
Sehari telah berlalu sejak kazuto, kumara, rea dan margaret berburu para monster, ketika itu mereka memutuskan untuk kembali ke perkemahan mereka untuk beristirahat, lalu kazuto pun menonaktifkan sihirnya yang membuat batu yang menempel di akar pohon itu berjatuhan, yang menunjukkan tempat tenda mereka yang terlihat sama sekali tidak terjamah oleh apapun semenjak mereka pergi untuk memburu.
"baiklah, aku akan membuat makan malam dulu, kalian berisrirahatlah sebentar," kata kazuto yang lalu mengambil beberapa bahan yang mereka bawa sebelumnya, lalu kazuto pun mulai memasak makanan untuk makan malam mereka, dan setelah itu mereka pun tertidur dengan bergantian sepanjang malam.
di pagi hari mereka bangun dan setelah sarapan, mereka berniat untuk masuk lebih dalam ke dalam hutan yaitu daerah dekat dungeon dimana mereka akan berburu monster yang lebih kuat.
"huh, master saya sudah selesai," kata kumara kepada kazuto yang ketika itu selesai melakukan tugas yang diberikan kazuto kepadanya.
"jadi bagaimana situasinya, ?" tanya kazuto kepada kumara.
"monster yang berada di dalam dungeon lantai pertama tidak terlalu kuat, hanya saja ketika saya masuk ke lantai dua kebawah, monster yang saya lihat benar-benar berbed dengan monster di lantai pertama," kata kumara kepada kazuto dan yang lain.
"seberapa kuat mereka, ?" tanya rui yang ingin mengetahui monster yang berada di lantai kedua.
"mereka sangat kuat, kurang lebih kekuatan yang dimiliki monster terlemah di lantai kedua sama dengan orc yang kita lawan," kata kumara.
"jadi begitu, lalu apa lagi yang kau dapatkan, ?" tanya kazuto.
"sebenarnya ini yang paling penting, sebenarnya alter ego milik saya tidak terintegrasi tadi ketika berada di lantai 3," kata kumara kepada kazuto dan yang lain.
"t-ttunggu dulu, jika tidak terintegrasi lalu apa, ?" tanya rui yang merasakan sesuatu yang tidak bagus akan segera dia dengar.
"hancur, tanpa ada sisa," kata kumara.
__ADS_1
"lalu apa kau bisa memastikan musuh yang membunuh alter egomu, ?" tsnya kazuto yang ingin mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dari kumara mengenai monster yang mungkin berada di dalam dungeon.
"ya, dia memiliki 4 kaki dengan kulit tubuhnya yang samgat keras, bahkan cakarku sama sekali tidak menimbulkan kerusakan apapun, tubuhnya sendiri berwarna merah dengan api yang berada di sekitar tubuhnya," jelas kumara mengenai monster yang menghancurkan alter egonya.
"apa dia memiliki sayap, ?" tanya margeret.
"tidak, hanya saja ketika dia mencoba menembakkan serangannya padaku, dia menggunakan api yang menyala di tubuhnya dan membuat semacam sayap untuk membantunya terbang," kata kumara kepada yang lain.
"apa jangan-jangan itu naga," kata margaret yang ketika itu telah memikirkan semua hal yang dikatakan oleh kumara dan meskipun tidak yakin tapi itu bukan berarti tidak mungkin jika memang di dalam dungeon ini terdapat seekor naga di dalamnya, mengingat legenda dungeon ini sendiri.
"jadi bagaimana kazuto, apa kita akan masuk, ?" tanya rui, jujur saja setelah mendengar jika alter ego milik kumara hancur tanpa tersisa apapun, dia menjadi sedikit takut karena kumara sendiri memiliki setidaknya kekuatan yang melebihi dirinya.
"tidak, tidak perlu untuk memaksakan diri sampai membuang nyawa kita disini, lebih baik kita kembali ke tempat awal dan melakukan hal yang kita lakukan kemarin," kata kazuto, saat ini dia adalah orang yang memimpin kelompok mereka dan yang berarti jika hidup dan mati mereka bersda di tangannya.
