
"baiklah, sudah harinya," kata kazuto yang bersiap dan memakai pakaian terbaiknya dan segera menuju istana untuk bertemu dengan orang tua kandungnya, dia pun segera melewati jalan dan langsung berlari menuju istana.
"master, apakah master gugup, ?" tanya kumara yang khawatir dengan masternya.
"ya, sedikit," kata kazuto, walaupun saat ini dia akan bertemu dengan raja dan ratu untuk yang ke-3 kalinya, dia merasa sedikit tidak nyaman karena sebelumnya dia melihat mereka sebagai pemimpin terhormat dari kerajaan yang dia tinggali, tapi setelah dia mengetahui jika mereka adalah kedua orang tuanya, dia jadi sedikit berhati-hati terhadap mereka.
Jujur saja dia merasa sedikit aneh dengan tatapan yang mereka tunjukan ketika pertama kali bertemu, dan kata-kata terakhir yang dia dengar terakhir kali ketika mereka bertemu masih terdengar segar di ingatannya, kata-katanya sendiri sangat lembut dan dia bisa merasakan rasa sayang dan rindu yang dimiliki oleh sang raja.
"tapi bukannya lebih baik untuk membawa ren dan katia untuk pergi bersama ke istana," kata kumara.
"jika kami berada dalam konflik seperti pertarungan atau semacamnya maka membawa mereka akan menjadi salah satu pilihan terbaik, tapi yang kuhadapi saat ini adalah urusan keluarga, jadi dalam keadaan apapun aku harus menghadapinya sendiri," kata kazuto yang tidak ingin menyeret orang lain dalam urusan keluarganya, apalagi keluarganya sendiri adalah bangsawan dengan peringkat tertinggi di kerajaan ini.
"ya, anda benar," kata kumara yang setuju dengan perkataan kazuto, jika urusan keluarga hanya boleh diselesaikan oleh anggota keluarga tersebut dan bukannya orang lain.
"ngomong-ngomong bagaimana denganmu, apa kau sudah terbiasa, ?" tanya kazuto.
"ya, meskipun ini sedikit berbeda dengan lingkungan tempat tinggalku, tapi aku sudah mulai terbiasa," kata kumara, jujur saja dia masih menyesuaikan untuk hidup bersama dengan manusia, apalagi dia masih belum mempelajari apapun mengenai tubuh humanoidnya.
"baguslah, karena kau perlu terbiasa jika kau berniat untuk masuk akademi sebagai murid pindahan," kata kazuto yang mengingat jika setelah pertemuannya dengan kepala sekolah dia ingin meminta kepada kepala sekolah agar kumara dapat bergabung dan menjadi salah murid akademi hexion.
"ha..." kata kumara yang sedikit tidak yakin, jujur saja dia tidak yakin bisa lolos ujian masuk manusia, dia sendiri saja masih kesulitan dalam mempelajari bahasa mereka, apalagi tinggal beberapa hari sampai tuannya akan masuk sekolah.
"ngomong-ngomong aku tidak sempat menanyakan ini, tapi bukannya sebelumnya ukuranmu menjadi lebih besar, ?" tanya kazuto.
"ya, ketika kami klan rubah berevolusi maka ukuran kami juga akan semakin besar mengikuti ekor yang kami dapatkan, saat ini saya memiliki 3 ekor jadi ukuran saya kurang lebih besar dari kuda," kata kumara kepada kazuto.
__ADS_1
"apa kau masih bisa memperkecil dirimu, ?" tanya kazuto yang mendapatkan anggukan dari kumara.
"jika master mau, master bisa menunggangiku untuk bepergian," kata kumara.
"apa itu tidak masalah, apa kau bisa menahannya, ?" tanya kazuto.
"jika itu untuk anda, katia dan ren, itu tidak masalah, lagipula saya masih bisa untuk terus berkembang, dan dimasa depan ukuran saya juga bisa menjadi berkali-kali lebih besar dari yang sekarang," kata kumara.
"seberapa besar, ?" tanya kazuto yang penasaran dengan ukuran terbesar yang bisa dicapai oleh kumara.
"ketika kami mencapai 8 ekor maka kurang lebih ukuran kami akan sebesar jika tidak lebih kecil dari istana itu," kata kumara kepada kazuto yang ketika itu cuma mengangguk.
"jadi begitu, kalau begitu mohon bantuannya dari sekarang," kata kazuto kepada kumara.
"maaf, apa anda sudah membuat janji," kata penjaga yang menjaga pintu masuk menuju istana.
"ya, kurang lebih, saya memiliki janji dengan yang mulia putri lousse," kata kazuto kepada penjaga itu yang lalu melihat penjaga di sebelahnya dan pergi untuk mencari untuk tuan putri mengatakan jika ada tamu yang memiliki janji dengannya.
