The Reincarnator

The Reincarnator
bab 24 : taruhan


__ADS_3

"kita akan memulai babak kedua yaitu pertarungan antara Kazuto yuki melawan jack darkus setelah istirahat selama 10 menit," kata wasit yang meninggalkan arena, sedangkan kazuto sendiri pergi menuju ruang farmasi untuk melihat ren yang saat itu masih diperban oleh para perawat, karena tidak ingin menganggu, kazuto meninggalkan ruang farmasi dan kembali ke podium dimana dia menunggu untuk pertarungannya dengan jack.


"baiklah, babak kedua akan segera dimulai silakan untuk peserta Kazuto yuki dan jack darkus memasuki arena," kata wasit yang setelah itu kazuto dan jack turun dari tempat mereka dan berdiri di tengah arena saling bertatapan.


"guru lihat, itu murid guru," kata theodor yang menunjuk ke arah kazuto.


"ya, aku melihatnya theodor," kata theodor.


"guru, menurut anda bagaimana akhir dari pertarungan ini," tanya theodor kepada gurunya.


"apa kau khawatir jika sesuatu terjadi pada kazuto, ?" tanya balik leon kepada muridnya.


"khawatir, saya lebih takut dengan bagaimana kazuto akan mempermalukan anak dari keluarga earl itu," kata theodor yang menunjuk ke arah anak dari keluarga darkus, sudah jelas jika theodor kurang lebih mengetahui seberapa kuat kazuto lebih baik dibandingkan dengan keluarga bangsawan yang lain, jadi dia tahu jika kazuto dapat mengalahkan bocah tengik dari keluarga darkus itu, tidak, dia sebenarnya diam-diam menaruh uangnya dan bertaruh jika kazuto akan memenangan pertandingan itu.


Sedangkan di tempat bangsawan yang lain, mereka sedang melihat pertarungan antara tuan muda dari keluarga darkus dengan rakyat jelata yang memiliki hubungan baik dengan 2 keluarga bangsawan di kerajaan hexion.


"anak itu cukup beruntung bisa mendapatkan tempat untuk bisa menunjukkan bakatnya di akademi hexion, tapi keberuntungannya telah berakhir karena dia bertemu dengan anakku," kata earl darkus yang menertawakan kazuto.


"itu lelucon terbaik yang pernah kudengar sepanjang tahun ini. Earl darkus, dan aku pikir kau tidak bisa melakukan hal yang berguna selain membuat omong kosong, tapi maafkan aku ternyata kau memiliki bakat untuk menjadi seorang badut," kata duchess elinstein yang membela sekaligus menghina balik earl darkus karena telah meremehkan orang yang menyelamatkan putirnya, sedangkan para bangsawan lain yang mendengar itu hanya tertawa kecil jika tidak menyeringai dengan ejekan duchess.


duchess elinstein sendiri sangat mencintai putrinya dan dia tidak pernah melihat putrinya sesenang itu semenjak kedatangan kazuto meskipun dalam acara lain dia selalu mencoba untuk membuat dirinya senyaman mungkin, tapi untuk pertama kali anaknya dapat menikmati waktunya dengan menjadi dirinya sendiri.

__ADS_1


Jujur, pendapat duchess mengenai kazuto adalah dia adalah anak yang baik dengan masa depan yang cerah, tidak hanya itu dia juga berniat untuk menjadikan kazuto dan katia sebagai sepasang kekasih karena dia tidak tahan dengan sikap kazuto yang tidak menanggapi perasaan katia, tapi duchess tahu jika kazuto pasti memikirkan perbedaan status diantara mereka, dan untuk seorang rakyat jelata untuk bisa menikahi putri seorang duke apalagi putri tersebut adalah pewaris dari keluarga elinstein maka kazuto setidaknya membutuhkan pangkat seorang earl jika tidak duke untuk bisa memiliki hubungan dengannya, atau jika dia berhubungan dengan keluarga kerajaan, sebelumnya dia mendengar dari kabar burung jika putri lousse memiliki ketertarikan kepada kazuto sampai rela menggunakan sihirnya untuk membantunya belajar.


Tentu ketika mendengar itu sang duchess merasa jika kazuto memiliki keberuntungan yang sangat baik, dan akan menguntungkan dirinya jika kazuto memiliki dukungan dari calon pewaris tahta, walaupun dia sendiri dan suaminya mengatakan jika putrinya dapat menikah dengan orang yang dia cintai, tapi akan sulit mengingat statusnya sebagai seorang pewaris kediaman elinstein.


"jadi maksudmu, bocah itu dapat mengalahkan anakku, jangan buat aku tertawa, jack ketika kecil telah mendapatkan pendidikan dari guru kelas tinggi, tidak mungkin rakyat jelata seperti dia dapat mengalahkan anakku," kata earl darkus yanh dengan percaya diri mengatakan jika anaknya tidak akan kalah.


"kalau begitu, apa kau ingin bertaruh," tawar duchess.


