The Reincarnator

The Reincarnator
bab 66 : kerajaan beastman


__ADS_3

2 hari telah berlalu sejak reah membuat kesepakatan dengan kazuto dan kumara dan saat ini mereka hanya tinggal setengah hari lagi sampai kerajaan beastman, saat ini mereka sedang beristirahat dan memutuskan untuk besok setelah subuh mereka akan melakukan perjalanan mereka kembali.


"oh sudah waktunya ya," kata bell yang ketika itu sedang duduk di perapian yang lalu kazuto muncul dan duduk di berhadapan dengannya.


"anda tidak istirahat, tuan bell, ?" tanya kazuto kepada bell yang ketika itu terlihat tidak beranjak dari tempat sebelumnya dia duduk.


"ya, sebentar lagi, aku hanya ingin menghangatkan diri sebelum beristirahat," jelasnya.


"jika anda tidak masalah, bolehkah saya bertanya sesuatu," kata kazuto.


"hm, apa itu, ?" tanyanya.


"kenapa yang mulia putri reah hanya memiliki 1 penjaga untuk menemaninya, ?" tanya kazuto yang mengingatkannya pada suatu insiden.


"ya, apa maksud anda, aku tidak tahu apa yang anda bicarakan," katanya yang ketika itu sedikit berkeringat dingin dengan peetanyaan dadakan kazuto.


"ya, aku cuma penasaran dengan kenapa ketika pertama kali kita bertemu, kau sempat memanggilnya dengan sebutan yang mulia, dan jika dia memang seorang anak salah seorang bangsawan, maka biasanya pelayan atau kesatria memanggilnya dengan sebutan nona muda," kata kazuto yang mengingat kejadian dengan katia ketika pertama kali mereka bertemu.


"hahh, anda benar, sepertinya itu adalah salah saya karena sempai keceplosan tadi," kata bell yang lalu membuka pakaiannya dan menunjukkan semacam luka yang ketika itu masih diperban.


"luka itu, ?" tanya kazuto.


"beberapa hari yang lalu, ketika saya dan tim saya ingin menjemput yang mulia reah, hal ini terjadi," kata bell yang menunjukkan luka-luka yang dia dapatkan.


"monster apa yang melakukan ini pada anda, ?" tanya kazuto, dia tahu jika bell setidaknya lebih kuat dari dirinya, jadi dia penasaran dengan monster macam apa yang membuat bell terluka separah ini.

__ADS_1


"aku tidak tahu, monster itu sangat cepat, dia memiliki bentuk yang terlihat sangat mirip dengan manusia, hanya saja yang membedakan hanyalah 2 tanduk di kepalanya dan kukunya yang tajam," kata bell yang ketika itu mengingatkan kazuto mengenai oni yang mereka lawan di hutan mistis.


'apa jangan-jangan dia adalah monster yang terbuat dari ritual itu,' pikir kazuro yang mengingat jika monster yang dia lawan adalah monster gagal tapi yang membuatnya menjadi tidak adalah fakta jika monster itu mampu untuk mengungguli mereka berempat meskipun dengan fakta jika dia berada dalam keadaan terlemahnya.


Apalagi mengingat jika produk gagal saja sudah sekuat itu, maka dia ingin tahu seperti apa kekuatan dari produk jadinya.


'jika dia memang monster itu aku yakin jika tuan bell tidak akan bisa selamat, karena monster itu setidaknya harus berkali-kali lebih kuat dari monster yang kami lawan,' pikir kazuto yang ketika itu masih memikirkan mengenai monster itu.


"jujur saja, aku beruntung jika monster itu hanya lewat, jika tidak maka aku yakin jika aku sudah pasti akan mati," jelasnya yang lalu kazuto berhenti untuk menanyakan lebih lanjut yang membuat bell berterima kasih karena perhatian kazuto.


"baiklah aku rasa aku akan istirahat dulu, selamat malam," kata bell yang pergi untuk beristirahat sampai pagi tiba dimana mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan beastman.


"tunggu," kata penjaga yang menjaga kerajaan beastman yang menghentikan kazuto untuk masuk.


"beritahukan apa tujuan kalian kemari," katanya yang melihat ke arah kazuto dan tidak menyadari dengan keret yang berada di belakang mereka.


"oh tuan bell, maaf karena telah mengganggu perjalanan anda, silakan masuk," katanya yang membuka gerbang untuk kazuto dan membiarkanya masuk.


"kalian tidak tahu jalannya kan, ayo ikuti kami," kata bell yang menunjukkan arah menuju istana.


