
Kazuto lalu mundur ketika tahu serangannya tidak berhasil meskipun dia menambahkan sihir untuk mempercepat gerakannya, 'kemampuanku sama sekali tidak bergeming, bagaimana aku harus mengalahkannya,' pikir kazuto yang terus menyerang kesatria tersebut hanya untuk ditangkis dengan mudah olehnya.
"Ada apa, ? Jangan bilang kau sudah menyerah, ayo kita lanjutkan pertarungan ini, kau masih belum menunjukkan kemampuanmu," jelasnya.
"Sial, aku tidak bisa menang," desah kazuto yang menunjukkan kekesalannya, tapi ketika itu dia menyadari sesuatu dari kata-kata pria tersebut, 'dari awal tes ini bukan untuk memenangkan pertarungan, melainkan untuk mengetes kami karena itu lawan kami berada pada level yang berbeda,' pikir kazuto yang ketika itu merasa malu karena dia hanya memikirkan soal memenangkan pertandingan setelah melihat temannya dipermalukan, alasan kenapa diadakan tes ini adalah untuk melihat kemampuan dari calon petualang dalam hal kemampuan dan membuat keputusan karena itu kazuto membuat kuda-kuda dimana ketika itu dia menkonsentrasikan mananya di dalam tubuhnya untuk serangan itu, lawannya sendiri merasakan aura berbeda dari kazuto dan ekspresinya menjadi lebih serius.
Kazuto lalu melancarkan dirinya lebih cepat dari sebelumnya dan dia mengayunkan pedangnya ke arahnya, pria itu tersenyum dan menggunakan kekuatannya menahan serangan kazuto tapi ketika itu dia terkejut ketika serangan yang dia terima jauh lebih kuat dari sebelumnya, dia tahu seberapa besar serangan yang dimiliki oleh kazuto setelah pertarungan mereka dan dia sudah memperkiran seberapa besar kekuatan yang dia miliki ketika menambahkannya dengan momentum dari kecepatan penggunaan sihirnya, karena itu dia terkejut jika pedang yang dia pegang dengan menambahkan kekuatannya patah.
"Sudah cukup pemenang dari pertandingan ini, kazuto yuki," kata juri yang menghentikan pertandingan, pria tersebut lalu berjalan ke arah kazuto untuk memberikannya selamat.
"Selamat kau berhasil mematahkan pedangku, ini adalah kekalahanku," katanya, bagi seorang pendekar pedang, pedang mereka adalah nyawanya jika pedang dari pendekar itu patah maka itu sama dengan kalah.
"Baiklah, peserta silakan kemari untuk mendapatkan rank kelas," katanya yang memberikan rank kelasnya kepada kazuto.
Setelah pemberian kelas, kazuto dan katia pergi menuru ruang resepsionis untuk menerima kartu mereka, "baik, registrasi kalian sudah selesai, selamat karena telah menjadi petualang," katanya yang memberikan kazuto dan katia kartu petualang mereka.
"Yay, kita berhasil kazuto," teriak katia yang memeluk kazuto sedangkan kazuto sendiri hanya membalas pelukannya.
"Kalian bisa memulai mengambil misi kalian besok pagi, baiklah selamat siang dan semoga hari kalian menyenangkan," katanya yang pergi meninggalkan kazuto dan katia.
Setelah itu mereka pun pergi menuju rumah mereka masing-masing untuk mempersiapkan diri, lalu kazuto sendiri melihat kartu rank miliknya dan tertulis jika ranknya saat ini adalah kelas C itu berada 2 ranking dari kelas bawah yaitu kelas E, dia juga sempat melihat rank dari katia dan dia tidak terkejut jika ranknya berada di bawahnya, dari pertarungan yang katia tunjukkan kazuto dapat menyimpulkan jika katia sama sekali tidak memiliki pengalaman tempur, karena itu ketika dia bertarung untuk pertama kalinya gerakannya menjadi kaku dan dia tidak mampu untuk membuat keputusan yang tepat, dia pun terus memikirkan itu sampai makan malam tiba.
"Kazuto, apa yang kau lamunkan dari tadi, ayo makan," kata leon yang memakan makanannya.
