
"hahaha, selamat kazuto kau berhasil mendapatkan pacar, butuh waktu yang cukup lama ternyata," kata ren yang waktu itu tertawa melihat kazuto dan katia yang akhirnya menjadi pasangan, benar-benar sudah waktunya mereka mengakui perasaan mereka masing-masing, jika tidak maka dia sendiri yang akan melakukan itu.
"terima kasih," kata kazuto.
"ya, t-terima kasih," kata katia yang ketika itu masih memegang kain baju kazuto, sambil mengalihkan pandangan darinya, dan menyembunyikan wajah malunya.
"ngomong-ngomong jangan lupa dengan rencana kita besok," kata ren yang mendapatkan anggukan dari kazuto dan katia, karena besok liburan telah dimulai mereka memutuskan untuk pergi ke sana, hutan mistis.
"jadi karena besok kita akan pergi dan kebetulan sekarang festival masih berlangsung, apa kau ingin berkencan denganku," kata kazuto yang mengulurkan tangannya kepada katia yang lalu dia balas dengan memegangnya.
"ya," kata katia yang lalu mereka pun menikmati kencan pertama mereka sebagai pasangan.
di pagi harinya mereka pun bersiap di depan gerbang kota demgan membawa beberapa tas, "hoi, apa aku telat," kata ren yang berteriak dari dalam kereta kuda yang baru dia pesan.
"baiklah, ayo masuk," kata ren yang menyuruh katia dan kazuto masuk kereta kuda dan menyuruh kusir untuk segera berangkat menuju tujuan mereka.
"baiklah tujuan kalian adalah menuju hutan mistis, jadi apa kalian berniat untuk mendapatkan makhluk sihir sebagai kontrak kalian, ?" tanya kusir yang saat itu sedang mengendarai kudanya.
"ya, karena itu kami kesana," kata rem yang bersemangat dan yakin jika dia akan mendapatkannya.
"kalau begitu, semoga kalian beruntung, karena kalian akan sangat membutuhkannya," kata pak kusir itu kepada mereka.
"tunggu dulu ren, apa maksudmu tadi, ?" tanya katia yang tidak mengerti dengan pembicaraan mereka, bukannya tujuan mereka adalah untuk berlibur tapi kenapa berpindah menjadi berburu hewan sihir.
"oh, maaf aku tak bilang, sebenarnya tujuanku ingin kesana adalah untuk mencari makhluk sihir keluargaku," kata ren kepada kazuto dan katia yang waktu itu menyentuh kedua tangannya kepada mereka sambil meminta maaf.
"maaf tapi, makhluk sihir keluargamu, ?" tanya kazuto yang tidak tahu apa-apa soal makhluk sihir ini, jujur saja dia tertarik dan setuju untuk ikut karena dia ingin melihat seperti apa makhluk sihir yang ren bicarakan.
"ya, makhluk yang menjadi kontrak pertama penemu keluargaku, singa putih, galleon," kata ren yang bersemangat.
__ADS_1
"bukannya itu ratusan tahun yang lalu, apa kau yakin itu masih hidup, ?" tanya kazuto.
"makhluk sihir itu memiliki umur yang panjang nak dibandingkan dengan umur kita manusia," kata pak kusir yang mendengarkan percakapan mereka.
"jadi begitu, ngomong-ngomong anda mengatakan semoga beruntung tadi, apa maksudnya itu, ?" tanya kazuto kepada pak kusir.
"hm, itu karena hewa sihir tidak terlalu sering menampakkan dirinya pada manusia, coba aku tanyakan pada kalian, sudah berapa banyak penyihir yang kalian lihat memiliki kontrak dengan makhluk sihir, ?" tanya pak kusir.
"kami belum pernah bertemu dengan satupun," kata kazuto.
"itu benar, karena itu mereka sangat langka, karena meskipun mereka menunjukkan dirinya pada manusia, kemungkinan untuk membuat kontrak dengan mereka juga sangat kecil," kata pak kusir.
"kenapa ya, ?" tanya ren.
"karena untuk perkembangan mereka, makhluk sihir hanya dapat melakukan kontrak setidaknya sekali atau 2 kali dalam hidup mereka, karena itu mereka memutuskan untuk memberikan itu pada makhluk pilihan mereka," kata pak kusir itu.
"begitu ya, jadi apa kriteria yang dibutuhkan agar mereka mau membuat kontrak dengan kami, ?" tanya kazuto.
