The Reincarnator

The Reincarnator
bab 31 : ekspedisi


__ADS_3

"baiklah sekian untuk pelajaran hari ini," kata profesor sophia, "dan aku ingin memberitahukan pengumuman jika seminggu lagi dari sekarang kita akan melakukan ekspedisi menuju dungeon," kata profesor.


"profesor, apa kami juga akan bertarung melawan monster, ?" tanya salah satu murid.


"itu benar, tapi kalian tidak perlu khawatir, karena monster yang ada disana berada di sana hanya ada goblin dan orc, ditambah untuk ekspedisi kali ini kalian akan ditemani oleh tidak hanya 1 tapi 2 dari 10 dewan elit, jadi keamanan kalian sudah pasti terjamin," kata profesor yang mengumumkan mengenai dewan yang akan menemani mereka, sampai ada suara di balik pintu.


"maaf, apa kami boleh masuk," kata suatu suara yang mengetuk pintu, suatu suara yang sangat dikenal oleh kazuto.


"mereka datang ya, silakan masuk," kata profesor olivia yang membiarkan murid itu masuk.


"maaf, karena menganggu," katanya yang membuka pintu, dia memiliki ciri-ciri yaitu rambut berwarna putih, dengan bola matanya yang mengikuti warna rambutnya.


dia ditemani dengan seorang siswa perempuan yang memakai kacamata dengan rambut coklat panjang berjanggul dan mata yang berwarna merah.


"t-tunggu dia kan," kata kazuto yang tidak menyangka dengan kedatangannya.


"kazuto, kau mengenalnya, ?" tanya profesor.


"ya, kami pernah bertemu setelah tes perburuan monster," kata kazuto, 'dia juga orang yang memberiku tips mengenai kemampuanku,' pikir kazuto.


"jadi begitu," kata profesor yang kurang lebih mengerti.


"selamat karena telah memenangkan pertandingan, kau hebat," katanya yang memberikan acungan jempol dan senyuman kepada kazuto.


"ya, terima kasih, tips kakak sangat membantu sebelumnya," kata kazuto yang juga ikut berterima kasih.


"itu bukan aku yang melakukannya, tapi itu karena kemampuanmu sendiri, aku hanya memberimu dorongan," kata pram kepada kazuto.


"ahem, senior pram, tujuan kita disini bukan untuk itu, jadi tolong seriuslah," katanya yang menyentuh kacamatanya dengan jarinya.


"oh ya, benar maaf," kata pram.

__ADS_1


"eh, tunggu jadi senior.." kata kazuto yang menunjuk ke arah pram dan siswi yang bsdada di sampingnya.


"sepertinya kau sudah menyadariya ya," kata pram yang tersenyum, "itu benar kami adalah murid yang akan menjadi pemandu kalian di dungeon.


"dan seperti yang kalian dengar, pram cyrus dan lena gilbert salah satu kursi dewan elit akan menjadi pemandu kalian," kata profesor yang mengejutkan semua murid dengan kedatangan dari kedua dewan elit.


"jika kalian ingin menanyakan sesuatu, silakan tanyakan," kata lena yang ketika kazuto mengangkat tangannya untuk bertanya.


"di antara ke-10 dewan elit, kalian menempati kursi ke berapa, ?" tanya kazuto.


"aku berada di kursi-9, sedangkan kak pram," katanya yang melihat ke arah pram.


"aku menempati kursi pertama," kata pram yang mengejutkan semua murid jika murid terkuat di sekolah saat ini sedang berada di kelas mereka dan akan memandu mereka di dungeon.


"apa kursi pertama, yang benar,"


"jadi dia lebih kuat dari yang mulia lousse,"


"jika dia yang terbaik lalu kenapa di berada di tempat ke-2,"


kata para murid di kelas yang berdebat mengenai kursi dewan elit, sedangkan pram dan lena hanya berharap jika semua ini cepat selesai, karena urusan mereka masih memiliki beberapa pekerjaan.


'jadi dia adalah murid terkuat di sekolah ini, aku memang mengira jika ketika pertama kali bertemu dengan kak pram dia adalah orang yang hebat, dia mampu mengalisa kemampuanku dalam sekejap dan menunjukkan letak kesalahan yang aku buat, tapi aku rasa dia tidak berada pada levelnya,' pikir kazuto mengenai pram dan seberapa hebat dia, dia perlu melihat lousse untuk menanyakan sesuatu yang ada di pikirannya.


