
"kenyangnya, seperti biasa masakanmu memang yang paling enak kazuto, berbeda dengan orang yang kukenal," kata ren yang menunjuk ke arah katia yang ketika itu menggenggam tangannya, walaupun dia mau protes tapi dia tidak bisa karena apa yang dikatakan ren benar, jika dibandingkan masakannya dengan masakan kazuto, masakannya benar-benar bukan apa-apa.
"sudahlah ren, sebelum katia memukulimu," kata kazuto yang melihat katia masuk ke tendanya dan berkata.
"kau beruntung ren, jika saat ini aku sangat lelah, jika tidak," kata katia yang lalu pergi ke tendanya dan dalam sekejap dia tertidur, meninggalkan kazuto dan ren yang berada di luar di dekat perapian untuk mengobrol.
"ngomong-ngomong kazuto, apa yang akan kau lakukan mulai sekarang, ?" tanya ren kepada kazuto.
"hm, apa maksudmu, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti dengan pertanyaan yang diajukan ren.
"dengan identitasmu," kata ren yang cukup untuk membuat kazuto mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh ren.
ketika dia memulai hubungannya dengan katia, dia tahu jika dia tidak memiliki pilihan lain selain meningkatkan statusnya, karena orang-orang, khususnya para bangsawan akan memandang dirinya sebagai rakyat jelata yang menggunakan putri duke untuk meningkatkan statusnya jika dia tetap dalam keadaannya yang sekarang.
disisi lain jika dia mengambil statusnya sebagai pangeran, maka dia dapat menghindari kritik dari para warga, tapi sudah pasti jika masalah yang lain akan datang jika dia melakukan itu, seperti kejadian 13 tahun yang lalu dimana kabar dirinya telah mati akan diselidiki kembali, sudah pasti jika para warga akan tertarik dengan hal itu yang menyebabkan rumor yang masih belum diketahui kebenarannya terbuat.
"aku tidak tahu," kata kazuto, jujur saja hanya ada pilihan itu saja yang ada di dalam pikirannya, tapi dia berharap jika ada cara agar tidak terjadi seperti itu.
"ya, kau tidak perlu memikirkannya terlalu keras kazuto, ini masih baru awal," kata ren yang mencoba menghibur kazuto dan malam pun berlalu.
di pagi hari setelah mereka sarapan, mereka pun menjelajah hutan dengan maksud untuk melihat-lihat dan jika beruntung mereka mungkin dapat bertemu dengan makhluk sihir, walaupun kemungkinannya sendiri sangat kecil.
__ADS_1
"hei lihat ini," kata ren yang memanggil kazuto dan katia untuk melihat sebuah jejak kaki yang dia temukan.
"ini," kata kazuto yang melihat jejak kaki besar yang mereka temukan.
"jejak kaki yang besar," kata katia yang melihat jejak kaki hewan yang 3 kali lebih besar dari kakinya.
"sudah kuduga ini adalah galleon," kata ren yang mengklaim jika itu adalah jejak dari makhluk kontrak keluarganya.
"apa kau yakin, bisa saja ini hewan lain, seperti serigala, atau singa biasa, ?" tanya katia.
"jejak kaki ini sangat besar, ada kemungkinan jika ini milik makhluk yang sangat besar," kata kazuto.
"ayo kita lanjutkan, aku yakin kita akan bertemu dengan galleon hari ini," kata ren yang bersemangat untuk bertemu dengan galleon.
"ha.. bagaimana bisa aku tidak menemukannya, aku yakin jika itu jejak kakinya," kata ren yang sedih.
"lagipula ren, apa menurutmu itu mungkin untuk menemukan mahkluk kontrak keluargamu hanya dengan pergi kemari, jika semudah itu menemukan mereka, aku yakin jika leluhurmu pasti sudah memikirkannya dari dulu," kata katia yang ketika itu sedang duduk beristirahat karena sepanjang hari dia harus mengikuti ren mencari makhluk sihir keluarganya dan yang lebih buruk lagi jika mereka harus melawan monster yang kekuatannya entah kenapa lebih lemah dari kebanyakan monster yang biasa mereka lawan.