"berevolusi, ?" tanya kazuto.
"ya, untuk menjadi makhluk sihir yang kuat, mereka harus berevolusi, karena itu mereka membutuhkan kontraktor untuk membantu evolusi mereka," kata pak kasur itu.
"lalu kriteria yang lain, ?" tanya katia yang mulai tertarik dengan makhuk sihir ini.
"yang kedua adalah ras, jujur saja hal itu tidak terlalu penting asalkan kau manusia atau ras lain, jika kau memenuhi kriteria pertama," kata pak kusir.
"apa karena umur panjang yang mereka miliki, ?" tanya kazuto kepada pak kusir.
"itu benar, meskipun kita sebagai ras manusia memiliki populasi paling terbanyak dari semua ras, kita juga merupakan yang paling cepat mati dari mereka semua," kata pak kusir itu, lalu setelah itu mereka melanjutkan perjalanan mereka dan setelah 2 hari perjalanan mereka akhirnya sampai di hutan mistis.
__ADS_1
"baiklah kita sampai," kata pak kusir itu yang berhenti di depan jalan menuju hutan mistis, "aku akan menjemput kalian 1 minggu dari sekarang, tolong berhati-hati dan semoga beruntung," katanya yang lalu meninggalkan mereka.
"selamat jalan," kata mereka bertiga yang lalu bersiap untuk pergi ke hutan, ketika kazuto merasakan sesuatu.
"hm, apa itu," guman kazuto yang melihat ke arah hutan karena sepertinya dia merasakan kehadiran sesuatu.
"ada apa kazuto, ?" tanya katia.
"ya, tidak apa-apa," kata kazuto yang lalu berjalan bersama yang lain menuju tenha hutan mistis, 'mungkin cuma perasaanku saja,' pikir kazuto yang tidak menyadari sepasang mata sedang memperhatikannya.
"baiklah, aku akan memgurus tenda, ren, katia apa kalian bisa menangkap ikan dan mengambil ranting," kata kazuto kepada mereka.
"tentu, akan kutangkap yang banyak," kata ren yang lalu pergi bersama katia, sedangkan kazuto ketika itu dengan cepat memasang 3 tenda untuk mereka tidur, dan menunggu mereka kembali, sampai tubuhnya merasa sedikit aneh.
"ketika aku datang ke hutan ini, aku merasa tubuhku menjadi sedikit aneh, seperti dipenuhi dengan energi" kata kazuto yang melihat sekitar tubuhnya dan menyadari jika saat ini tubuhnya seperti dipenuhi oleh sihir yang perlahan berwarna hijau.
"aku tak pernah merasakan ini, apa-apaan ini," kata kazuto yang lalu merasakan dari arah kanannya ren yang sedang memancing ikan dan katia yang mengumpulkan beberapa ranting.
"bagaimana bisa, aku bisa merasakan sihir mereka, ?" tamya kazuto yang ketika itu sihir hijau yang mengelilingi tubuhnya menghilang, dan dia tidak merasakan apapun lagi, dia pun mencoba sekali lagi tapi dia tidak mampu untuk merasakan sensasi yang tadi.
"apa itu kemampuan mode yang baru, tapi bagaimana aku mengaktifkannya, apa ada hubungannya dengan hutan ini," gumam kazuto yang ketika itu memutuskan menunggu ren dan katia yang kembali ke perkemahan setelah mendapatkan ikan dan ranting yang banyak.
"hoi, kazuto coba lihat," kata ren yang kembali dengan membawa beberapa ikan untuk makan malam mereka, sedangkan untuk katia dia membawa kayu bakar dengan ubi yang dia temukan di hutan.
"kalian dapat banyak, kerja bagus," kata kazuto kepada mereka.
"ngomong-ngomong, tadi kau sedang melakukan apa, ?" tanya ren yang ingin tahu apa yang dialkukan kazuto setelah dia selesai mengurus tendanya.
"tadi aku menggunakan sihirku dan mengaktifkan mode sihirku," kata kazuto.
__ADS_1
"tunggu kau mengaktifkan mode sihirmu, tapi kami dari tadi tidak merasakan apapun," kata ren yang juga mendapatkan anggukan dari katia jika dia juga sama dengan ren.
"hm, begitu ya," kata kazuto yang lalu menyiapkan makan malam.