The Reincarnator

The Reincarnator
bab 91 : kazuto vs margaret


__ADS_3

ketika itu kazuto berlari ke arah margaret dengan pedangnya, dia memastikan untuk menggunakan pedang biasa karena dia takut jika ada orang yang mengenali sihir crest milik keluarga kerajaan hexion.


lalu ketika itu sebelum kazuto sempat mendekat, dia merasakan jika langkah kakinya menjadi semakin berat dengan setiap langkah yang dia ambil dan dia melihat jika margaret mengangkat tangannya ke bawah.


"ini adalah kemampuanku, gravitasi, dengan kemampuan ini aku dapat mengontrol area di sekitarku sesuka hatiku dan tidak hanya itu," kata margaret yang ketika itu berjalan masuk ke medan gravitasi yang menahan gerakan kazuto.


"berbeda denganmu, sihir ini tidak berpengaruh padaku," kata margaret yang melihat ke arah kazuto yang ketika itu tidak melakukan apapun karena tubuhnya terlalu berat untuk digerakkan lalu ketika itu tiba-tiba tubuh kazuto tiba-tiba terangkat di langit.


"kau sudah kalah," kata margaret yang ketika itu melemparkan kazuto keluar dari arena tapi sebelum menyentuh tanah, kazuto lalu mengeluarkan mode sihirnya dan membuat semacam lingkaran sihir yang ketika itu menahan tubuhnya untuk jatuh ke tanah, membuat semua orang terkejut termasuk kumara karena ini merupakan pertama kalinya dia melihat mode itu dan kemampuan yang dimiliknya.


"hampir saja," kata kazuto yang ketika itu berdiri di atas udara, dengan kakinya yang ketika itu tedapat lingkaran sihir berwarna ungu.


'beruntung tepat waktu, jika aku tidak menggunakan kemampuan ini maka aku sudah pasti jatuh,' pikir kazuto yang ketika itu segera membuat lingkaran sihir yang terlihat terbalik dengan yang sebelumnya kazuto injak, dan melemparkannya ke arena.


"seperinya kau masih memiliki kemampuan yang kesembunyikan," kata margart yang melihat ke arah mode baru yang ditunjukkan oleh kazuto, 'mode biru sebelumnya, sudah jelas adalah mode yang mempercepat gerakannya, mode itu juga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri pemiliknya, aku harus berhati-hati karena aku tidak tahu seperti apa kemampuan mode ini,' pikir margaret yang ketika memfokuskan dirinya pada kazuto dan kekuatan yang dia tunjukkan.


"ya, karena aku baru saja mengaktifkannya, jadi aku masih harus melatihnya, agar aku dapat menggunakan dengan baik," kata kazuto yang ketika itu bersiap untuk serangan selanjutnya margaret.


lalu ketika itu margaret mengaktifkan medan gravitasinya dan tapi kazuto langsung membuat lingkaran sihirnya lagi yang ketika itu langsung mementalkan kazuto menuju margaret yang ketika itu dengan segera menonaktifkan medannya agar dia dapat menghindari lesatan kazuto, tapi ketika itu kazuto membuat lingkaran sihir lagi yang yang lalu dia injak dan melesat lebih cepat ke arah margaret yang ketika itu tidak sempat untuk menghindar sehingga dia menggunakan sihir gravitasinya dan membuat sebuah perisai untuk melindunginya.


"terima ini, purple mode : momentum slash," kata kazuto yang ketika itu menambahkan lesatannya dengan membuat lingkaran sihir lagi di kakinya dan menyerang secara langsung perisai gravitasi milik margaret dan membuatnya hampir keluar arena.

__ADS_1


lalu margaret memperkuat medannya dan membuat area di sekitar arena menjadi berat, membuat kazuto kesulitan untuk bergerak, lalu margaret menggunakan kesempatan itu untuk memfokuskan area dimana kazuto berada yang membuatnya tergeletak di lantai karena gravitasi yang berat.


ketika itu kazuto telah menonaktifkan mode ungunya yang membuat margaret berpikir jika mungkin kazuto telah menyerah, tapi ketika itu dia dikejutkan dengan kazuto yang ketika itu menghilang dari medan gravitasinya dan berada belakang margaret lalu memukulnya.


ketika itu margaret sekali lagi membuat area gravitasi yang menutupi seluruh arena tapi kazuto meningkatkan kecepatannya menggunakan mode biru dan menyerang margaret yang tidak bisa melakukan apapun kecuali bertahan karena saat ini semua konsentrasinya telah berpusat pada medan gravitasi yang dia buat, jika saja dia melepaskan dan berfokus untuk menyerang kazuto, maka kazuto bisa saja menjadi semakin cepat yang malah membuat margaret menjadi semakin kesulitan.


