The Reincarnator

The Reincarnator
bab 32 : membeli barang


__ADS_3

"kazuto ayo pergi," kata ren yang lalu membawa kazuto dan katia keluar sekolah untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk di dungeon


"ini pertama kalinya, kita pergi ke dungeon, ya kan kazuto," kata katia, meskipun mereka telah melakukan banyak petualangan bersama tapi mereka tidak pernah mengambil misi untuk pergi ke dungeon, salah satu alasannya adalah karena di dungeon merupakan tempat berbahaya untuk dimasuki dan karena dibutuhkan sejumlah party yang berisi minimal 20 orang untuk boleh masuk.


"jadi apa saja yang perlu kita persiapkan, ?" tanya ren yang tidak tahu soal itu.


"senjata yang baik, potion, antidote, dan beberapa hal lainnya yang perlu kita bawa," kata kazuto yang berjalan melewati kota.


"hm, baiklah ayo kita beli barang-barang itu," kata ren yang lalu membawa kazuto dan katia menuju beberapa toko rekomendasinya


"bagaimana menurut kalian, ?" tanya pemilik toko yang melihat kazuto dan yanh lain melihat senjata, khususnya kazuto yang melihat pedang.


'senjataku di pertandingan yang sebelumnya hampir hancur karena angin hitam itu, aku harus mendapatkan senjata yang lebih kuat, tunggu dulu senjata ini,' pikir kazuto, "paman berapa harga yang ini, ?" tanya kazuto kepada paman penjual pedang itu.


"oh, itu cuma 1 koin emas," katanya yang sambil mengelus-elus tangannya sambil tersenyum.


"itu terlalu mahal, apa tidak bisa kurang," tawar kazuto kepada paman pemilik toko.


"maaf nak, tapi itu harganya," kata pemilik toko itu.


"dan mereka bilang jika toko ini adalah yang terbaik dalam memuaskan pelanggannya, tapi sepertinya aku salah dengar," katanya yang lalu berputar ke arah pintu keluar, "ayo ren, katia, kita pergi dan cari toko yang lain," kata kazuto yang lalu ketia itu pemilik toko itu menghentikan mereka.


"tunggu, bagaimana kalo 7 koin perak," tawar pemilik toko yang segera menurunkan harganya.


"itu terlalu mahal paman, aku tidak memiliki uang," kata kazuto yang tidak melihat wajah dari pemilik toko.


'tidak memiliki uang, omong kosong bukannya kau mendapatkan hadiah uang dari raja dan ratu, apalagi tabunganmu sebagai petualang bukannya itu sudah lebih cukup,' pikir ren yang terkesan dengan sikap tidak malu temannya.


'bukankah dia mendapatkan uang hasil dari taruhan ayahku, jika aku tidak salah ayahku mendapatkan 1000 koin emas untuk taruhannya,' pikir katia yang lalu tahu dengan apa yanh dipikirkan oleh kazuto.


"baiklah kau punya berapa, nak, ?" tanya pemilik toko.

__ADS_1


"di kantongku ada 6 koin perak paman," kata kazuto.


"baiklah itu sudah cukup untuk membeli pedang ini," kata pemilik toko itu yang menerima uang dari kazuto dan memberikannya pedangnya.


"terima kasih paman, dan lain kali berbisnis dengan benar ya," kata kazuto yang menggunakan nada yang sangat pelan yang hanya di dengar oleh pemilik toko yang melihat kazuto dan menganggukkan kepalanya karena takut dengannya.


"terima kasih telah datang," kata pemilik toko yang melihat sosok kazuto yang keluar dari tokonya.


"ngomong-ngomong kazuto kenapa kau menawar pedang itu, biasanya kau langsung memberikan uang dan pergi ketika membeli sesuatu," kata ren yang menaruh kedua tangannya di kepala.


"itu karena pemilik toko itu menaikkan harga pedang itu dari harga aslinya untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan," kata kazuto yang menunjukkan pedang yang dia beli kepada katia dan ren.


"tunggu dulu, bukannya pedang itu mirip dengan pedang yang biasa kau beli di toko itu," kata katia yang mendapatkan anggukan dari kazuto dan jadi mengerti dengan alasan kenapa kazuto menawarnya.