"Ya, paman leon maaf, paman bolehkah aku bertanya sesuatu, ?" Tanya kazuto kepada leon.
"Hm, apa itu," kata leon.
"Bagaimana cara menghibur gadis yang sedang sedih, ?" Tanya kazuto kepada leon.
"Hm, itu cukup sulit, jika kau berniat untuk menghibur seseorang maka berikan dia sesuatu seperti hadiah atau semacamnya," kata leon yang mendapatkan anggukan dari kazuto.
Di pagi harinya kazuto dengan cepat pergi menuju guild untuk melakukan beberap misi sendirian untuk membelikan hadiah kepada katia untuk membuatnya ceria kembali, saat ini dia sedang berada di papan yang berisi misi-misi dan sedang memikirkan misi mana yang akan dia pilih, 'misi ini harus diselesaikan dengan cepat dan menghasilkan uang yang cukup untuk membeli hadiah,' pikir kazuto yang ketika itu melihat sesuatu yang menarik perhatiannya, "lembaran ini, aku rasa bisa melakukan itu," kata kazuto yang menyerahkan lembar itu kepada resepsionis dan akhirnya dia pergi menuju rumah salah satu bangsawan di ibukota.
"Maaf apa ada keperluan anda dengan earl pendradrum, ?" Tanya salah satu penjaga di kediaman earl pendradum.
__ADS_1
"Aku sedang menjalankan misi yang diberikan ren pendradrum," jelas kazuto yang mendapatkan anggukan dari penjaga dan membiarkannya masuk lalu membawanya menuju ruang latihan dimana ren pendradrum berada.
"Maaf atas mengganggu waktu anda tuan muda, tapi ada seorang petualang yan-" kata penjaga tapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya dia mengangkat tangannya, "biarkan dia masuk," katanya.
"Jadi kau orang yang menerima permintaanku, ?" Tanya ren yang melihat bentuk tubuh kazuto, dan sejauh yang dia lihat dia tidak terlalu terkesan.
"Ya, aku datang untuk menjadi lawan tandingmu," kata kazuto yang melihat ke arah ren pendradrum, dia memiliki rambut berwarna hitam pendek dengan memakai pakaian belah diri putih dengan celan hitam.
"Begitu ya, kalau begitu ayo kita mulai," katanya yang ketika itu mencoba memukul wajah kazuto hanya untuk ditahan olehnya, "heh, reflek yang bagus," katanya yang ketika menarik kakinya ke belakang milik kazuto dan mencoba untuk menjatuhkannya, tapi sebelum berhasil kazuto melepaskan genggaman ren dan bersalto ke belakang dan memukul ren hanya untuk dihindari olehnya, lalu ren pun menendang kazuto dimana kazuto menahannya dengan pergelangan tangannya yang membuatnya bergerak beberapa meter dari tempat dia berdiri.
"Hm, kau tidak buruk, sama sekali tidak buruk, tapi aku rasa sudah cukup pemanasannya," kata ren yang lalu memunculkan semacam gautlet putih di kedua tangannya, "sekarang ayo kita mulai pertarungannya," kata ren yang melesat ke arah kazuto, sedangkan kazuto sendiri mengangkat pedangnya dan juga melesat ke arah ren.
Slash, punch, slash, punch,
Hanya itu suara yang terdengar dari pertarungan mereka, kazuto menggunakan sihir penguatan untuk mempercepat dan mengungguli ren dan menebasnya, sedangkan ren sendiri menggunakan gautletnya untuk menahan setiap serangan kazuto, jujur saja kazuto cukup menikmati latih tanding mereka, tapi saat ini dia tidak memiliki waktu untuk bermain-main, dia harus segera menyelesaikan pertarungan ini.
"Maaf ya, tapi pertarungan ini akan segera aku selesaikan," kata kazuto kepada ren yang ketika itu tubuhnya dialiri oleh kilat biru, "lightning shockwave," teriak kazuto yang ketika itu petir yang teraliri di dalam tubuhnya berpindah dan bertempat pada satu titik yaitu pedangnya dan menebaskannya kepada ren yang saat itu mencoba menahannya dengan gautletnya, tapi dia tidak mampu dan pada akhirnya dia terkena gelombang petir dari serangan kazuto menyebabkannya tidak dapat berdiri dan kazuto pun keluar sebagai pemenangnya.
