
"argg, tubuhku..," kata kazuto yang ketika itu membuka matanya dan melihat atap dari tenda miliknya, tubuhnya sendiri diperban, khususnya di bagian perut dan wajah karena pertarungannya dengan rubah.
"ngomong-ngomong bagaimana dengannya," gumam kazuto yang lalu keluar dari tendanya melihat katia dan ren menyiapkan makan malam.
"oh kazuto kau sudah bangun," kata katia yang lalu berlari ke arah kazuto, membantunya untuk berjalan sedangkan ren memberikannya minuman hangat untuk diminum kazuto.
"ini," kata ren yang mneyerahkan minuman ke kazuto.
"terima kasih," kata kazuto yang mengambil gelas dari tangan ren dan meminummya.
"bahaimana keadanmu, ?" tanya katia yang khawatir demgan kondisi pacarnya.
"aku hanya sedikit kelelahan, kalian tidak perlu khawatir," kata kazuto.
"ya, sudahlah, ngomong-ngomong apa yang kau lakukan selama 3 hari ini, ?" tanya katia.
"oh, itu, aku melatih kemampuanku agar aku dapat menggunakan green modeku," kata kazuto, sebelumnya dia dapat menggunakan green mode karena sihir yang menenangkannya di taman di puncak gunung waktu itu, karena itu dia pergi menuju tempat yang dapat menenangkannya dan tempat itu adalah tempat dimana tidak ada orang yang mau masuk, sehingga tempat itu adalah tempat yang sempurna untuk berlatih.
"ngomong-ngomong dimana rubah itu, ?" tanya kazuto kepada katia dan ren.
"dia berada di tenda katia, dia masih memiliki beberapa luka bekas pertarungan melawanmu," kata ren yang ketika itu membantu kazuto berjalan untuk melihat rubah yang dia kalahkan.
"dia tidak apa-apa, hanya saja dia menerima luka yang sama buruknya denganmu," kata katia yang membuka tendanya dan menunjukkan rubah yang tertidur dengan beberapa perban di tubuhnya.
__ADS_1
"eugh.." kata rubah yang sepertinya akan bangun, dan langsung membuka matanya dan melihat kazuto serta yang lain.
"jadi begitu, aku kalah ya," kata rubah itu yang mengingat kekalahan tapi dalam nadanya tidak ada rasa kesal, tapi rasa lega dan puas.
"lukamu tidak apa-apa, ?" tanya kazuto yang khawatir, sebelumnya ketika dia menggunakan serangan terkahirnya, dia memasukkan seluruh sisa sihir yang dia miliki dalam serangan itu, karena dia membutuhkan serangan yang cukup kuat untuk menghancurkan serangan rubah dan cukup untuk mengalahkannya.
"aku tidak apa-apa, anda lulus tes, anda pantas menjadi kontraktor saya, tolong buatlah kontrak denganku," kata rubah itu yang berdiri dan bersujud kepada kazuto, memintanya untuk menjadi kontraktornya.
"baiklah, kita lakukan besok kontraknya, saat ini sudah hampir malam dan tubuh kita masih harus pulih," kata kazuto yang mendapatkan anggukan dari rubah yang ketika itu keroncongan karena dia tidak makan apapun selama seharian penuh.
"hahahah, sepertinya pertarungan tadi benar-benar menguras tenanga kalian, kami memiliki makanan yang cukup untuk semuanya, jadi ayo makan," kata ren yang menunjukkan hasil buruannya yaitu ikan dan beberapa daging dari hewan yang dia buru, lalu mereka pun memakan hidangan itu dan kembali beristirahat untuk hari besok.
Di pagi hari kazuto terbangun di tendanya bersama dengan ren, karena saat ini tendanya di tempati oleh katia, sedangkan tenda katia ditempati oleh rubah.
"sepertinya sudah waktunya kita membuat kontrak," kata rubah itu yang sudah cukup pulih untuk bisa berjalan sendiri, sama halnya dengan kazuto.
"untuk melakukan kontrak denganku maka pertama kau harus memberikanku darahmu untuk membuat kontrak pertama, 1 tetes saja dari darahmu saja sudah cukup, lalu langkah selanjutnya adalah anda harus memberiku sebuah nama," kata rubah yang waktu itu membuat kazuto, katia dan ren melupakan fakta penting yang lain, jika mereka selama 3 hari ini tidak mengetahui nama dari rubah itu.
