
"baiklah karena sepertinya semua masalah sudah selesai, maka aku rasa kita bisa memulai pertemuan ini," kata cyril yang ketika itu memulai pertemuan.
"ngomong-ngomong topik apa yang akan kita bahas, ?" tanya kumara yang menghadiri rapat pertamanya.
"ini soal apa saja yang kita dapatkan dari sekolah ini, kalian bisa mengutarakan apa saja yang kalian temukan dalam beberapa hari ini," kata cyril kepada mereka.
"lalu bagaimana denganmu cyril, karena kau duluan yang menyarankan ini aku rasa akan lebih baik, jika kau duluan," saran arthur kepada cyril untuk memulai dulu karena dialah yang menyarankan.
"baiklah, aku rasa tidak banyak hal yang bisa kutemukan di sekolah ini kecuali pelajarannya dan praktek yang dilakukan oleh mereka yang memiliki kemiripan dengan apa yang kita pelajari di akademi kita," kata cyril.
"aku tidak tahu apa ini berguna atau tidak, tapi ketika praktek latih tandingku melawan margaret yang ketika telah mencapai babak penentuan, kepala sekolah langaung menghentikan kedua serangan kami dengan mudah," kata kazuto kepada yang lain.
"tapi yang menarik adalah kata-kata yang dia katakan setelahnya jika ini hanyalah latih tanding bukan pertarungan resmi, jadi aku berpikir jika kita boleh bertarung sekuat tenaga melawan lawan kita ketika diadakan pertarungan resmi," kata kazuto kepada yang lain.
"aku juga mendengar kata-kata itu dari teman sekelasku, jika ada murid kelas 3 yang akan melakukan pertandingan resmi besok," kata lena yang mendukung kata-kata kazuto.
"sebenarnya beberapa hari lalu, salah satu dari murid sekolah ini datang dan menantangku serta master untuk melakukan pertarungan resmi," kata kumara kepada yang lain yang ketika itu mengangkat tangannya dan mengutarakan pendapatnya.
"tunggu dulu kumara, dia ingin menantang kita berdua, ?" tanya kazuto kepada kumara.
"ya, dia bilang dia ingin menantang kita berdua," kata kumara kepada kazuto.
"heh, jadi kalian sudah mendapatkan tantangan dari mereka ya, jadi siapa itu, ?" tanya arthur kepada kumara yang tertarik dengan orang yang menantang kazuto dan kumara.
"itu adalah anak kelas 3 jika saya tidak salah ingat namanya adalah eudora," kata kumara yang membuat anak kelas 2 terkejut dan membelalakan matanya.
"dia.. ya.." kata cyril yang ketika itu memasang ekspresi wajah yang serius.
"ada apa senior cyril, apa dia sekuat itu, ?" tanya kumara kepada cyril yang membuat kumara dan kazuto menjadi tertarik apalagi setelah mendengar nama dari anak kelas 3 yang menantang mereka, lena dan arthur sama sekali tidak mengatakan apa-apa.
__ADS_1
"dia adalah salah satu murid yang mendapatkan tempat 16 besar di turnamen 4 akademi yang diselenggarakan 3 tahun sekali," kata cyril.
"turnaman 4 akademi, apa itu, ?" tanya kumara.
"itu adalah turnamen dimana ke-4 murid terbaik dari masing-masing akademi datang dan bertarung satu sama lain," kata lena kepada kazuto dan kumara.
"dia dikenal sebagai master dalam sihir pemanggilan roh," kata arthur yang kurang lebih mengerti kenapa dia menantang kazuto dan kumara bersama-sama karena mungkin dia tahu jika kumara adalah makhluk sihir kazuto.
"dia juga adalah orang yang dikalahkan oleh senior lousse di babak pertama," kata cyril kepada mereka yang membuat kazuto tersadar akan sesuatu.
'ah, apa mungkin dia ingin balas dendam karena aku adalah adik kak lousse,' pikir kazuto yang ketika itu dengan segera menggelengkan kepalanya karena tidak banyak orang yang tahu jika kazuto adalah saudara lousse, dan untuk berpikir jika orang di kerajaan ini mengetahui identitasnya sebagai pangeran kerajaan hexion setelah beberapa hari disini, maka kemungkinan itu sangat kecil.
