
Saat ini kazuto sedang bersiap untuk melakukan serangannya yang selanjutnya melawan roh pedang yang ketika itu sedang beradu pedang dengannya dan sepertinya dia membuat sebuah kesalahan jika mungkin dia dapat memanfaatkan kelemahan eudora mengenai waktu masa panggil dari sihir pemanggilan roh, tapi sepertinya dia berhasil mengatasi kelemahan itu.
'dia benar, selama bertahun-tahun eudora telah mencoba untuk menghilangkan kelemahan ini, untuk bisa melakukan pemanggilan maka langkah pertama yang harus kau lakukan adalah memikirkan makhluk pemanggil yang ingin kau panggil, lalu selanjutnya menciptakan lingkaran sihir untuk melakukan pemanggilan tersebut dan memanggil makhluk itu, tapi sekarang eudora telah berkembang dengan pesat dan mendapatkan pengakuan sebagai salah satu dari 5 terkuat,' pikir profesor chloe yang melihat pertarungan antara kazuto dan eudora.
"sial, jika begini aku tidak bisa menyerangnya, kumara," kata kazuto yang ketika itu didengar oleh kumara yang duduk di bangku penonton, lalu kumara pun langsung melompat dan berubah menjadi rubah ekor 3 dan menyerang ksatria yang melawan kazuto dan menghnacurkannya.
"anda tidak apa-apa master, ?" tanya kumara kepada kazuto.
"ya, aku tidak apa-apa," jawab kazuto.
"Kalian berhasil menghancurkannya, kalau begitu ayo kita tambah," kata eudora yang lalu memunculkan 2 roh pedang untuk melawan kazuto dan kumara.
"Ayo kita lakukan, kumara," kata kazuto yang ketika itu berlari dan memeberikan tebasan bertubi-tubi pada ksatria yang dia lawan, sama dengan kumara yang ketika itu menembakkan bola api ke arah roh yang dia lawan sebelum dia menyelesaikannya dengan tembakan bola sihir ke arahnya.
"Keluarlah dan dengarkanlah panggilanku," kata eudora yang membuat 2 lingkaran sihir, yang ketika itu mengeluarkan petir dan yang satu lagi mengeluarkan air.
"Shocwave, ocean, muncullah," kata eudora yang lalu ketika itu memunculkan 2 roh, yaitu roh petir dan roh air.
"Shockwave, lawanmu adalah laki-laki biru, lalu ocean kau melawan rubah itu," kata eudora yang memerintahkan rihnya untuk menyerang kazuto.
Lalu dalam sekejap shockwave mencapai kazuto dan mencoba untuk menyerangnya, sedangkan kazuto sendiri juga ikut menyerang shockwave menggunakan pedangnya, sehingga pertarungan dengan kecepatan tinggi antara mereka pun dimulai.
"Fire ball," kata kumara yang menembakkan beberapa bola api ke arah ocean, ocean ketika itu cuma berdiri di tempatnya dan membuat semacam tembok dari air yang menahan bola api kumara.
Lalu setelah itu ocean membuat semacam serangan yang ketika itu diarahkan ke arah kumara yang berlari untuk menghindari serangan tersebut, tapi serangan itu malah terus mengikuti kumara, ketika itu kumara membuat beberapa bola api dan melemparkannya ke arah serangan air itu yang membuat uap yang menutupi seluruh arena.
__ADS_1
"Blue mode : consecutive blue slashes," kata kazuto yang ketika itu menebas roh petir panggilan eudora dan mengalahkannya yang lalu setelah itu dia melihat kumara yang berhadapan dengan roh air yagg menyulitkannya.
"Kumara, menyingkir dari sana," kata kqzuto yang ketika itu mengaliri tubuhnya dengan listrik, "blue mode : lightning shockwave," kata kazuto yang ketika itu dalam sekejap berada di depan ocean lalu menebasnya dengan serangan petir, yang merupakan kelemahan dari air.
"Huh, sudah selesai," kata kazuto yang ketika itu merasakan hawa panas dari belakangnya.