"t-tunggu apa itu berarti kau tidak memiliki nama dari awal, ?" tanya ren yang tidak tahu soal itu.
"ya, setiap makhluk sihir yang belum memiliki kontrak dengan siapapun tidak memiliki nama, sama seperti diriku," kata rubah itu.
"jadi begitu," kata kazuto, dia sendiri tidak memperhatikan mengenai hal itu karena sebelumnya dia terlalu fokus dengan tantangan rubah untuk membuat kontrak dengannya, sampai dia melupakan hal itu.
__ADS_1
"ngomong-ngomong bolehkah aku bertanya sesuatu," kata katia kepada rubah yang langsung menganggukan kepalanya.
"ras apa yang memiliki kontrak paling banyak dengan makhluk sihir, ?" tanya katia, sebelumnya ketika paman kusir itu mengatakan jika ras manusia adalah yang terendah untuk membuat kontrak dengan makhluk sihir, dia menjadi penasaran dengan ras apa yang membuat para makhluk sihir itu tertarik.
Tentu dia sudah membuat hipotesis mengenai ras apa yang memiliki kontrak terbanyak, tapi akan lebih jika saat ini dia memastikannya.
"ras pertama adalah ras elf, lalu iblis, selanjutnya demi-human, dan yang terakhir adalah manusia," kata rubah itu.
"jadi begitu, tunggu ras iblis juga membuat kontrak," kata ren yang terkejut jika ras iblis berada di tempat kedua.
"ya, kebanyakan makhluk sihir mencari orang yang memiliki kekuatan yamg besar untuk menjadikan mereka sebagai kontraktor, salah satu dari mereka adalah serigala, burung gagak, dan kadal, mereka adalah tipe makhluk sihir yang hanya memikirkan kualitas dari kontraktor mereka, jika kontraktor mereka sudah tidak berguna lagi maka mereka akan membatalkan kontrak mereka dengan kontraktor mereka dan meninggalkannya, karena mereka sudah tidak berguna lagi," kata rubah itu.
"dan apa kau juga sama seperti mereka, ?" tanya katia yang menatap rubah itu dengan wajah serius, jika memang rubah ini akan meninggalkan kazuto ketika dia berada dalam bahaya maka katia tidak akan segan-segan untuk membunuhnya tepat di tempat ini selagi dia masih dalam pemulihan, dia tidak peduli jika mereka mendapatkan aliansi yang kuat walaupun hanya sementara, dia tidak ingin seseorang yang akan menusuk punggung mereka ketika mereka dalam keadaan yang sangat membutuhkan.
"tidak, meskipun ada beberapa makhluk sihir yang seperti itu tapi kami tidak seperti itu, kami klan rubah adalah klan yang setia terhadap kontraktor mereka, kami memiliki kehormatan kami sendiri, jika anda tidak percaya dengan kata-kata saya, maka tolong perhatikanlah mulai sekarang jika saya akan mengabdikan diri saya pada kazuto selama selama saya masih hidup," kata rubah itu yang membuat katia mundur dengan kata-katanya, tapi meski begitu dia akan tetap mengawasinya, berjaga-jaga jika memang rubah itu akan mengkhianati mereka.
"baiklah, aku percaya padamu," kata kazuto yang telah membuat keputusan.
"tapi kazut-" kata katia yang mencoba untuk menyangkal tapi ren menghentikannya
"sudahlah katia, biarkan saja dia," kata ren, jujur dia sama seperti katia setelah mendengar kata-kata dari rubah itu, tapi meskipun begitu dia yakin jika tidak semua makhluk sihir memiliki sifat meninggalkan kontraktor mereka, sama sepertinya.
"kau begitu saja percaya, apa kau tidak takut jika suatu hari ini nanti aku akan mengkhinatimu, ?" tanya rubah itu yang tidak mengerti kenapa kazuto mempercayainya semudah itu, meski telah mendengar ceritanya.
__ADS_1
"kau dengar itu kazuto, bahkan dia sendiri mengatakan itu, bagaimana kita bisa percaya pada orang yang mungkin akan menusuk punggung kita suatu hari nanti," kata katia yang menunjuk-nunjuk ke arah rubah, jelas-jelas tidak senang dengan keputusan kazuto untuk mempercayainya semudah itu.
"jika dia memang seperti yang kau bicarakan seperti itu katia, lalu kenapa dia sampai repot-repot mau menggunakan kontrak darah," kata kazuto.