The Reincarnator

The Reincarnator
bab 102 : latihan flamina


__ADS_3

Banyak yang tidak percaya dengan fakta jika kelompok dengan jumlah yang sedikit dapat mendapatkan tempat pertama, jujur saja itu membuat murid lain terkejut kecuali beberapa individu dan bertanya-tanya dsnhan bagaimana kelompok itu mendapatkan poin yang sangat banyak.


Ada beberapa yang menganggap jika mereka membuat kecurangan mengingat jika margaret adalah cucu kepala sekolah ini, tapi mereka tidak berani untuk mengutarakan itu, karena saat ini mereka berada di hadapan kepala sekolah itu sendiri.


Disisi lain beberapa dari mereka menganggap jika ada faktor lain yang menyebabkan kemenangan mereka, yaitu para murid yang berasal dari program itu, yaitu kazuto yuki dan kumara, dan mengingat jika kelompok itu dipimpin oleh salah satu dari mereka.


Maka rasa curiga mereka menjadi semakin besar jika alasan kenapa mereka berhasil sampai sejauh ini adalah karena mereka, lagipula mereka tahu jika tim mereka ada anak bermasalah bernama rui yang selalu suka mencari masalah dengan yang lain, sehingga mereka tidak yakin jika rui dapat melakukan sesuatu untuk membuat timnya menang.


Lagipula sampai saat ini mereka sama sekali tidak tahu seperti apa kemampuan yang dimiliki oleh murid program tersebut, tapi 1 hal yang bisa konfirmasi adalah jika mereka pasti adalah orang yang kuat mengingat jika mereka adalah orang yang dipilih oleh akademi untuk mewakili akademi mereka.


"baiklah, sekian untuk ujian khusus semester ini, silakan nikmati waktu liburan kalian selama 1 minggu sebelum kalian kembali ke akademi," kata kepala sekolah yang ketika itu pergi dari hutan bersama dengan para guru yang lalu diikuti oleh para murid.


Dalam 1 minggu itu, kazuto memutuskan untuk menghabiskan waktunya untuk membuat hubungan baik dengan flamina dengan bercerita mengenai kegiatan yang biasa mereka lakukan, flamina juga sempat menanyakan kabar ayah, ibu dan lousse kepada kazuto, karena meskipun dia telah mendapatkan beberapa surat mengenai dari mereka, dia akan lebih nyaman jika dia mendengar dari orangnya secara langsung.


Lalu kazuto pun juga terkadang mengajak kumara untuk berkenalan dengan flamina, awalnya flamina sedikit gugup karena dia masih cukup sulit untuk membuka dirinya terhadap orang lain, tapi setelah beberapa kunjungan mereka telah menjadi teman baik.


"kak kazuto, aku memiliki sebuah permintaan," kata flamina kepada kazuto.


"hm, apa itu, ?" tanyanya, ini merupakan pertama kalinya flamina memiliki keinginan dan sebagai kakaknya kazuto berniat untuk bisa mengabulkan keinginan flamina sebaik mungkin.


"aku ingin mencoba untuk bergabung dengan guild petualang," kata flamina kepada kazuto yang membuatnya terkejut.

__ADS_1


"apa kau yakin dengan itu, jujur saja waktu liburanku sudah tidak banyak, aku jadi khawatir jika saja kau terluka," kata kazuto, meskipun dia telah menjadi petualang di usia yang lebih muda dari flamina, tapi dia tidak sendirian, dia ada katia yang ketika itu bersamanya, terlebih lagi dia telah memiliki banyak pengalaman bertarung melawan monster, sebelum dia memulai petualangannya.


"ya, aku yakin," kata flamina kepada kazuto, jujur saja itu bukan soal bisa atau tidak, hanya saja kazuto sedikit khawatir, dia pun melihat kumara dan meskipun dia ingin meminta kumara untuk menggunakan alter egonya untuk menemani flamina, tapi dia tidak yakin jika alter ego kumara dapat melindungi flamina karena kekuatan dari alter ego hanya memiliki setidaknya setengah dari kekuatan kumara.


"kakak, aku tahu jika kakak khawatir denganku, tapi tolong percayalah dan perhatikanlah aku," kata flamina kepada kazuto yang ketika itu tersenyum dan mengelus kepalanya.


"aku rasa aku bisa membantumu dengan sesuatu," kata kazuto yang ketika itu mengulurkan tangannya kepada flamina.


"pegang tanganku, dan alirkan sebanyak-banyaknya sihir yang kau miliki," kata kazuto yang kepada flamina.


