
'aku rasa hubungan kami menjadi lebih dekat sekarang,' pikir kazuto yang kembali ke kelas dengan begitu banyak pikiran.
Jujur saja dia tidak menyangka jika dia adalah pangeran kerajaan ini, tapi meskipun begitu itu tidak mengubah dirinya, dia tetaplah dia, hanya itu.
"kazuto, kau ke mana saja, ?" tanya katia yang menunggu kazuto di luar kelas.
"aku ada urusan dengan kepala sekolah, dan sedikit urusan dengan senior lousse," kata kazuto.
"jadi begitu, tunggu kau tidak memanggilnya sebagai kakak, ?" tanya katia yang terkejut dengan kazuto yang memanggil lousse sebagai senior daripada kakak yang biasanya dia lakukan.
"bilang saja, jika kami sudah tidak memanggil dengan panggilan seperti itu," kata kazuto.
"apa kalian bertengkar, ?" tanya katia yang khawatir dengan kazuto jika mungkin dia mendapatkan masalah dengan keluarga kerajaan karena lousse, bahkan meskipun dia memiliki dukungan dari keluarga bangsawan tapi itu tetap tidak mungkin untuk melawan mereka.
"tidak, kami hanya membicarakan sesuatu, dan akhirnya kami mencapai kesimpulan," kata kazuto.
"hm, baiklah," kata katia yang memutuskan untuk tidak menanyakan lebih jauh, karena ini merupakan invasi mereka dan karena sepertinya kazuto ingin menghindari topik itu.
"baiklah anak-anak, karena ekplorasi dungeon sebelumnya dibatalkan maka kita akan mengganti nilai kalian yang tidak ada dengan ujian tulis, baiklah aku harap kalian kecuali kazuto untuk mengikuti ujian ini," kata profesor sophia yang membuat semua orang bertanya-tanya kenapa kazuto tidak perlu mengikuti ujian ini.
"profesor, kenapa kazuto tidak perlu mengikuti ujian, ?" tanya salah murid yang berharap jika apa yang dia dengar itu salah.
"hm, itu karena kazuto sudah mendapatkan nilai dari eksplorasi dungeon, dan itu nilainya sendiri sangat baik sehingga itu terserah padanya jika dia ingin mengikuti ujian atau tidak, walaupun jika menurutku jika dia tidak perlu mengikutinya karena hal ini tidak akan menambah nilainya," kata profesor sophia yang membuat semua orang mengerti jika kazuto mengambil peran yang penting dalam eksplorasi dungeon beberapa minggu yang lalu.
"lalu profesor, apa yang akan saya lakukan di hari itu, ketika semua orang sedang melakukan ujian, ?" tanya kazuto karena sepertinya dia akan pergi untuk tidak mengganggu yang lain.
"hm, kau bisa menjelajahi sekolah, atau keluar akademi karena di waktu itu akan ada festival yang akan diadakan di kota," kata profesor yang membuat semua orang iri dengan kazuto sedangkan katia merasa jika dia kehilangan kesempatannya untuk berduaan dengan kazuto karena dia tidak berada di dungeon dan membantu.
__ADS_1
"ya, aku benar-benar iri, kami harus belajar sedangkan dia dapat pergi ke festival,"
"ya, sama, tapi ini masih lebih baik daripada melawan ogre di dalam dungeon,"
"untuk pertama kalinya, aku setuju denganmu,"
dan setelah itu kazuto pergi menuju kamarnya untuk bersih-bersih karena telah 10 hari kazuto tidak berada disana, "huh, sudah selesai," katanya yang lalu berbaring di kasurnya memikirkan hal yang terjadi 2 minggu ini, pembantaian desanya, dirinya yang depresi, katia yang membantunya dan kakak serta identitasnya yang asli.
'ngomong-ngomong aku belum melihat surat yang ditinggalkan ayahku, isinya apa ya,' pikir kazuto yang mengambil surat dari kantongnya lalu dia pun membuka segel kertas dan membaca sedikit demi sedikit surat itu, ketika kazuto hanya dapat menahan air mata dari setiap kata terakhir yang ditulis ayahnya, ketika itu dia membuat sumpah jika suatu hari nanti dia akan memberikan keadilan untuk desanya, dan bersumpah untuk menjadi lebih kuat agar orang-orang yang penting baginya tidak terluka lagi, itu merupakan hal yang ditanamkan dipikiran kazuto sehingga ketika itu menmbulkan senyum di wajah yang melihat kembali surat itu sampai dia melihat tanda aneh di bawah surat.