"hm, apa itu kumara, ?" tanya kazuto yang tertarik dengan kumara yang ketika itu mengutarakan pendapatnya untuk pertama kalinya.
"bagaimana jika saya memasang kedua alter ego untuk menjaga lantai bawah, sedsngkan kita berburu monster di lantai atas," kata kumara kepada yang lain.
'hm, itu memang rencana yang bagus, kumara mengatakan jika monster itu berada di lantai 3, jadi kita hanya perlu membunuh monster di lantai pertama, dan jika saja monster itu berniat untuk menuju lantai atas, maka kita hanya perlu untuk segera keluar dari dungeon,' pikir kazuto yang ketika itu melihat kelompoknya.
"jadi bagaimana menurut kalian, ?" tanya kazuto kepada yang lain, karena dia perlu untuk melihat apakah setelah mendengar saran kumara mereka berniat untuk pergi ke dungeon.
"aku terserah saja, lagipula jika ada monster aku hanya tinggal menghajarnya," kata rui yang tidak peduli pilihan mana yang akan mereka pilih, dia hanya perli mslakukannya saja.
__ADS_1
"menurutku lebih baik kita masuk, lagipula aku dengar terdapat banyak monster aneh di dalam dungeon yang ingin aku lihat," kata margaret.
"kalau begitu sudah diputuskan," kata kazuto yang lalu melihat ke arah kumara yang lalu mengaktifkan alter egonya dan memunculkan 2 dirinya yang lalu masuk ke dalam dungeon.
"baik, ayo masuk," kata kazuto yang ketika itu memimpin untuk masuk ke dalam dungeon.
"wow, tempat ini benar-benar gelap," kata margaret yang ketika itu kesulitan untuk melihat.
"maaf, tolong tunggu sebentar," kata kumara yang menggunakan sihir dan menerangi jalan mereka menuju dungeon.
tapi ketika itu dia mendengar suara monster yang datang ke arah mereka, lalu mereka pun bersiap dan mereka melihat semacam monster berkaki dua yang ketika itu berlari cepat ke arah rui yang ketika langsung dia pukul wajahnya, yang membuatnya berteriak keras, tapi karena rui tidak tahan dengan teriakannya, dia akhirnya membunuh monster itu, sehingga terjadi keheningan untuk sementara
Tapi hal yang dilakukan oleh rui tadi telah membuat kawanannya marah dan ketika itu mereka pun mulai berdatangan dan berladi dengan tangan mereka yang bercakar tajan dan gigi mereka yang terlihat mengerikan.
"oh, sialan kau rui," teriak margaret yang ketika langsung mengaktifkan medan gravitasinya membuat para monster yang berlari ke arah mereka berjatuhan dan kawanan mereka yang berada di belakangnya berlari ke arah lain untuk menyerang kelompok kazuto.
"sial, mereka benar-benar berniat untuk bertarung," kata margaret yang ketika itu mempebesar medannya, dan lalu kazuto maju dengan mode birunya yang telah aktif lalu menebas setiap monster yang dia lewati lalu dia pun terus berlari sampai dia berada di belakang kawanan monster tersebut, "red mode : red slash," kata kazuto yang ketika itu mengerang monster dari belakang kelompok mereka.
lalu berubah ke mode hijau, "green mode : forest vine," kata kazuto yang ketika itu memuncul akar dari tanah dan menangkap monster-monster itu dan memasang mereka di langit.
Selanjutnya kazuto lalu mengaktifkan mode ungu dan membuat lingkaran sihir yang segera dia injak dan melontarkannya ke arah kelompoknya berada yang ketika itu juga sedang beraturng melawan monster, "purple mode : momentum slash," kata kazuto yang ketika itu menghancurkan para monster disaat dia melontarkan dirinya, dan membuat saru lagi lingkaran sihir yang ketika itu dia injak dan melontarkan cukup sampai ke kelompoknya.
"baiklah, lakukan," kata kazuto yang llau ketika itu margaret telah berhasil membuat semua monster berhenti untuk bergerak.
__ADS_1
"fox blast," kata kumara yang menembakkan tembakan sihir dari mulutnya, dan menghanguskan semua monster yang ada disana.