
"bersulang," kata kazuto, katia dan ren yang saat itu sedang berada di kamar kazuto untuk merayakan selesainya ujian mereka.
"jadi kazuto aku dengar dari kakak kelas ada rumor aneh jika kau dan yang mulia lousse sedang berkencan ketika festival apa itu benar, ?" tanya katia yang terlihat seperti mengintrogasi kazuto untuk memberikan jawaban sampai dia puas.
Kazuto sendiri melirik ke arah ren untuk meminta bantuan tapi dengan segera dia menghindarinya dan memakan makanannya, dia ingin membantu kazuto, tapi ada hal yang tidak akan mau dia lakukan salah satunya adalah mengatasi pacarmu yang cemburu.
"jadi, aku menunggu," kata katia yang menyilangkan tangannya dan menatap ke arah kazuto dengan mata yang menakutkan.
"ya, kau bisa bilang jika aku dan senior lousse mencoba untuk mengembalikan ikatan yang lama hilang," kata kazuto yang membuat hati katia menjadi tidak nyaman.
"i. ka. tan, kazuto apa maksudmu dengan itu, ?" tanya katia yang berharap jika ini tidak seperti yang dia pikirkan.
"seperti yang kukatakan tadi," kata kazuto yang menjelaskan kepada katia jika kazuto ingin mengembalikan ikatan mereka yang telah hilang.
"jadi apa ada hal lain yang ingin kau katakan, selain itu," kata katia yang hampir berada pada batasnya dan akan segera menangis, jujur saja satu-satunya alasan kenapa dia tetap berada disana adalah dia ingin tahu apakah dia masih memiliki kesempatan.
"ya, senior lousse memintaku untuk bertemu dengan raja dan ratu, dan aku mengatakan ya, aku tak bisa terus berlari dan menjadi pengecut soal ini," kata kazuto yang merasa harus memberitahukan mengenai hubungannya dengan keluarga kerajaan kepada katia dan ren, tapi sebelum dia melakukan itu katia sudah keluar dari kamarnya dan berlari keluar sekolah entah kemana.
"katia, apa yang kau.." kata kazuto yang ketika itu mencoba menyusul katia, tapi dihentikan oleh ren.
"sudahlah kazuto, biarkan saja katia," kata ren yang ketika itu menahan kazuto dengan menahan tangan kazuto, jujur saja dia merasa sedih dengan katia, tapi dia merasa jika katia juga bersalah karena tidak memberitahukan perasaannya kepada kazuto, dan membiarkan orang lain untuk mendahuluinya.
"tapi ren," kata kazuto yang ketika itu mencoba untuk melepaskan genggamannya dari ren yang memperkuatnya.
"kau sudah memilih yang mulia lousse, kazuto, biarkan saja katia menerima apa yang pantas dia dapatkan, dia pasti akan baik-baik saja," kata ren yang mencoba menahan kazuto yang semakin memberontak.
"apa maksudmu ren, ?" tanya kazuto yang tidak mengerti dengan maksud perkataan ren.
"bukannya kau dan yang mulia lousse berpacaran, karena itu kau bilang kau akan bertemu dengan yang mulia untuk meminta restu mereka," kata ren yang membuat kazuto terhenti dan melihat ke arah ren, berpikir-pikir bagaimana bisa kesalahpahamannya bisa sampai sejauh itu.
__ADS_1
"tunggu permisi, bisa tolong katakan itu lagi," kata kazuto yang terhenti dan melihat ke arah ren untuk mendengarkan lebih lanjut mengenai penjelasannya.
"bukannya kau dan yang mulia berpacaran," kata ren yang mengulang kata-katanya.
"hah, tidak ren aku dan yang mulia tidak berpacaran," kata kazuto yang menyilangkan kedua tangannya, dia tidak menyangka jika ada rumor yang mengatakan jika dia dan lousse berpacaran, maaf tapi dia tidak akan melakukan itu, terlebih lagi dengan saudaranya.
"jadi kenapa kau ingin bertemu dengan mereka, bukannya itu berarti jika kau ingin meminta restu kepada mereka, ?" tanya ren yang tidak tahu dengan apa yang dipikirkan oleh temannya ini.
"ren, dengar baik-baik," kata kazuto yang mulai menjelaskan mengenai apa yang terjadi dan hubungan sebenarnya antara kazuto dan lousse yang membuat ren terbelalak.
"jika begitu, kita harus mencari katia, ayo cepat," kata ren yang lalu mereka juga keluar menuju kota dan mencari katia.
sementara itu, saat ini katia sedang duduk di menara tempat mereka mengakhiri kencan pertama mereka sambil memandangi langit malam.
"hah, aku benar-benar bodoh, tentu kazuto pasti akan mendapatkan pacar, dia keren, pintar, kuat dan dapat selalu diandalkan tentu saja jika senior lousse tertarik padanya," kata katia.