'lingkaran merah, dan kenapa ini..' pikir kazuto yang ketika itu gambar yang ada di kertas itu menghilang dan sekarang saat ini mata kazuto berbubah menjadi merah berbeda dengan mata birunya yang biasa.
"apa ini, ?" tanya kazuto yang segera melihat cermin dan ketika itu terkejut, "mataku, berubah," kata kazuto yang memegangi matanya.
"sebenarnya apa ini," kata kazuto yang mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi pada matanya tapi ketika itu dia melihat jika ada seseorang yang membuka pintu kamarnya dan terlihat jika ren datang membawa buku dan berteriak jika dia membutuhkan bantuannya.
"sudah kembali ya, ya sudahlah," kata kazuto yang menyudahi keanehan tadi sampai dia mendengar suatu suara yang sepertinya datang dan membuka pintunya.
"kazuto, tolong bantu aku," kata ren yang berteriak dan membuka pintu kamarnya dengan membawa buku yang membuat dirinya terkejut.
"a-apa," kata kazuto yang melihat kejadian yang terjadi, 'ini seperti yang kulihat tadi, apa jangan-jangan aku,' pikir kazuto yang memegang matanya menghiraukan ren yang sepertinya memanggil kazuto.
"hei, kazuto kau dengar tidak," kata ren yang sedikit menepuk kepala kazuto dengan buku yang dia bawa.
"maaf ren, aku hanya sedikit lelah," kata kazuto yang masih sedikit bingung dengan gambaran masa depan yang dia lihat, dia sudah membuat perkiraan jika memang apa yang dia lihat adalah masa depan dan tingkah dan gerakan ren yang dia lihat telah membuktikannya.
"oh, ya, jadi apa kau bisa bantu, ?" tanya ren yang ketika mengharapkan jawaban.
__ADS_1
"tentu, lagipula aku juga ingin mengejar keterlambatanku," kata kazuto yang bersedia membantu, lagipula dia telah tidak masuk selama 10 hari, dan meskipun dia menempati posisi pertama jika dia tidak belajar maka tempatnya bisa tersingkir, lagipula dia memerlukan ini untuk menyingkirkan pikiran anehnya mengenai hal tadi.
"baiklah, ayo kita mulai," kata ren yang mulai bersemangat dan mengerjakan setiap tugas di bukunya.
"ya," kata kazuto yang juga ikut belajar.
"ngomong-ngomong kazuto, apa yang kau lakukan selama 2 minggu liburan setelah ujian ini, ?" tanya ren.
"benar juga," kata kazuto yang tidak memikirkannya sedikitpun, jujur saja jika ada sesuatu yang ingin dia lakukan di hari liburnya itu mungkin adalah melatih kemampuan aneh yang baru dia dapatkan ini, tentu liburan di suatu tempat juga bagus, tapi akan aneh jika dia berlibur di sautu tempat sendirian.
"jika kau mau, bagaimana kalau kau ikut denganku menuju hutan mistis," tawar ren kepada kazuto.
"hutan mistis, maksudmu tempat yang dikatakan sebagai tempat tinggal para makhluk sihir," kata kazuto yang mendapatkan angguka puas dari ren.
"benar, disana juga jika kau beruntung kau juga bisa bertemu dan mendapatkan hewan kontrak," kata ren yang membuat kazuto tertarik dengan perkataannya.
"baiklah kalau begitu, aku ikut," kata kazuto yang setuju dan tidak sabar untuk pergi menuju hutan mistis.
"bagus," kata ren yang senang dan mereka pun melanjutkan studi mereka sampai sore.
Di pagi harinya, kazuto segera pergi menuju ruang kelas 3, tepatnya kelas dimana lousse berada, "kazuto apa yang kau lakukan disini, ?" tanya lousse yang melihat kazuto.
"aku hanya mengatakan sesuatu saja, bisa tolong wakntunya," kata kazuto yang segera ketika itu lousse mendengarkan.
"ada festival yang akan diadakan ketika hari ujian apa kau ingin pergi bersamaku," kata kazuto kepada lousse yang terkejut, lalu tanpa menunggu dia pun menjawab.
"ya, dengan senang hati," kanya yang tersenyum karena sepertinya hubungan mereka sedikit demi sedikit akan tercipta.
__ADS_1