
"aku memiliki sebuah permintaan kepadamu," katanya.
"dan apa itu," kata lousse yang menyuruh bahal untuk melanjutkan apa yang ingin dia katakan selanjutnya.
"aku ingin kau mengatur pertemuanku dengan junior bernama kazuto yuki," kata bahal yang membuat ekspresi lousse dan ren yang bersembunyi di semak mengeras.
"untuk apa kau ingin bertemu dengannya, biasanya kau tidak pernah tertarik dengan hal semacam ini bahal, ?" tanya lousse.
"aku mendengar rumor jika ada seorang anak kelas 1 baru di kelas anak itu, dan aku mendengar jika anak baru itu adalah makhluk sihir, karena aku tidak tahu satupun junior di kelas itu, aku ingin memintamu untuk membantuku untuk bertemu dengan kazuto," kata bahal yang ketika itu diketahui dari mata lousse jika dia berbohong.
'beberapa dari pernyataan yang dia katakan bohong, aku ingat jika adiknya sendiri berada di kelas yang sama dengan kazuto, kenapa dia tidak menanyakan hal itu pada adiknya,' pikir lousse yang lalu berbicara, "bisa tolong kau untuk tidak berbasa-basi, aku tahu kau berbohong, cepat katakan apa tujuanmu atau kuhajar kau," kata lousse.
"baiklah, aku rasa tidak ada gunanya berbohong padamu, aku akan langsung ke intinya, suruh bocah itu untuk menyerahkan hak kontrak kumara kepada keluarga valis," kata bahal yang ketika itu tidak menyadari sebuah tinju telah berada di depannya dan melontarkannya beberapa meter dari tempatnya duduk.
"kau tadi bicara jujur, jadi itu tujuanmu datang padaku ya, ?" tanya lousse yang ketika berjalan ke arah bahal yang ketika itu masih tersenyum, seakan-akan tidak takut dengan lousse, tidak seakan-akan mengharapkan hal ini darinya yang ketika itu meretakkan tangannya dengan niat untuk memukuli bahal,
"oh yang mulia, jadi memang benar jika kazuto yuki adalah kontraktor dari kumara, jika begitu dia harus memberikannya padaku, dia tidak pantas untuk menjadi kontrak-" kata bahal yang ketika itu mendapatkan pukulan dari ren yang keluar dari tempat sembunyi dan memukulnya tepat di perut.
"sial, kau, ?" tanya bahal yang memegang perutnya karena serangan kejutan dari ren.
"ren, apa yang kau lakukan disini, ?" tanya lousse yang melihat sosok ren yang mengmabil tempat di sampingnya.
"aku cuma ingin mengunjungi seseorang, tapi aku malah bertemu dengan orang brengsek yang perlu mendapatkan 1 atau 2 pukulan di perutnya," kata ren kepada lousse yang menjotos tangannya bersiap untuk memukul bahal sampai semacam makhluk tanpa kaki bersayap sepanjang 3 meter muncul dan mengibas ren, membuatnya mundur.
"herpes, maaf membuatmu harus membantuku," kata bahal yang mengelus kepala ular bersayapnya.
'jadi itu makhluk sihirnya, ternyata memang ular,' pikir ren.
__ADS_1
"ular terbang, herpes, ini adalah makhluk sihirku," kata bahal yang menunjukkan sosok makhluk sihirnya kepada ren dan lousse yang melihat mereka seperti sebuah makanan.
"jadi kau ingin bertarung," kata ren yang mengaktifkan gaultet tangan dan kakinya, sedangkan lousse mengaktifkan crest dan memegang 2 pedang di tangannya.
"tidak, herpes kembalilah," kata bahal yang ketika itu herpes menghilang dari tempat itu, "ngomong-ngomong karena aku sudah tahu jika kazuto adalah pemilik dari kumara maka aku akan menantangnya dalam pertarungan resmi," kata bahal yang pergi meninggalkan ren dan lousse sendirian disana.
"hah, sial, apa-apaan orang itu, ?" tanya ren yang ketika itu duduk dan berbicara dengan lousse.
"dia memang seperti itu," kata lousse yang sudah tenang, dan duduk di tempat duduknya.
"tapi, apa maksud dari pertandingan resmi, ?" tanya ren.
"itu adalah pertarungan yang dilakukan oleh para murid setelah mendapatkan izin dari guru," kata lousse yang menjelaskan mengenai apa yang dimaksudkan oleh bahal tadi.
"apa jangan-jangan dia akan memaksa kazuto untuk bertarung dengannya, ?" tanya ren yang ketika mendapatkan anggukan dari lousse.
