kazuto.

__ADS_1


"redith ya," kata kazuto yang melihat sosok yang familiar.


__ADS_2