"baiklah seperti yang dikatakan oleh profesor sophia, kami yang akan menemani kalian menuju dungeon seminggu dari sekarang, aku harap kalian menyiapkan semua keperluan yang kalian butuhkan, karena kita tidak akan tahu kapan kejadian tidak terduga akan terjadi," kata pram yang menunjukkan keseriusan dalam kata-katanya.


"baiklah, sekian saja untuk hari ini, seperti yang dikatakan oleh senior pram, persiapkan diri kalian sebaik mungkin karena kita tidak akan tahu seperti apa dan kapan kejadian tidak terduga terjadi di dungeon," kata lena yang mengatakan untuk kedua kalinya pesan yang diberikan oleh pram, karena memang jika kejadian tidak terduga memang sering terjadi di dungeon, karena itu kebanyakan petualang melakukan persiapan secara matang agar kemungkinan bahaya bisa berkurang setidaknya sedikit.


setelah mengatakan itu pram dan lena pun keluar dari kelas, dan pelajaran selanjutnya dimulai, tapi ada beberapa murid yang masih memikirkan mengenai peringatan yang mereka dapatkan, tapi disuruh untuk mempersiapkan segalanya tapi bagi para murid yang tidak memiliki pengalaman apapun, sebenarnya apa yang harus mereka siapkan.


Pelajaran akhirnya selesai dan kazuto pergi menuju taman bunga dimana putri lousse berada untuk menanyakan beberapa hal.

__ADS_1


"selamat datang," kata lousse yang sudah duduk di tempat duduknya sambil meminum tehnya.


"kak lousse, ada sesuatu yang ingin kutanyakan, ?" tanya kazuto kepada lousse.


"hm," kata lousse yang membuka matanya dan menaruh cangkir tehnya, mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh kazuto, "apa itu," kata lousse.


"ini mungkin cuma pemikiranku saja,kak lousse bisa mengoreksiku jika aku salah, tapi... Apa untuk mendapatkan kursi dewan elit dibutuhkan sesuatu yang lain daripada kekuatan, ?" tanya leon yang membuat lousse sedikit tersenyum dengan pertanyaannya.


"itu benar, kekuatan bukanlah satu-satunya hal yang dibutuhkan untuk mendapatkan kursi, dibutuhkan juga kemampuan akademik, keterampilan murid, kemampuan murid dalam membuat keputusan dan berbagai hal lainnya, jika dalam hal kekuatan maka.." kata lousse yang mengambil kembali cangkir tehnya dan meminumnya, lalu membuka matanya sambil melihat kazuto dan mengatakan, "aku lebih unggul dari pram," kata lousse yang sedikit mengeluarkan sihir dari dalam tubuhnya, menunjukkan kepada kazuto.


"nona lousse, rapat dewan akan segera dimulai, tolong segera kesana," kata salah siswa yang memberitahukan kepada lousse untuk segera menghadiri rapat.


"aku rasa sudah cukup bicaranya untuk hari ini," kata lousse yang ketika itu menaruh cangkirnya dan dalam sekejap berada di di samping leon dan menaruh pundaknya di tangannya, "dah," lalu dia pun pergi menuju ruang rapat.


'dia cepat, jika aku tidak salah lihat, sepatu yang dia pakai sempat bercahaya, apa itu salah satu senjata buatannya,' pikir leon yang ketika itu bahunya di pegang oleh murid yang memanggil lousse.


"kau tadi sempat terdiam, jadi..." katanya yang lalu menemani kazuto menuju kelasnya.


"ngomong-ngomong senior, sebenarnya apa benar dikatakan oleh kak lousse, jika tidak ada yang bisa mengalahkannya di sekolah ini, ?" tanya kazuto yang penasaran dengan informasi yang dia dapat.


"itu benar, tidak ada orang yang bisa mengalahkan nona lousse di sekolah ini, aku tidak akan pernah bisa melupakan hari itu," katanya yang memeluk dirinya sendiri dengan badannya yang sedikit gemetar.


"jika senior tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa," kata kazuto, dia merasa jika orang yang berada di sampingnya ketakutan dengan sesuatu.


"ya, hanya saja, lousse meskipun memiliki sikap yang lembut tapi ada waktu ketika dia marah, dan ketika dia marah dia hampir menghancurkan arena sekolah dalam prosesnya jika bukan karena para profesor yang menghentikan pertandingan itu," kata senior tersebut.


"seburuk itu ya, ?" tanya kazuto yang merasa jika dia tidak pernah melihat lousse sekalipun marah.


"benar, sejak kejadian itu lousse mendapatkan 1 julukan yang saat ini masih dikenal dalam ingatan anak kelas 3, putri iblis," katanya yang mengingat kejadian lousse mengalahkan 1 kelas sendirian.


Dan setelah itu kazuto masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2