"hm, ada begitu banyak kereta, apa ada sesuatu, ?" tanya kazuto kepada bell yang ketika itu telah sampai di istana dan menaruh kereta mereka sambil menunggu kumara mengganti pakaiannya di dalam kereta.


"oh, sekarang adalah hari itu, hari dimana penguasa kerajaan hexion, kerajaan beastman, kerajaan spade dan kerajaan cinder membuat perjanjian," kata bell yang ketika itu kazuto melihat baik-baik kereta kuda yang berada di halaman dan ternyata dia benar jika itu adalah kereta kuda dari kerajaan hexion.


'apa itu berarti jika mereka ada disini,' pikir kazuto tentang kedua orang tuanya yang mungkin berada di istana kerajaan beastman.

__ADS_1


"jika mengingat kembali anda berasal dari kerajaan hexion kan, ?" tanya reah yang ketika itu bergabung dengan pembicaraan.


"ya, kami adalah murid akademi hexion," kata kazuto kepada mereka yang lalu berjalan masuk ke dalam istana untuk mengambil izinnya, sampai dia bertemu dengan wanita yang terlihat familiar, dia memakai gaun berwarna ungu dengan rambut hitam terurainya dan mata biru langitnya.


'oh tidak,' pikir kazuto yang ketika itu memutuskan untuk berbalik karena jika dia bertemu dengannya, maka sudah pasti jika mereka akan menarik perhatian orang-orang tapi sebelum dia sempat untuk berjalan dia merasa jika badannya menjadi dingin, dia pun berbalik dan ketika itu mata mereka saling bertatapan.


lalu ketika itu wanita tersebut berjalan ke arah mereka dan melihat ke arah kazuto yang ketika itu berbalik, "balikkan badanmu," kata wanita tersebut yang ketika itu kazuto mau tidak mau harus menurutinya karena saat ini banyak orang yang memperhatikannya, tidak hanya reah dan bell tapi pelayan dan orang-orang psnting yang berada juga melihat itu dengan kstertarikan.


"h-halo yang mulia, senang bertemu dengan anda disini," kata kazuto yang menyapa ibunya dengan formal, saat ini identitasnya masih dirahasiakan dari publik karena itu jika saja dia memanggil ibunya dengan sebutan ibu maka orang-orang akan membuat asumsi yang akan berubah menjadi rumor.


"kazuto," kata ratu yang ketika itu memeluk kazuto yang membuat semua orang terkejut kecuali kumara karena dia tahu bagaimana hubungan mereka.


sedangkan kazuto hanya membalasnya pelukan sang ratu dengan pelukan juga, mereka pun berpelukan selama beberapa waktu.


"kenapa kau datang kemari, apa kau memiliki urusan disini, atau jangan-jangan kau rindu pada kami, sehingga kau datang jauh-jauh dari kerajaan hexion menuju kerajaan beastman," kata ratu hexion yang ketika itu senang karena kedatangan kazuto, tidak memperdulikan dengan apa yang terjadi sekitarnya.


"lumina, apa yang kau lakukan, ?" tanya raja hexion yang ketika otu melihat kazuto dan mengerti kenapa istrinya melakukan aksi yang menarik perhatian semua orang.


"maaf sayang, hanya saja aku bertemu dengan seseorang yang mencoba kabur dariku, jadi aku langsung menangkap basah dirinya," kata ratu yang mengacuh pada kazuto yang mencoba untuk kabur dari ibunya karena dia tidak ingin menarik lebih banyak perhatian, tentu dia senang dengan bagaimana ibunya bertingkah tapi dia hanya berharap jika dia tidak terlalu sering melakukan hal itu di depan publik.


"tidak masalah, ngomong-ngomong nak kazuto dan kumara senang bertemu dengan kalian lagi, bagaimana kabar kalian, ?" tanya raja kepada mereka.


"kami baik-baik saja, terima kasih telah bertanya serta senang bisa bertemu dengan yang mulia sekali lagi," kata kazuti yang menyapa ayahnya begitupula dengan kumara yang ikut menyapa raja dan ratu hexion.


"senang bertemu dengan anda, ratu dan raja hexion, saya reah senang bertemu dengan kalian," kata reah yang ikut menyapa ratu dan raja dari kerajaan hexion.

__ADS_1


"senanf bertemu denganmu putri reah, ngomong-ngomong saya tadi melihat jika kalian masuk bersama, apa hubunganmu dengan kazuto, ?" tanya sang ratu kepada reah.


"dia adalah penyelamat saya," kata reah kepada keluarga kerajaan hexion menggunakan kata yang singkat.


__ADS_2