"kurang lebih begitu, dia adalah tipe orang yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan," kata lousse, "kemungkinan dia akan membuat tipu daya atau apapun untuk membuat kazuto tertarik untuk menerima pertarungan itu," kata lousse.
"tunggu, chris kau bilang, apa jangan-jangan jika dia juga tertarik dengan makhluk sihir milik kazuto, ?" tanya lousse yang ketika itu mendapatkan anggukan dari ren.
"ya, aku mengatakan padanya untuk tidak macam-macam dengan kontraktornya karena dia memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan tapi sepertinya ini akan sangat buruk karena si bahal itu sudah mengetahui jika kazuto adalah kontraktor dari kumara," kata ren.
"jadi begitu, sepertinya memang pertarungan itu memang tidak bisa dihindarkan," kata lousse yang berpikir jika kemungkinan terburuk adalah kazuto akan melawan bahal dalam pertarungan resmi.
"tapi apa bahal sekuat itu, tadi saja dia bahkan tidak bisa menahan pukulanku, padahal kazuto dapat bisa melakukan itu, ?" tanya ren.
"bahal, adalah ahli dalam menggunakan racun, dia hanya membutuhkan 1 serangan saja untuk mengalahkan musuhnya, diantara 10 dewan elit, tidak ada yang berani untuk melawannya karena racunnya, bahkan aku sendiri karena dia tidak akan ragu untuk menyerang siapapun lawannya," kata lousse yang ketika itu menaruh tangannya di wajahnya sambil menutupi matanya, 'apa ini seperti yang aku pikirkan, benar-benar rencana yang bodoh,' pikir lousse yang merasa kasihan dengan nasib seseorang di masa depan nanti.
__ADS_1
"jadi apa anda ingin kazuto untuk menyerahkan kumara, itu yang ingin anda katakan, ?" tanya ren.
"ya, itu masih lebih baik daripada dirinya terluka," kata lousse yang khawatir jika adiknya terluka, tapi menyerahkan kumara juga sudah pasti akan melukai hati kazuto.
setelah itu ren pun pergi dan tertidur di kamarnya sampai di pagi hari dimana dia melihat kazuto yang akan pergi menuju kelas.
"hm, ren kau kenapa, ?" tanya kazuto.
"tidak apa-apa, aku cuma banyak pikiran," kata ren yang ketika itu melihat sosok yang tidak ingin dia lihat berada di depan ruang kelasnya.
"senior, ada urusan apa anda di kelas ini, ?" tanya kazuto.
"aku langsung ke intinya, jika kau tidak menyerahkan kumara padaku, aku akan menghancurkanmu," kata bahal yang ketika itu mengeluarkan sedikit sihirnya yang membuat kazuto sedikit susah untuk bernafas.
"maaf senior, tapi aku tidak akan menyerahkan kumara," kata kazuto yang ketika menatap ke arah bahal tanpa sedikit pun ketakutan.
"heh, kau berani juga, kalau begitu bagaimana kalau ini, kita akan melakukan pertarungan resmi di arena, jika aku menang kumara akan menjadi milikku," kata bahal yang dengan oercaya mengumkan jika dua akan memenangkan oertandingan.
"dan jika anda kalah, ?" tanya kazuto.
"apa," katanya.
"aku mengatakan jika anda kalah, apa yang anda berikan, ?" tanya kazuto kepada bahal yang ketika senyuman di wajahnya menjadi semakin besar.
"hahahahaha, apa kau ingin mengatakan jika aku akan kalah darimu, itu yang ingin kau katakan," kata bahal yang tidak prnah mendengar sesuatu seperti ini sebelumnya, tidak dia mengharapkan reaksi ini darinya, karena itu dia menantangnya.
"ya, lagipula aku mempertaruhkan makhluk sihirku yang berharga jadi tentu anda harus mempertaruhkan sesuatu yang seimbang," kata kazuto.
__ADS_1
"ya, baiklah kalau begitu, jika kau memenangkan pertarungan ini maka aku akan keluar dari akademi hexion dan memberikan kursiku padamu, apa itu sudah cukup untukmu," kata bahal yang ketika itu berjabat tangan dengan kazuto jika mereka setuju dengan taruhan itu.
"kalau begitu sampai jumpa seminggu lagi," kata bahal yang ketika itu pergi, sedangkan kazuto sendiri hanya masuk ke kelasnya untuk memulai pelajarannya, tapi sedikit yang dia tahu jika apa yang dia lakukan akan menarik perhatian seluruh sekolah.