"ngomong-ngomong besok kita akan pergi ke tempat tujuanku," kata katia yang telah memutuskan untuk pergi menjelajah tempat yang dia inginkan, karena tujuan awalnya adalah untuk melihat tempat itu setelah diberitahukan oleh kazuto jika mereka berniat untuk pergi kemari.
"baiklah, lagipula kita sudah pergi untuk mencari makhluk sihir keluargamu dan pada akhirnya kita tidak menemukan apapun, jadi tidak apa-apa kan, ren, ?" tanya kazuto yang akhirnya mendapatkan anggukan dari ren, walaupun dia masih belum menyerah dan akan terus mencari sampai hari terakhir.
__ADS_1
"ya, tidak masalah," kata ren yang masuk ke tendanya untuk beristirahat.
"kalau begitu, aku akan kembali ke tenda dulu, aku benar-benar lelah," kata katia yang lalu masuk ke tendanya.
"ya, selamat tidur," kata kazuto yang lalu menutup matanya dan bersemedi, mencoba untuk merasakan kembali perasaan yang dia rasakan ketika menggunakan mode yang tidak dia ketahui.
dan sedikit demi tubuhnya dikelilingi oleh sihir hijau yang membuat kazuto dapat merasakan kehadiran dan membuatnya dapat menggunakan kemampuan sensor, ketika itu dia pun berbalik dan melihat ke arah hutan, dimana dia merasa jika ada sosok yang melihatnya dan berlari mencoba untuk menangkapnya tapi ketika itu sosok yang dia cari telah menghilang.
"memudar lagi ya," kata kazuto yang melihat mode barunya yang langsung memudar dan dia pun segera kembali ke perkemahan dimana dia memutuskan untuk beristirahat karena harinya masih panjang.
pagi hari telah tiba dan saat ini mereka bertiga menuju tempat yang ingin dituju oleh katia, yaitu sebuah taman bunga yang berada di atas bukit di hutan mistis.
"jadi kau ingin pergi menuju taman bunga, apa bagusnya itu maksudku bukannya di kediaman kita terdapat taman bunga," kata ren.
"ini sedikit berbeda dengan taman bunga biasa, coba saja kalian lihat, aku yakin akan terkejut," kata katia yang memimpin jalan menuju puncak bukit.
"selamat datang di taman bunga hutan mistis," kata katia yang menunjukkan taman bunga yang sangat luas kepada kazuto dan ren.
"ini benar-benar indah," kata kazuto yang merasa sangat damai, entah karena efek dari taman ini, tapi dia merasa sangat nyaman.
"ya," kata ren yang langsung berlari-lari di taman itu.
__ADS_1
"heh, dan dia bilang jika taman bunga ini sama, jangan bodoh ren, alasan kenapa aku membawa kalian kemari adalah karena taman ini merupakan taman penenang," kata katia yang ketika itu menjelaskan mengenai taman bunga yang mereka datangi, tapi malah tidak didengarkan oleh kazuto ataupun ren, ketika itu katia pun merasakan angin yang sedikit berhembus ke arahnya, lalu katia membalikkan badannnya dan melihat jika tanpa sadar kazuto mengaktifkan mode sihirnya.
'perasaan ini, sama seperti sebelumnya,' pikir kazuto yang menutup matanya, tidak memikirkan apapun di sekitarnya, ketika itu dia tidak menyadari jika tubuhnya mulai dilapisi oleh sihir hijau, dan lalu ketika itu kazuto membuka matanya, dan mengaktifkan mode barunya, "green mode," kata kazuto yang menunjukkan mode hijaunya untuk pertama kali, yang mengejutkan katia dan ren karena melihat wujud baru kazuto.