"Aku menang," kata kazuto kepada ren yang terlentang di tanah dan melihat kazuto yang masih berdiri, "apa kau bisa bangun, ?" Tanyanya yang mengulurkan tangannya, sedangkan ren sendiri hanya tersenyum dan meraih tangannya.
"Tentu, lagipula untuk alasan itu aku kemari," kata kazuto yang senang dan menjabat tangan ren, sekarang dia hanya tinggal membeli hadiah itu dan memberikannya kepada katia agar dia ceria kembali.
"Baiklah ini upahmu kali ini, anggap saja sebagai bonus," kata ren yang memberikan sebuah koin emas kepada kazuto, "ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan diri namaku adalan ren pendradrum senang bertemu denganmu," katanya yang menjulurkan tangannya kepada kazuto.
"Kazuto yuki senang bertemu denganmu," kata kazuto yang bersalaman dengan ren dan setelah itu dia keluar dari kediaman earl dan oergi menuju toko dimana dia akan membeli boneka beruang yang mungkin dapat menghibur katia, sampai dia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya.
"Kami tidak menjual obat gratis, cepat pergi dari sini, kau mengganggu tokoku," katanya yang menendang seorang anak kecil dari tokonya.
"Tolong paman, ibuku membutuhkan obat itu, tolong jual padaku," rintihnya gadis kecil itu sambil memohon kepada pemilik toko tersebut.
"Apa kau ingin rugi hah, cepat pergi dari tokoku," katanya yang akhirnya mengambil sapu dan mengusir gadis kecil itu dari tokonya.
Kazuto sendiri melihat adegan itu melakukan sesuatu dan dia pun masuk ke toko itu, sambil bertanya ke paman yang menjual obat yang dicari gadis itu, "permisi tapi boleh saya bertanya sesuatu, ?" Kata kazuto kepada pemilik toko.
"Oh, selamat datang, maaf atas ketidaknyamanannya tadi, lalu apa yang ingin anda tanyakan," kata pemilik toko tersebut.
__ADS_1
"Berapa harga obat yang ingin dibeli anak tadi, ?" Tanya kazuto yang masih sedikit marah dengan apa yang dia lihat tadi, jujur saja jika dia diberi pilihan maka dia tidak akan mau menginjakkan kakinya di toko semacam ini, sebuah toko yang tidak mau membantu orang yang membutuhkan pertolongan.
"Apa kau berniat untuk membeli obat itu, ya baiklah itu seharga 1 buah koin emas," kata sang penjual kepada kazuto, dia sendiri terkejut karena itu adalah jumlah uang yang dia miliki sekarang, lagipula uang ini seharusnya digunakan untuk membeli hadiah untuk katia, tapi tetap saja kazuto memberikan uangnya untuk membeli obat itu dan mencari anak yang berlari tersebut, sampai dia mendengar suara tangisan anak kecil di sebuah lorong.
"Maaf bu, aku tak bisa mendapatkan obatnya bu," katanya yang menangis di pangkuan ibunya, sedangkan ibunya hanya mengelus anaknya mencoba untuk menghiburnya, tapi gagal ketika ibunya mulai batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, "ibu jangan mati," katanya yang semakin menangis tidak menyadari sesosok orang yang mendekatinya dan mengelus kepalanya.
"Kakak," katanya yang melihat kazuto yang memberikannya sesuatu dalam kotak, dia pun membukanya dan terkejut melihat obat yang dia ingin beli dibeli oleh kazuto.