"tuan putri, anda memiliki tamu," kata penjaga yang ketika itu mengetuk pintu kamar lousse yang disaat itu dia sedang diabntu oleh pelayan untuk memakai pakaian.
"ya, tolong biarkan dia masuk, dia adalah tamuku," kata lousse yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.
"seperti yang anda perintahkan," katanya yang kembali ke pintu masuk dan mengawal kazuto dan temannya menuju ruang tamu dimana dia dengan segera dijamu oleh para pelayan disana.
"silakan dimakan," kata pelayan yang memberikan beberapa kue untuk dimakan kazuto dan kumara sambil menunggu tuan putri selesai berganti pakaian.
__ADS_1
"hm, ngomong-ngomong kumara mengenai kontrak darah ini.." kata kazuto kepada kumara yang sudah mengakbil kue dan menaruhnya di mulutnya.
"munch* ada apa master," kata kumara yang ketika itu berbicara dengan kazuto mengenai apa saja keuntungan kontrak darah, dan setelah beberapa waktu pintu terbuka yang menunjukkan seorang wanita berambut coklat dengan dandanan dan memakai pakaian yang terbaik.
"maaf karena telat," kata lousse yang mengambil tempat duduk berhadapan dengan kazuto dan melihat wanita yang duduk di sampingnya.
"ya, tidak masalah," kata kazuto yang menjawab dengan canggung, dan selama beberapa detik mereka tidak sedikit pun berbicara yang memberikan suasana berat pada atmosfer di sekitar mereka, sampai akhirnya lousse memutuskan untuk berbicara.
"apakah dia temanmu kazuto, aku baru pertama bertemu dengannya, ?" tanya lousse yang mengacu kepada kumara.
"ya, aku bertemu dengannya di hutan mistis," kata kazuto kepada lousse yang melihat ke arah kumara yang lalu mengaktifkan mata octagramnya.
"jadi begitu ya," katanya yang lalu melihat ke arah kazuto, "selamat ya," katanya yang kurang lebih sudah cukup mengerti dengan situasinya, dan senang dengan keberuntungan kazuto bisa membuat kontrak.
"terima kasih," kata kazuto, yang lalu kembali lagi ke keadaan yang canggung.
"ngomong-ngomong yang mulia, dimana raja dan ratu, ?" tanya kumara kepada lousse.
"mereka aka segera kemari, mereka mendapatkan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan," kata lousse dengan nada sedikit sedih, ini merupakan kunjungan pertama anak mereka yang telah menghilang selama 13 tahun, tapi mereka tidak bisa hadir karena urusan kerajaan yang penting, jujur saja dia bisa mengerti jika itu adalah untuk kebaikan setiap orang, karena ayah dan ibu mereka melakukan itu agar setiap orang dapat bahagia, meskipun sebagai gantinya mereka membuat keluarga mereka menderita, meskipun mereka mendapatkan hinaan mereka, tapi mereka tetap maju untuk memberikan solusi yang terbaik untuk kejayaan dan kemakmuran kerajaan dan rakyatnya.
tapi itu sedikit sedih, jika orang dengan kekuasaan tertinggi di kerajaan, tidak bisa mengekspresikan dirinya di depan umum, karena jika begitu akan sama saja dengan menunjukkan kelemahan pada predator, karena itu mereka menahan diri untuk tidak segera berlari dan memeluk kazuto waktu itu walaupun di dalam mereka sangat ingin untuk memeluk dan menciumnya, karena siapa yang tidak, jika kalian mengetahui jika anak yang kalian sayangi tiba-tiba menghilang dan hanya untuk muncul kembali setelah 13 tahun, maka sudah pasti jika orang tua yang manapun akan melakukan hal yang sama
Lalu ketika itu sebuah pintu terbuka dan terlihat sosok raja dan ratu yang terengah-engah, seperti terburu-buru mencari sesuatu, mereka pun melihat-lihat ruangan sampai mereka menemukan sosok kazuto dan ketika itu air mata langsung turun dari wajahnya dan mengenai lantai, ratu pun segera berlari dan melompat ke arah kazuto dan memeluknya.
"hic.. aku.. ingin bertemu.. denganmu... anakku, hic.. ibu minta maaf... hic.." kata ratu yang ketika itu kazuto memeluknya balik dan merasa sangat tenang dan entah kenapa matanya juga ikut mengeluarkan air mata dan memeluk ibu kandungnya, sedangkan orang-orang yang melihat itu hanya memberikan senyuman begotu pula dengan lousse dan raja yang juga ikut mengeluarkan air mata.
__ADS_1