"bertaruh, kau bilang, ?" tanya earl darkus.


"benar, jika memang anakmu memang seperti yang kau katakan, maka aku yakin jika dia adalah bangsawan yang luar biasa, karena itu aku akan mempertaruhkan putriku untuk menjadi menantumu jika kazuto kalah dalam pertandingannya," kata duchess elinstein yang memberitahukan hadiah dari pertaruhannya yaitu hak untuk menikahi putri tunggalnya yang merupakan satu-satunya pewaris dari duke elinstein.


tentu ketika mendengar tawaran yang menggiurkan itu, sang earl langsung setuju dengan tawaran yang diberikan oleh duchess, karena menikahi putri karnatia berarti menjadikan seluruh properti miliki elinstein menjadi properti milik darkus, ketika itu senyuman earl menjadi begitu lebar sampai membuat bangsawan lain yang berada di dekatnya menjadi ngeri.


"lalu bagaimana denganmu, ?" tanya duchess yang ketika itu menyembunyikan senyumannya kepada earl darkus seakan-akan menunggu mangsanya untuk terjebak dalam jebakannya.


"b-bagaimana denganku," jawab balik earl darkus.


"lalu bagaimana dengan apa yang akan aku dapat, ?" tanya duchess kepada earl darkus.


"kau tidak mengharapkan jika hanya aku saja yang akan menaruh hadiah dalam taruhan ini kan, " kata duchess yang mulai menunjukkan senyumannya.

__ADS_1


"t-tentu tidak mungkin aku melupakannya," kata earl darkus yang tertawa canggung jika dia terlalu terbutakan dengan hadiah tawaran duchess, 'sial, bagaimana ini, jika aku membatalkan taruhan ini maka aku akan menjadi bahan tertawaan oleh bangsawan yang lain, tapi..' pikir earl darkus.


'tapi jika dia menerima taruhan ini maka sudah pasti dia harus mempertaruhkan sesuatu yang sama berharganya dengan apa yang dipertaruhkan olehku, itu pasti yang dipikirkan olehnya,' pikir duchess yang telah mempermainkan earl darkus di genggaman tangannya untuk memainkan permainan yang tidak akan mungkin bisa dia menangkan.


"b-baik aku juga a-akan bertaruh," kata earl darkus kepada duchess.


"lalu apa yang akan kau pertaruhkan, aku harap kau mempertaruhkan sesuatu yang cukup berharga," kata duchess kepada earl untuk tidak menawarkannya dengan barang murahan dan menyuruhnya untuk memberikannya sesuatu yang setara, "jika kau tidak bisa memikirkannya bagaimana dengan tanah yang baru kau beli di pantai itu," kata duchess.


"i-itu, baiklah lagipula aku yakin jika anakku akan menjadi pemenangnya," kata earl darkus yang merasa lega dengan apa yang diinginkan oleh duchess hanyalah tanah pantai yang baru dia beli, satu-satunya hal yang ada disana hanyalah pegunungan, dan sumber mata air yang bersih, satu-satunya hal yang membuatnya beruntung adalah jika earl masih belum membangun proyek apapun disana sehingga dia hanya kehabisan sedikit uang untuk membeli tanah itu, tapi sedikit yang diketahui oleh earl darkus dengan rencana duchess untuk menggunakan tanah itu.


"kalau begitu kita sepakat, dan untuk para bangsawan yang hadir, aku ingin kalian untuk menjadi saksi atas taruhan kami," kata duchess yang mendapatkan anggukan dari semua bangsawan yang ada disana.


"baiklah jack, pastikan memenangkan pertarungan ini," gumam earl darkus yang merasa jika kemenangan telah berada di tangannya.


"baiklah, para peserta siap, mulai," kata wasit yang ketika itu jack menyiapkan sihir kegelapan miliknya, dan meciptakan semacam sihir di sekitar kazuto dan mencoba menjeratnya.


"shadow binding," teriak jack yang setelah itu muncul berbagai tali di sekitar kazuto, tapi sebelum mengenainya kazuto mengaktifkan mode sihir birunya dan dalam sekejap berada di pinggir arena menghindari jeratan kegelapan jack.


"aku rasa ini giliranku," kata kazuto yang masih dalam mode birunya dan berlari ke arah jack dengan tangan memegang pedang yang masih berada di dalam sarungnya.


"sial jangan mendekat, shadow spike," teriak jack yang ketika memunculkan pasak dari tanah mencoba menghentikan gerakan kazuto tapi kazuto hanya menghindarinya dan berlari ke arah jack dan ketika itu kazuto berada di belakangnya dengan pedangnya yang ketika itu dialiri oleh listrik yang kembali masuk ke sarungnya.

__ADS_1


"arrrgghh," teriak jack yang terkena tebasan petir kazuto dan tidak sadarkan diri.


"p-pertandingan selesai, pemenangnya kazuto yuki," kata wasit yang terkejut dengan hasilnya lalu mengumumkan kazuto sebagai pemenang.


__ADS_2