
"sial, bagaimana monster itu bisa muncul sekarang," kata salah satu profesor yang ketika itu menjadi panik karena kemunculan suatu monster di hadapan kazuto dan yang lain.
"lizard chief, aku tak menyangka jika monster itu malah datang secara langsung untuk membunuh mereka," kata profesor di sebelahnya.
"lizard chief sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan bawahannya, yang membedakannya hanyalah warna tubuh dan ukuran mereka yang besar, mereka mendominasi kawanannya dengan kekuatan, dan sepertinya dia datang untuk membalas dendam," kata profesor chloe yang melihat pemandangan itu, dan merasa jika keadaan telah menjadi sangat buruk.
"a-apa-apaan monster itu," kata alfret yang ketika itu bersiap untuk menyerang, meskipun dengan aura mengintimidasi yang membuatnya kesulitan untuk bahkan melihat monster itu.
"mundur," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode ungunya dan membuat lingkaran sihir di bawah kakinya dan segera membuat kazuto melesat ke monster yang berniat untuk menyerang kazuto tapi beruntung dia berhasil menghindarinya, dan ketika kazuto pun menyuntuh tubuhnya dan memasang lingkaran sihir yang dalam sekejap membuat batu-batu di sekitar monster itu melekat ke monster tersebut seperti sebuah magnet, dan dengan cepat memperangkap monster itu dan membentuk bola batu.
"apa yang kalian lakukan, cepat mundur," kata kazuto yang menturuh yang lain untuk segera mundur.
"sial," kata kazuto yang ketika itu merasakan jika sihirnya tidak lama lagi tidak akan mampu untuk menahan monster itu.
"cepat mundur," teriak crone yang mengikuti perintah kazuto, karena sepertinya keadaan telah menjadi cukup buruk, lalu mereka pun segera keluar dari lantai 3 dengan kazuto yang menyiapkan lingkaran sihir di tangga dan menutupnya dengan batu, membuat monster itu tidak bisa mengikuti mereka.
Sedangkan ketika itu monster kadal yang terkena perangkap kazuto telah melepaskan diri dan segera berlari untuk mengejar mereka, tapi segera berhenti ketika melihat tumpukan batu yang menghalangi jalannya, sehingga monster itu pun membatalkan keinginannya dan kembali ke sarangnya.
"syukurlah mereka berhasil lari," kata profesor yang ketika itu melihat para murid yang berada di dalam dungeon keluar.
"ya, jujur saja mereka tidak akan mampu dengan kemampuan mereka yang sekarang untuk menghadapi chief lizard yang ketika itu mendapatkan tsmbahan kekuatan dari memakan sesamanya," kata profesor di sebelahnya.
__ADS_1
"tapi apa yang dilakukan kazuto mungkin akan mengganggu aksi petualang yang berniat untuk mengeksplorasi dungeon, bagaimana menurutmu kepala sekolah, ?" tanya profesor chloe mengenai aksi kazuto yang menutup pintu masuk dan keluar menuju dungeon lantai 3 ke bawah.
"biarkan saja, jika mereka adalah petualang yang memiliki keinginan yang kuat untuk membersihkan dungeon, maka aku yakin jika pasti jika mereka menemukan cara untuk menyikirkan semua batu itu," jelas kepala sekolah mengenai apa yang terjadi yang ketika itu cuma diangguki oleh profesor yang lain.
"ha... ha.... aku rasa kita sudah aman," kata kazuto kepada yang lain yang ketika itu telah berada di luar dungeon.
"hah, apa-apaan monster tadi, benar-benar berbeda dengan semua monster yang kita lawan di dungeon lantai 1 atau pun 2," kata rui yang ketika itu berbaring di tanah.
Begitu pula dengan yang lain yang ketika itu juga masih ketakutan dengan aura yang mengintimidasi dari monster itu.
"lizard chief, aku tak menyangka jika kita malah bertemu dengan monster itu," kata margaret yang mengetakan mengenai jenis monster yang mereka lawan.
"apa kau tahu monster itu, ?" tanya kumara kepada margaret yang ketika itu mengangguk.
"itu adalah pemimpin dari para monster kadal yang kita lawan, dia memiliki kekuatan yang setidaknya sekuat ogre dan ditambah ketika dia memakan sesamanya tadi, sudah pasti membuatnya menjadi lebih kuat dan lebih ganas," kata margaret.