"Cepat berikan pada ibumu," kata kazuto yang menepuk punggung gadis kecil tersebut untuk segera memberikan obat itu pada ibunya, ibunya sendiri meminum obat itu dan seketika itu tubuhnya membaik, kulitnya yang awalnya pucat sekarang telah berubah menjadi normal, dan ketika itu sang ibu mencobauntuk berdiri dan berterima kasih kepada kazuto, setelah itu kazuto pun pergi meninggalkan sepasang ibu dan anak itu sampai anak kecil itu mendatangi kazuto dan memberikannya sebuah origami yang berbentuk bunga mawar, kazuto pun menerimanya dan melambaikan tangan selamat tinggal pada pasangan anak dan ibu tersebut.
Dan akhirnya dia tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada katia sebagai hadiah, dia pun melihat origami mawar yang di dapat dari gadis yang dia tolong, dan dia merasa jika katia berada di tempat yang sama dengan leon maka dia yakin jika dia juga akan melakukan hal yang sama, "hei kazuto apa yang kau lakukan disana, ?" tanya seorang wanita dengan suara yang sangat dia kenal.
"k-katia apa yang kau lakukan disini, ?" tanya kazuto yang mencoba untuk membuat alasan dan menyembunyikan origami bunga yang dia dapat dari gadis tadi.
"bukannya kita sudah berjanji untuk berkumpul di guild untuk melakukan misi pertama kita," kata katia yang merasa sedih jika kazuto melupakan janjinya, tapi ketika itu dia menyadari sesuatu yang aneh dari kazuto, "kazuto apa ada sesuatu yang kau sembunyikan, ?" tanya katia yang mengacu pada sesuatu yang kazuto sembunyikan di belakang punggungnya.
"ya, ini bukan sesuatu yang menarik kok, kau tidak perlu mengkhawatirkannya," kata kazuto dengan nada yang tidak mungkin membuat katia percaya lalu katia pun melihat kazuto dengan tatapan yang menyeramkan.
"kazuto tunjukkan apa yang kau sembunyikan," kata katia kepada kazuto yang masih mencoba untuk menolak, "sekarang," perintah katia dan dengan itu kazuto pun menunjukkan origami bunga mawar yang dia dapat dari gadis yang dia selamatkan.
"oh, origami bunga ya," kata katia yang melihat origami bunga yang dipegang oleh kazuto, lalu ketika itu pun kazuto jujur pada katia dan mengatakan yang sebenarnya dimulai dari awal dia mencari misi sampai pertemuannya dengan gadis yang memberikannya origami bunga tersebut.
"pffh, hahahahahah, ya ampun kazuto, hahahah," kata katia yang memegang perutnya sambil tertawa dengan apa yang dilakukan temannya, jujur saja dia menganggapnya cukup lucu ketika temannya benar-benar mencoba untuk menghiburnya sampai bertarung melawan anak seorang earl.
"hm, ngomong-ngomong kau berniat untuk memberikan padaku ya, kau sangat manis," kata katia yang mencoba untuk mengganggu kazuto.
"ya, aku tidak bisa diam saja jika mengetahui temanku sedang bersedih iyakan," jawab kazuto yang membuat katia menjadi merah dan memalingkan wajahnya.
"ya kau tahu kazuto, soal hadiah yang kau bilang tadi, bolehkan itu untukku," tanya katia yang menunjuk ke arah origami bunga yang dipegang kazuto.
"eh, ini tapi inikan," kata kazuto, "apa tidak masalah, ?" tanya kazuto yang malu memberikan hadiah seperti ini kepada putri seorang duke.
"tidak apa-apa, yang terpenting adalah niatmu dan untuk itu aku senang sekali," kata katia yang ketika itu tersenyum dan angin pun berhembus lalu menghembuskan rambut mereka.
"aku rasa kita lakukan misi pertama kita besok saja, lagipula kau juga sudah bertarung melawan seseorang dan berhasil memberikan hadiah kepada seorang gadis yang kau khawatirkan," kata katia yang ketika itu berlari menuju rumahnya, "kalau begitu sampai besok kazuto," kata katia yang melambaikan tangannya dan berlari segera untuk kembali ke kediamannya, sedangkan kazuto sendiri ke rumah leon untuk beristirahat dan mempelajari lebih banyak mengenai sihir.
__ADS_1
"hehe, hadiah dari leon, beruntungnya aku," kata katia yang berbaring di kasurnya sambil memegang origami mawar dari leon.