Jujur saja dalam hatinya dia menganggap kazuto sebagai teman yang baik tapi perasaan itu mulai berubah ketika mereka memulai petualangan mereka, pada awalnya katia kencoba untuk membuang pemikiran itu karena dia takut ketika dia mengatakannya, maka itu akan membuat hubungan mereka berubah, tapi saat ini dia menyesalinya, saat ini pujaan hatinya telah diambil darinya, dan yang lebih buruk lagi adalah jika dia tidak akan mampu untuk bersaing dengan orang yang mengambilnya
Yang mulia lousse melampauinya dalam segala hal, dia juga mampu untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dia lakukan sejak dulu, jadi katia tidak bisa melakukan apapun, dia tidak bisa menyalahkan siapapun karena dari awal ini adalah salahnya, jika saja dia lebih cepat maka mungkin, mungkin saja dia akan memiliki kesempatan, jika saja dia lebih berani maka mungkin saja jika dia aķan memiliki kesempatan dengannya.
"aku benar-benar bodoh ya," gumam katia yang tidak menyadari suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.
"katia, aku menemukanmu," kata kazuto yang bernafas berat karena dia telah mengelilingi seluruh kota sampai entah kenapa dia melihat tempat ini dan berpikir jika mungkin katia ada disini.
"kenapa kau kemari, ?" tanya katia yang ketika itu mengusap air mata di matanya.
"aku kemari ingin menjelaskan sesuatu," kata kazuto.
"kau tidak perlu menjelaskan apapun, aku sudah tahu," kata katia yang memaksakan senyumannya mencoba untuk bahagia demi kazuto.
__ADS_1
"kau tahu," kata kazuto yang mendapatkan anggukan dari katia.
"ini mungkin sulit bagiku untuk mengobati luka di hatiku, tapi setidaknya aku ingin mengatakan walaupun cuma sekali, kazuto aku menyukaimu tolong jadilah pacarku," kata katia yang sudah tahu jawabannya karena itu setelah mengatakan itu dia berniat untuk pergi tapi sebelum berhasil tangan kazuto menghentikannya.
"lepaskan aku kazuto, aku sudah selesai," kata katia yang ingin segera pergi, dia tidak ingin mendengarkan jawaban kazuto tapi sebagian dari dirinya menyuruhnya untuk tetap tinggal mungkin karena ketika kazuto menghentikannya, dia mungkin masih berharap jika entah dimana dari lubuk hatinya dia masih memiliki kesempatan.
"apa kau tidak ingin mendengar jawabanku," kata kazuto yang membuat tangisan di wajah katia semakin deras.
"aku sudah tahu jawabannya," kata katia yang memalingkan wajahnya dari kazuto.
"kalau begitu, akan kukatakan aku masih baru soal ini, jadi mohon bantuannya," kata kazuto yang ketika itu membuat tangisan di wajah katia mengering dan melihat ke arah kazuto dengan wajahnya.
"maaf kazuto, tapi jika kau ingin bercanda soal ini lebih baik kau hentikan," kata katia yang tidak percaya meskipun dia berpacaran dengan yang mulia dia malah membuat candaan semacam ini dengannya.
"aku tidak bercanda, aku memang ingin memulai hubungan demganmu," kata kazuto kepada katia yang waktu itu masih tidak percaya.
"kalau begitu buktikan jika kau memang menyukaiku," kata katia yang menginginkan sebuah bukti dan bukannya kata-kata manis.
"baiklah," kata kazuto yang waktu itu mendekat ke katia dan memberinya ciuman di bibir yang membuat katia terkejut dan lalu setelah itu wajahnya memerah karena malu.
"a-apa yang kau lakukan," kata katia yang ketika masih memerah karena kazuto tiba-tiba menciumnya.
"kau bilang jika kau ingin sebuah bukti jadi," kata kazuto yang juga sama malunya tapi dia tidak bisa memikirkan cara lain untuk meyakinkan katia selain menciumnya.
"baiklah aku percaya, tapi sebelum itu aku ingin tahu apa hubunganmu dengan yang mulia lousse," kata katia.
"aku dan yang mulia lousse adalah saudara," kata kazuto yang jujur kepada katia, dia hanya berharap jika dengan ini hubungan mereka tidak akan berubah.
"heh, tunggu dulu, saudara," kata katia yang ketika tidak mengerti ke arah mana pembicaraan mereka.
__ADS_1
"ya, aku baru tahu identitasku yang sebenarnya, aku adalah saudara dari lousse shuya hexion dan anak kedua dari raja dan ratu, Cassian von hexion," kata kazuto kepada lousse.
Lalu setelah itu kazuto mulai menjelaskan mengenai apa yang terjadi pada hari itu kepada katia sampai selesai dan ketika itu katia sempat terdiam sampai dia tertawa, ketika itu dia menjadi malu karena dia bersikap seperti itu, tapi dia sama sekali tidak menyesalinya karena sekarang dia dapat bersama dengan orang yang dia cintai, ketika itu dia pun tanpa ragu melompat untuk memeluk kazuto, dimana kazuto membalas pelukannya, disaat itu katia membuat sumpah jika dia tidak akan pernah ragu lagi dan akan selalu berada di sisinya dimanapun kapanpun.