'lebih baik aku akhiri ini,' pikir kazuto yang ketika itu mundur di pinggir arena, dan menonaktifkan mode birunya dan menggantinya dengan mode hijau yang ketika itu memunculkan sebuah busur.


'sial, apa dia mencoba untuk mengakhiri ini dengan satu serangan,' pikir margaret yang ketika itu menghentikan medan gravitasinya dan menyiapkan sebuah sihir yang membentuk sebuah bola berwarna hitam yang terbentuk dari sihir gravitasinya.


"profesor bukannya kita harus menghentikan pertarungan ini," kata salah satu murid yang melihat margaret dan kazuto yang menyiapkan sihir mereka, dan tahu jika keadaan akan menjadi tidak baik jika sampai mereka benar-nenar serius untuk menembakkannya.


"jangan khawatir, mereka akan baik-baik saja," kata profesor yang melihat arena tanpa berkedip sedikit pun, karena sebentar lagi pertarungan ini akan berakhir.


"terima ini, gravity vortex," kata margaret yang melemparkan bola gravitasi ke arah kazuto.


"green mode : nature arrow," kata kazuto yang menembakkan panahnya ke serangan margaret, tapi sebelum serangan mereka saling mengenai satu sama, sebuah serangan ke-3 muncul di tengah mereka dan menghisap seluruh serangan margaret dan kazuto, mereka pun melihat ke arah orang yang menghancurkan serangan mereka, dan terkejut jika yang menghentikan mereka adalah kepala sekolah itu sendiri.


"baiklah sudah cukup," kata kepala sekolah yang ketika itu datang dan menghentikan pertarungan mereka.


"ini hanyalah latih tanding biasa, bukan pertarungan resmi jadi aku harap jika hal ini tidak terjadi lagi, apa kau mengerti nona muda, ?" tanya kepala sekolah kepada cucunya.

__ADS_1


"ya, ka- kepala sekolah," kata margaret kepada kakeknya yang ketika itu cuma mengelus kepalanya.


"dan untukmu murid kazuto, karena ini adalah hari pertama anda disini, maka saya bisa memaafkannya," kata kepala sekolah kepada kazuto.


"baik, saya mengerti kepala sekolah," kata kazuto kepada kepada kepala sekolah yang lalu pergi meninggalkan mereka.


"aku rasa hasil pertandingan kita adalah seri," kata kazuto kepada mergaret.


"ya, aku rasa begitu," kata margaret dengan nada sedikit kecewa, meskipun dia tidak tahu seperti apa hasilnya, tapi dia merasa jika kazuto saat itu masih menahan dirinya.


"baiklah, karena pertandingan tadi diganggu maka tidak ada pemenang dalam pertandingan ini," kata profesor kepada mereka berdua, walaupun dalam hati margaret dia merasa sedikit kecewa karena pertarungan mereka harus dihentikan, jujur saja dia tidak peduli dengan kalah dan menang karena itu sudah biasa dalam pertarungan, sehingga dia pun memutuskan untuk menantang kembali kazuto setelah beberapa waktu setelah kazuto sudah terbiasa dengan akademi ini.


"baiklah, ganti pakaian kalian dan persiapkan diri untuk pelajaran selanjutnya," dan dengan kata itu profesor glide pergi meninggalkan para murid untuk pelajaran mereka yang selanjutnya.


lalu setelah itu mereka pun kembali ke kelas setelah mengganti pakaian mereka untuk memulai pelajaran selanjutnya.


dan hari-hari itu biasa itu pun berlanjut sampai akhir pekan dimana kazuto memutuskan untuk mengunjungi orang yang ketika itu diberitahukan oleh lousse dan dimana lokasi dia berada.


"aku rasa disini," kata kazuto yang ketika itu berada di depan perpustakaan kerajaan, lalu kazuto pun masuk dan melihat-lihat perpustakaan itu dimana dia melihat banyak buku yang tersedia di rak, dan banyak orang yang berada disana.


'aku rasa karena ini akhir pekan, jadi banyak sekali pengungjung disini,' pikir kazuto yang melihat pengunjung yang cukup banyak datang ke perpustakaan dan ketika itu kazuto melihat seseorang yang merupakan alasan kenapa dia kemari.

__ADS_1


__ADS_2