"kazuto, aku tahu jika mungkin soal kekuatan kau lebih hebat dari kami, tapi tolong sebisa mungkin untuk tidak melakukan pertarungan dengannya," kata cyril kepada kazuto dan kumara yang ketika itu mengangguk, lagipula dia sendiri tidak akan mau menantang orang semacam itu, memikirkannya saja sudah membuatnya pusing.
sedangkan di tempat lain di siatu ruangan terlihat seorang wanita dengan rambut merah dengan mata coklat yang ketika itu sedang meminum teh yang disediakan oleh salah satu murid di akademi itu.
"ya, apa kau tidak percaya padaku, ?" tanya eudora kepada murid itu.
"tidak, hanya saja aku merasa jika mereka tidak akan mau untuk melakukan pertarungan resmi dengan anda karena mengingat status anda di sekolah ini sebagai 5 terkuat," katanya kepada eudora yang membuatnya mengerti, jujur saja dengan menjadi pemegang gelar itu akan membuat para murid menjadi waspada terhadapmu karena gelar itu menandakan kekuatan dan kemampuan dari pemilik gelar itu.
"itu memang benar, tapi aku sudah menyiapkan sesuatu yang mungkin, tidak. Sudah pasti akan membuatnya menerima tantanganku," kata eudora yang dengan percaya diri, yakin jika kazuto akan menerima tantangannya.
"apa itu adalah benda yang wkatu itu anda dapatkan, nona eudora, ?" tanyanya kepada eudora yang ketika itu menggelengkan kepalanya.
"aku bukan pemiliknya, aku hanya pengantar," kata eudora kepada murid tersebut yang sedikit bingung dengan maksud perkataannya.
"jadi apa anda akan langsung menantangnya, ?" tanyanya seklai lagi kepada eudora.
"tidak untuk saat ini, lagipula aku sedikit sibuk dengan ujian selanjutnya," kata eudora yang mengingatkannya kepada ujian yang akan dilaksanakan beberapa waktu lagi.
__ADS_1
"jadi begitu, saya mengerti," katanya.
"bagus," kata eudora.
Sedangkan ketika kazuto dan yang lain telah menyelesaikan rapat mereka, mereka memutuskan untuk memesan makanan di kafe tersebut.
"kalian pesan saja apa yang kalian suka, aku yang akan membayar semuanya," kata lena yang mengatakan itu kepada mereka.
"apa itu benar, kenapa kau tiba-tiba begitu baik, kau tidak memiliki rencana apapun kan, ?" tanya arthur yang ketika itu sedikit curiga dengan lena yang melakukan itu.
"anggap saja sebagai permintaan maafku karena marah tadi," kata lena kepada mereka.
"kalau begitu biar saya bayar setengahnya," kata kazuto yang berniat untuk membayar tagihan makanan ini dengan lena.
"kazuto, bukannya sudah kubilang jika aku melakukan ini karena sikapku yang berlebihan tadi, khususnya padamu. Jadi tolong biarkan aku yang membayar," kata lena kepada kazuto.
"memang benar, jika senior memang berlebihan tadi, tapi aku tahu jika senior mencoba untuk membantuku agar bisa menjadi lebih baik, jadi karena itu tolong biarkan aku untuk membayar setengahnya, lagipula awal kejadian adalah karena kesalahanku," kata kazuto kepada lena.
"baiklah, lakukan sesukamu," kata lena kepada kazuto yang setelah itu mereka memesan makanan.
Lalu setelah itu mereka pun kembali ke asrama mereka dan beristirahat, di pagi hari kazuto bangun dan melakukan beberapa latihan ringan sebelum sarapan dan memakai seragam untuk kelasnya nanti.
"selamat pagi master," kata kumara yang ketika itu berniat untuk pergi ke kelas.
"selamat pagi," balas kazuto terhadap sapaan kumara yang lalu mereka berjalan menuju kelas bersama yang mana mereka mendapatkan sapaan dari beberapa dari teman kelas.
"baiklah, silakan duduk," kata profesor yang kepada mereka, "untuk hari ini, saya memiliki pengumuman penting untuk kalian," kata profesor itu kepada pada murid.
"jika dalam seminggu kalian akan mengadakan tes khusus," kata profesor itu kepada murid yang lain, yang tidak bisa tidak terkejut jika akan diadakan tes khusus lagi.
__ADS_1