'jadi sama seperti waktu itu, beruntung jika aku berhasil menahannya dengan mode unguku,' pikir kazuto yang mengingat pertarungan gilanya dengan monster serigala yang waktu itu mencoba membunuh mereka meskipun seluruh tubuhnya telah terpotong-potong, dia hanya beruntung ketika itu dia berhasil mengaktifkan kekuatannya tepat waktu jika tidak pram akan kehilangannya nyawanya pada detik itu.
lalu setelah itu kelompok crone mengucapkan salam selamat tinggal kepada kazuto dan yang lain lalu pergi untuk menyelesaikan berburu mereka.
di sisi lain, kazuto berniat untuk melanjutkan ekplorasinya tapi karena ada beberapa dari anggotanya yang terluka, dia memutuskan untuk tidak melakukannya dan segera kembali ke perkemahan untuk beristirahat semalaman dan melanjutkan perburuan monster mereka.
__ADS_1
"apa kau yakin kau tidak apa-apa, ?" tanya kazuto kepada rui yang ketika itu masih terluka, tapi dia hanya diam dan memberikan acungan jempol kepada kazuto.
"jangan khawatir kazuto, rui tidak akan mundur semudah itu, biarkan saja dia untuk ikut," kata margert yang mengatakan kepada kazuto, jika itu sia-sia baginya untuk memaksanya tinggal di perkemahan.
"baiklah, tapi tolong jangan memaksakan diri," kata kazuto yang lalu membiarkan rui untuk ikut dan mereka pun pergi menuju lapangan dimana ketika itu kazuto, rui dan margert dihadapkan dengan puluhan monster yang datang ke arah mereka berkat kumara.
lalu setelah kumara berpindah dan bergabung ke sisi mereka, margaret menggunakan sihirnya dan membuat medan gravitasi yang membuat mereka kesulitan bergerak, tanpa melewatkan kesempatan, kazuto, kumara dan rui berlari ke arah monster yang tidak berdaya itu dan membunuh mereka dengan mudah.
Hal itu terus dilakukan oleh mereka berempat sampai hari terakhir ujian bertshan hidup ini karena mereka telah cukup dengan dungeon, dan memutuskan untuk pergi kesana setelah mereka menjadi cukup untuk melakukan pertarungan pembalasan mereka.
"baiklah, selamat karena telah menyelesaikan ujian ini, saat ini bapak akan memanggil nama dari tim dari peringkat terakhir ke peringkat pertama," kata profesor tersebut kepada para murid yang telah berhasil menyelesaikan ujian itu, walaupun kazuto melihat jika ada beberapa anggota dari beberapa kelompok hanya tersisa 3 atau 4 orang.
'sepertinya mereka mengundurkan diri dari ujian ini,' pikir kazuto yang ingat dengan perkataan profesor jika peserta ujian bisa memutuskan untuk keluar dari ujian ini.
lalu kemudian sang profesor mengundurkan diri dan membiarkan kepala sekolah untuk mengatakan hasilnya, dan dia pun memulai untuk membaca hasil dari ujian mereka.
kazuto dan kelompoknya bisa melihat ekspresi dari para murid yang lain yang cukup sedih karena mendapatkan peringkat bawah, lalu kepala sekolah terus mengumumkan peringkat dari kelompok yang lain yang pada akhirnya sampai pada peringkat ke-3.
"lalu untuk peringkat ke-3, kelompok yang dipimpin oleh dylan wyrken, dengan poin sebanyak 810 poin," kata kepala sekolah yang memberikan hasil dari perburuan monster mereka kepada kelompok dylan yang ketika itu membuat kelompok itu senang karena mendapatkan tempat ke-3, kecuali dylan yang cuma diam sambil menggigit bibirnya dengan tangannya di remas keras, karena tidak terima dengan hasil yang dia dapatkan.
"lalu di tempat ke-2, kelompok yang dipimpin oleh alfret brenstain, dengan poin sebanyak 940 poin," kata kepala sekolah yang ketika itu membuat kelompok alfret senang karena mereka berhasil mendapatkan tempat kedua, tapi ada beberapa penasaran dengan siapa yang menempati tempat pertama.
__ADS_1
Tidak, mungkin pertanyaan itu dari awal telah salah, mereka sudah tahu dengan kelompok yang ketika itu mendapatkan tempat pertama, sehingga crone, claudia, dan alfret mengalihkan pandangan mereka ke kelompok kazuto.
"dan untuk tempat pertama, mendapatkan total poin sebanyak 1354 poin, yaitu kelompok yang dipimpin oleh kazuto yuki," kata kepala sekolah yang mengumumkan tempat pertama, dan ketika itu kelompok kazuto menjadi senang karena mereka telah berhasil mendapatkan tempat pertama.