"Kumara, cepat ke belakangku," kata kazuto yang langsung berganti ke mode hijau dan mengeluarkan dari tanah untuk melindunginya kumara.
"Tahan mereka sebentar," kata eudora kepada roh api yang dia panggil dan segera dia memanggil beberapa roh ksatria untuk membantu roh api mengelur waktu.
"Sekarang ayo kita mulai," kata eudora yang milai membuat lingkaran sihir.
"Sial," kata kazuto yang ketika itu merasakan jika roh itu mendekat ke arahnya lalu menyerang pelindung akar buatan kazuto yang ketika itu dia segera hindari dan mundur bersama dengan kumara.
"Master, anda tidak apa-apa, ?" Tanya kumara yang khawatir.
Kazuto sendiri yang melihat itu segera membuat banyak akar keluar dari tanah dan mengikat para roh pedang yang ketika itu mencoba untuk melepaskan diri dari akar milik kazuto.
"Fox blast," kata kumara yang telah menyiapkan serangannya dan menembakkannya ke arah roh pedang milik eudora dan menghancurkannya.
"Sekarang, tinggal kau," kata kazuto yang ketika itu mengaktifkan mode merah dan melesat ke arahnya bersamaan dengan kumara yang ketika itu juga mengeluarkan cakarnya dan melukai roh api yang membuatnya menghilang.
"Terima kasih untuk kerja kerasnya, sekarang keluarlah, dia yang telah memotong dan memisah cahaya serta kegelapan, berikan aku cahaya tersebut yang dapat memotong semua itu, muncullah di hadapanku, " kata eudora yang memanggil suatu roh yang ketika itu terlihat seperti seorang ksatria putih yang memegang pedang.
"Itu dia sudah muncul, roh pedang suci," kata profesor yang ketika itu merasa jika kazuto dalam masalah.
__ADS_1
"Possession," kata eudora yang ketika itu roh itu masuk ke dalam tubuh eudora yang lalu melengkapi eudora dengan armor putih bersih dan sebuah pedang.
Lalu ketika itu eudora pun mengayunkan pedangnya yang memunculkan semacam tebasan putih yang segera kazuto hindari, dan mengancurkan dinding arena di belakangnya.
"Kumara, kembalilah, aku sendiri yang akan menghadapinya," kata kazuto kepada kumara yang memutuskan untuk melawan eudora sendirian.
"Apa anda yakin master, kita bisa menghadapinya bersama-sama, ?" Tanya kumara kepada kazuto.
"Ya," jawab kazuto soal pertanyaan kumara yang lalu dia pun segera menurutinya dan melompat ke kursi penonton lalu kembali ke wujud manusia, sambil melihat ke arah kazuto, 'tolong lakukan yang terbaik, master,' kata kumara kepada kazuto dalam pikirannya.
'Ya,' kata kazuto yang menjawab dengan mengucapkan kata-kata yang sama, lalu melihat ke arah eudora dan mengaktifkan mode ungu.
Kumara lalu mencari tempat duduk setelah dia diperintah oleh kazuto untuk tidak ikkut campur, lalu ketika itu dia mendengar suara arthur yang ketika itu melambaikan tangannya.
"Disini, oi, kumara," kata arthur yang berteriak sambil melambaikan tangannya.
"Senior arthur, senior cyril, senior lena, selamat siang," kata kumara kepada mereka.
"Selamat siang, kumara," kata mereka.
"Ngomong-ngomong kau cukup hebat tadi, kau berhasil membantu kazuto untuk mengalahkan roh-roh lain milik senior eudora," kata arthur yang memuji kumara.
"Ya, tapi aku cuma sedikit membantu, kebanyakan hal dilakukan oleh master," kata kumara yang mengatakan jika kazuto yang melakukan banyak pekerjaan disana.
"Tidak, kau telah melakukan tugasmu sebagai makhluk sihir untuk memberikan bantuan kepada kazuto, kau seharusnya bangga pada dirimu sendiri," kata lena kepada kumara.
__ADS_1
"Ya, terima kasih," kata kumara yang senang, tapi semua itu telah berubah ketika dia mendengar suara pertarungan dari arena yang menarik seluruh perhatiannya.