
"t-tidak mungkin, bagaimana anakku bisa kalah, ?" tanya earl yang shock dengan bagaimana anaknya dikalahkan dengan mudah oleh seorang rakyat jelata yang tidak berpendidikan.
"sebelumnya kau sempat mengatakan jika anakmu itu mendapatkan pendidikan dari guru terbaik ya kan, biar aku beri tahu sesuatu padamu mengenai kazuto yuki," kata duchess yang merasa senang karena dia memenangkan pertarungannya, "kazuto mendapatkan pelajaran akademik dari putri lousse shuya hexion sedangkan untuk pelajaran sihirnya dia mendapatkannya dari leon willstene mantan penyihir kerajaan," jelas duchess yang memberitahukan mengenai orang yang memberikan pelajaran kepada kazuto, dan ternyata dia adalah putri mahkota kerajaan dan mantan penyihir kerajaan.
"jadi earl darkus, kau ingat dengan perjanjian kita bukan, ?" tanya duchess yang ingin menagih janjinya kepada earl darkus, jujur saja dia tidak terlalu peduli dengan tanah yang dimiliki oleh earl darkus karena jika dibandingkan dengan kepemilikan seorang duke maka itu tidak ada bandingannya, tapi dia memiliki rencana lain untuk tanah yang akan dia dapatkan.
"akan segera kuberikan surat penyerahan tanhanya kepadamu," jelas earl darkus yang menerima kekalahannya, dia hanya beruntung jika kerugiannya kali ini tidak terlalu besar, dia harus segera memberi pelajaran kepada anaknya nanti.
"pertarungan selanjutnya akan dilanjutkan dalam 15 menit," kata wasit yang memberikan jeda kepada para penonton yang melihat.
sedangkan di bangku para penonton banyak orang yang melihat pertandingan kazuto salah satunya adalah ksatria elinstein, rekan-rekan kazuto lalu ada juga duke theodor dan leon.
"serangan tadi benar-benar cepat," kata theodor yang takjub dengan perkembangan kazuto selama beberapa tahun ini.
"benar, sepertinya dia berhasil mengatasi masalahnya sebelumnya," kata leon yang menganalisa kazuto.
"masalah guru bilang, ?" tanya theodor.
"ya, sebelumnya ketika kazuto pertama kali menggunakan kekuatan mode merah, dia kehilangan kendali dan menyerang orang yang mengetesnya lalu berhasil mengalahkannya, tapi yang menjadi masalah untuknya adalah fakta jika dia menyerang orang meskipun itu adalah tes," kata leon.
"apa guru mengatakan jika kazuto merasa bersalah atas apa yang terjadi padanya," kata theodor.
"tidak, bukan itu," kata loen, "dia khawatir jika kekuatan yang dia miliki akan lepas kendali lagi, hal itu telah kukonfirmasi dari pertarungan terakhir kami sebelum dia memasuki akademi, tapi sepertinya dia sudah tidak khawatir lagi, yang bagus karena jika begitu maka dia tidak bisa memenangkan turnamen ini," jelas leon.
"jadi begitu," kata theodor yang tidak mengatakan apapun lagi dan duduk, menunggu pertarungan yang selanjutnya.
"hei, menurutmu bagaimana soal anak tadi, ?" tanya salah satu ksatria yang duduk di bangku dan bertanya dengan temannya di sampingnya.
"anak itu memiliki kemampuan yang hebat, aku kurang jelas dalam melihatnya tapi aku cukup yakin dia menebas lawannya lebih dari 2 kali," kata salah ksatria yang menkonfirmasi tebasan yang dikeluarkan kazuto dalam sekejap.
__ADS_1
"4 tebasan, dia menggunakan sebanyak 4 tebasan untuk mengalahkan anak bangsawan tadi, gerakannya memang cepat jadi aku tidak akan menyalahkan kalian jika kalian tidak dapat melihat gerakannya," kata ksatria yang baru tiba dan mengambil tempat duduk di samping ksatria yang berbicara sebelumnya, dia memiliki baju besi biru yang megah dengan selendang biru dan jubah biru lambang kerajaan hexion, lalu dia pinggangnya terdapat pedang satu tangan yang merupakan pedang andalannya.
"s-sir william, salam hormat pak," kata kedua prajurit yang memberikan hormat kepada ksatria tersebut.
"kalian tidak perlu melakukan itu, saat ini aku sedang tidak bertugas," kata william.
"b-baik, tuan william," kata mereka yang duduk di samping ksatria tersebut dan melihat pertandingan ketiga yang akan segera dimulai.
"baiklah kita akan memulai pertandingan ketiga, Karnatia elinstein melawan eliana," kata juri yang memanggil kedua peserta menuju arena.