"ya, itu benar, dari ukuran, berat, gagang sampai sarung pedangnya benar-benar mirip dengan yang kubeli waktu itu, tidak salah lagi jika ini adalah jenis yang sama," kata kazuto.


"jadi karena itu yah, ren lain kali kau harus pintar dalam memilih toko, kau lihat kazuto hampir ditipu oleh pemilik tokonya," kata katia yang marah jika ada orang yang menipu temannya.


"astaga ren, jadi berapa banyak kau sudah membeli di toko itu, ?" tanya katia yang tidak habis pikir dengan bagaimana ren bisa ditipu dan tidak menyadari hal itu, tentu katia juga merupakan seorang bangsawan tapi karena katia pernah menjadi seorang petualang dia jadi tahu dimana tempat yang bagus untuk membeli barang dan toko yang dia kunjungi, dan toko ini bukanlah salah satunya.


"sudahlah sekarang kita beli potion dan antidote," kata kazuto yang mencoba mengalihkan perhatian dengan topik yang lain.


"baiklah, jadi kita pergi ke toko yang mana, ?" tanya katia.


"tentu toko langganan kita," kata kazuto yang lalu membawa mereka menuju toko langganan kazuto dan katia ketika mereka masih nenjadi petualang.


"wah, wah, lihat siapa yang datang setelah sekian lama," kata pemilik toko.


"halo paman, lama tidak bertemu," kata kazuto yang memberi salam.


"ya, lama tidak bertemu," katanya yang menyilangkan tangannya dan tersenyum.

__ADS_1


"halo paman," kata katia yang juga mendapatkan anggukan dari paman itu.


"jadi barang yang biasa, ?" tanya paman tersebut.


"ya, tapi tolong buat itu menjadi 2 kali lebih banyak dari yang biasa dan tolong tambahkan beberapa antidote untuk berjaga-jaga," kata kazuto yang membuat paman itu menjadi tertarik dengan kemana kazuto akan pergi sampai dia membutuhkan peralatan tambahan.


"tentu sebentar lagi, ngomong-ngomong misi macam apa yang akan kalian lakukan sampai membutuhkan beberapa potion dan antidote, ?" tanya paman itu yang mengambil beberapa botol potion dan antidote.


"kami akan pergi ke dungeon," kata kazuto yang singkat yang membuat paman itu menjatuhkan botol potionnya.


"apa kau bilang, ?" tanyanya yang melihat ke arah kazuto dan temannya dengan mata yang terlihat panik.


"oh, kami bilang jika.." kata katia yang ketika itu dipotong oleh paman pemilik toko dengan memukul meja.


"aku mengerti soal itu," teriak paman itu yang menjadi sedikit panik.


"lalu ada masalah apa, ?" tanya ren.


"dengar, aku tidak tahu kenapa tapi aku mendengar jika jumlah monster telah meningkat dan itu tidak hanya di luar, apa kau mengerti apa yang kumaksud, ?" tanyanya.


'aku mengerti, yang berarti jika monster di dungeon menjadi lebih banyak dan lebih berbahaya ya kan,' pikir kazuto, "kami tahu, tapi kami telah mempersiapkan semuanya, anda tidak perlu khawatir," kata kazuto yang mencoba untuk menenangkan paman pemilik toko.


"hah, kau memang keras kepala sejak kita bertemu, aku cuma akan terlihat seperti orang bodoh karena mencoba menghentikanmu, ini ambillah," katanya yang melemparkan sebuah cincin ke kazuto.


"tunggu ini kan..?" tanya kazuto yang menunjuk ke arah cincin itu.


"aku memiliki anak dulu, dia memiliki sifat yang sama denganmu sampai beberapa kali kau mengingatkanku padanya, tapi suatu hari ketika dia berniat untuk melakukan misi, dia terbunuh," katanya.


"kalau begitu aku membuat janji padamu, jika aku tidak akan mati dan akan kembali dengan aman, tidak peduli berapa kali itu terjadi," kata kazuto yang lalu pergi dari toko dengan membawa semua barang yang dia butuhkan.


"terima kasih," katanya.

__ADS_1


__ADS_2