"b-baik," kata flamina yang ketika itu memegang tangan kakaknya dan memberikan seluruh sihir miliknya yang ketika itu kazuto serap dan taruh di dalam crest.


ketika itu flamina menutup matanya dan membayangkan senjata ideal yang cocok untuknya, lalu ketika itu dia melihat suatu gambaran senjatanya, yaitu sebuah tombak.


"baik, sudah selesai," kata kazuto yang ketika telah melepaskan tangan flamina dan memunculkan senjata berupa tombak yang terbuat dari sihir milik flamina.


"ini adalah.." kata flamina yang melihat tombak yang terbuat dari sihirnya, jujur saja dia berpikir jika dia dapat membuat senjata ini ketika dia telah membangkitkan sihir crestnya ketika dia berumur 16 tahun, tapi dia tidak menyangka jika dia mendapatkannya sekarang sebagai hadiah dari kakaknya.


"jujur saja, aku berniat untuk memberikan ini sebagai hadiah ketika aku pergi dari kerajaan ini, tapi aku memberikannya sekarang karena kau sangat membutuhkannya, jadi tolong terimalah," kata kazuto yang menyerahkan tombak itu kepada flamina.


flamina sendiri langsung mengayunkan tombak itu untuk melihat seperti apa senjata yang dia miliki, dan ketika itu dia merasa jika senjata ini sangat cocok untuknya, baik dri ukurannya dan beratnya semuanya sempurna.

__ADS_1


"bagaimana, apa itu cocok, ?" tanya kazuto kepada adiknya.


"ya, terima kasih, kak kazuto," kata flamina kepada kazuto yang senang.


lalu selama beberapa hari terakhir kazuto membantu sebisa mungkin dengan latihan flamina untuk bisa terbiasa menggunakan tombaknya, dia juga telah meminta izin kepada yang lain menggunakan flamina jika dia harus menemaninya untuk berlatih, yang merupakan hal yang tidak bisa dibantah oleh anggota yang lain.


"baiklah, flamina ayo kita lihat seberapa jauh kau telah berkembang," kata kazuto yang ketika itu memegang pedangnya dan bersiap untuk latih tanding terakhir mereka, karena ini merupakan hari terakhir kazuto liburan.


"baik," kata flamina yang lalu membuat kuda-kuda berlari ke arah dengan tombaknya yang dia arahkan ke kazuto, kazuto sendiri lalu menggunakan pedangnya untuk memindahkan arah serangan tombak flamina dan lalu melakukan serangan balik dimana ketika itu kazuto mencoba untik menebas flamina, tapi flamina dengan segera menarik tombaknya, dan berpindah ke mode bertahan, yang lalu setelah itu flamina terus-menerus menahan serangan milik kazuto.


"ayo flamina, apa kau hanya akan bertahan saja jika musuh terus menyerang seperti ini, pikirkan cara untuk menghentikanku," kata kazuto yang ketika itu mengibaskan pedangnya lebih kuat dari sebelumnya yang membuat flamina harus memusatkan tenaganya pada tombaknya untuk menahan serangan kakaknya.


'ugh, berat,' pikir flamina yang ketika itu terlalu fokus dengan menahan serangan pedang kazuto, dan tidak menyadari jika kazuto telah mengangkat kakinya, membuat flamina terkena tendangan di perut.


"ugh.. sakit," kata flamina yang ketika itu bersujud di tanah sambil memegangi perutnya yang sakit karena tendangan kazuto, dia tidak menyangka jika kakaknya akan menggunakan kakinya untuk memberikan serangan, tidak itu adalah salahnya sendiri karena tidak memprediksi hal semacam itu yang membuatnya kalah sekali lagi.


"aku ras kita akh-," kata kazuto yang ketika itu berniat untuk mengakhiri pertarungan itu tapi sebelum dia selesai mengatakan itu flamina berdiri lagi dan dengan tombaknya yang lagi di pegang dan arahkan ke kazuto.


"aku masih bisa," kata flamina yang ketika itu melihat kazuto, dan sekali menyerang kazuto dengan lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya yang membuat kazuto terkejut, karena serangan adiknya malah menjadi lebih kuat padahal dia sudah kelelahan.


'sepertinya aku harus sedikit serius,' pikir kazuto yang memulai kembali pertarungannya dengan adiknya tapi ketika itu dia melihat jika adiknya mengeluarkan semacam sihir yang mengelilingi tubuhnya, membut kazuto mengambil langkah mundur.

__ADS_1


__ADS_2