"hoh, sudah dimulai menurutmu siapa yang akan memenangkan pertarungan ini, ?" tanya salah satu ksatria tersebut.
"aku rasa eliana, kalian tahu jika eliana adalah murid langsung dari penyihir kerajaan saat ini, jadi sudah pasti jika sang penyihir kerajaan akan malu jika muridnya kalah disini kan," kata salah satu ksatria di sebelahnya.
"tapi aku merasa jika nona karnatia memiliki kesempatan untuk memenangkan pertandingan," kata william.
"t-tuan william," kata mereka yang mendengar suara dari william.
"baik kedua kontestan siap mulai," kata juri yang setelah itu mereka berdua memulai pertarungan.
"fire spear," kata katia yang menciptakan tombak api yang dia arahkan ke eliana, lalu ketika itu eliana menciptakan perisai air yang setelah itu bergerak ke arah katia.
katia lalu berlari dan melompat menggunakan api lalu mengaplikasikan api itu di kakinya, untuk bisa terbang dan menghindari serangan air eliana, "aku akan mendekat," kata katia yang terbang dan melesat ke arah eliana dengan tangannya yang telah menyiapkan beberapa sihir di tangannya, "fire ball," kata katia yang melemparkan beberapa bola api ke arah eliana.
"water barrier," kata eliana yang menciptakan perisai air dan menahan serangan bola api katia, tapi ketika itu katia mengubah arah terbangnya menggunakan sifat pegas api yang dia aplikasikan di kakinya dan berpindah di belakang eliana.
"fire fist," kata katia yang memukul eliana dengan menggunakan tinju yang dilapisi oleh api dan melemparkannya beberapa meter dari tempatnya.
"ugh, sakit," kata eliana yang memegang bagian yang dipukul katia dan berdiri, "anda benar-benar hebat, nona karnatia," kata eliana yang mengangkat tangannya dan memunculkan sejumlah air yang melebih jumlah air yang dia panggil sebelumnya.
__ADS_1
"terima ini, water tsunami," kata eliana yang menggerakkan airnya ke arah katia, tapi katia sendiri hanya berdiri disana, bernafas ringan seolah-olah tidak ada yang perlu dipermasalahkan, lalu dia pun mengangkat tangannya kanannya dan ketika air itu telah mencapainya tiba-tiba air itu berhenti dan seketika itu membeku.
"ice world," kata katia yang mengeluarkan tipe sihir es dan membekukan air eliana.
"itu baru putriku," kata duchess yang tersenyum melihat sihir es putrinya.
"t-tunggu sihir es, sejak kapan dia bisa menggunakan sihir itu, ?" tanya salah bangsawan yang terkejut dengan kemampuan dari anak duke yang bisa menggunakan sihir es walaupun katia terkenal menggunakan sihir api.
"sejak dulu, dia hanya lebih suka menggunakan sihir api daripada sihir es," jelas duchess kepada bangsawan yang lain jika putrinya dapat menggunakan sihir itu sejak dulu.
"hm, dia sudah bisa menggunakan sihir itu sebaik ini, kerja bagus theodor, kau melatih anakmu dengan baik," kata leon yang cukup terkesan dengan performa katia.
"terima kasih guru," kata theodor.
"apa, bukannya sihir api adalah kemampuan dari nona muda karnatia tapi bagaimana bisa dia menggunakan sihir es, ?" tanya salah ksatria di samping william.
"mungkin dia mempelajarinya sebelum dia masuk ke akademi, dan menyiapkannya sebagai kartu andalan," kata salah satu ksatria di sampingnya.
"itu mungkin, tapi kenapa dia tidak pernah menunjukkannya di publik dan baru menunjukkannya sekarang," kata ksatria pertama.
"hm, jadi begitu ya," kata william yang sepertinya mengerti dengan situasinya, "kau telah berkembang," katanya.
"tuan william anda mengatakan sesuatu, ?" tanya salah satu ksatria yang mendengar sirnya berbicara.
"tidak, tidak apa-apa," katanya yang kembali melihat ke arah arena.
"es, bagaimana kau menggunakan sihir itu, ?" tanya eliana yang terkejut dengan sihir airnya yang saat ini telah membuka dan menjadi es.
"kau tidak perlu tahu soal itu," kata katia yang lalu melesat ke arah eliana dengan bantuan apinya dan memberikannya serangan es yang membekukannya dan serangan itu menjadi akhir dari pertarungan mereka.
__ADS_1
"pertandingan selesai, pemenangnya karnatia elinstein," kata wasit yang mengumumkan karnatia sebagai pemenang.