
"seperti babak sebelumnya, kita akan mengambil istrihat selamat 15 menit sebelum memulai babak terkahir pada hari ini," kata wasit.
"ternyata katia bisa menggunakan sihir es, aku tidak menyangka," kata ren yang kembali kursi peserta dengan perban yang menutupi badannya lalu duduk di samping kazuto.
"ren, kau tidak apa-apa, ?" tanya kazuto yang khawatir dengan kondisi ren yang saat ini tubuhnya dipenuhi perban, sebelumnya dia tidak memiliki waktu untuk menjenguknya karena dia masih dirawat oleh perawat disana dan karena ren juga sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"kau tidak perlu khawatir dengannya kazuto, beberapa hari beristirahat dan dia pasti akan sehat kok," kata katia yang telah kembali ke bangku peserta.
"hah, apa kau bilang," teriak ren kepada katia.
"oh katia, selamat karena mencapai babak semi final," kata kazuto.
"ya, terima kasih," kata katia yang senang.
"oh, ya kalian berdua berhasil mencapai babak semi final ya, selamat," kata ren yang menunjukkan ras senangnya kepada mereka berdua, meskipun dia kalah tapi dia senang jika rekan setimnya bisa menang.
"ya, terima kasih," kata katia.
"terima kasih, ngomong-ngomong bagaimana dengan keadaannya, ?" tanya kazuto.
"keadaannya, siapa yang kau maksud, ?" tanya ren yang tidak tahu dengan siapa yang kazuto khawatirkan.
"jack," kata kazuto yang seketika itu membuat ren mengingat jika kazuto mengalahkan jack, lalu tertawa terbahak-bahak karena mengingat apa yang terjadi di ruang farmasi.
"hahahahah, jadi maksudmu dia, kau tidak perlu khawatir dia tidak apa-apa, hanya saja aku melihat sesuatu yang lucu sebelumnya," kata ren yang tertawa.
"lucu kau bilang, satu-satunya hal yang lucu menurut pendapatmu adalah ketika kau melihat sesuatu yang bodoh," kata katia yang mengatakan dari pengalaman.
"ya, itu memang benar, lagipula itu memang tindakan bodoh yang ayahnya lakukan dengan ibumu," kata ren.
__ADS_1
"eh, ibuku, ?" tanya katia kepada ren.
"ya," jawab ren dengan memberikannya anggukan.
"tunggu apa yang sebenarnya terjadi, ?" tanya katia yang khawatir dengan apa yang ibunya lakukan sampai terlibat sesuatu yang dianggap bodoh oleh ren.
"oh tidak, ibumu hanya membuat taruhan dengan earl darkus jika misalnya kazuto kalah maka kau akan menjadi menantunya, tapi beruntungnya kazuto menang," kata ren yang membuat katia tidak mengatakan apa-apa karena dia terlalu terkejut dengan mulutnya yang terbuka dan wajahnya yang memucat.
"oohhh kazuto, beruntung kau menang," kata katia yang menangis di dada kazuto karena dalam hidupnya tidak pernah merasa bersyukur lebih dari ini untuk kemenangan orang lain daripada dirinya sendiri.
"ngomong-ngomong ren bagaimana kau tahu mengenai ini, ?" tanya kazuto.
"bukannya aku bilang ini bagian yang lucu, tepat setelah aku terbangun setelah kekalahanku, aku melihat jack yang dibawa oleh perawat karena dipukuli habis-habisan olehmu tapi ketika itu earl darkus datang dan memberikannya tamparan berkali-kali kepadanya, jujur itu membuatku tertawa, jack yang menyombongkan dirinya di sekolah sebagai seorang elit tak bisa bertahan 1 menit darimu dan terlebih lagi semua orang di ibukota melihat pertandingan ini, apalagi ayahnya sendiri yang membuat taruhan untuk memberikannya tanah yang baru dibelinya kepada duchess, mengingat wajah kesal mereka lagi membuatku tertawa hahahaha," kata ren yang membuat katia berhenti menangis setelah mendnegar sesuatu yang aneh.
"ada apa katia, ?" tanya kazuto.
"oh, tidak apa-apa," kata katia, 'ibu membuat taruhan dengan mempertaruhkanku hanya untuk mendapatkan sebuah tanah, apalagi tanah yang jauh dari kediaman kami, apa yang ibu rencanakan,' pikir katia yang ingin mengetahui apa yang dipikirkan oleh ibunya.
"baiklah kalian berdua siap, mulai" kata juri yang memulai pertandingan antara mereka berdua.
"wind slice," kata astra yang membuat serangan angin yang mengarah ke drake yang segera dia hindari dan mengenai tembok lapangan dan meninggalkan bekas.
drake sendiri berlari ke arah astra dan memberikannya pukulan tapi dengan segera astra menahan serangan drake dengan menciptakan pelindung yang terbuat dari angin, "lebih baik aku selesaikan ini," kata astra yang terbang dengan pelindung angin yang masih mengelilingi ssluruh bagian tubuhnya, "wind cyclone," dan dengan kata itu serangan angin yang tidak terhitung jumlahnya menyerang ke segala arah yang ada di arena.
"uuughh, serangan skala yang benar-benar hebat," kata ren yang mengangkat tangannya untuk melindungi matanya.
"apa jangan-jangan sudah selesai, ?" tanya katia yang tidak bisa melihat arena karena debu yang menghalangi arena.
"tidak ini masih belum selesai," kata kazuto yang tidak mengalihkan pandangannya dari arena yang porak poranda karena sihir angin dengan skala yang cukup besar itu, dan ketika itu mereka dikejutkan dengan drake yang tidak apa-apa dan bergerak ke arah astra dengan sihir yang dia siapkan.
__ADS_1
"magic cannon," kata drake yang menembak bola sihir besar dalam jarak yang dekat ke arah astra, dan mengenai penghalang angin yang menciptakan ledakan.
"tunggu dia tidak apa-apa, bagaimana bisa dia tidak apa-apa, setelah semua serangan itu, ?" tanya ren yang bertanya-tanya.
"lihat di arena," kata kazuto yang menunjuk ke arah arena
"lihat apa, arenanya hancur karena serangannya, kazuto," kata ren yang melihat ke arah arena dan seperti dugaannya jika seluruh bagian arena terkena serangan astra tapi ketika itu matanya terbelalak ketika melihat ada bagian dari arena yang terlihat sama tidak tersentuh.
"kau sudah melihatnya, itu adalah kelemahan sihir astra," kata kazuto.
"lokasi paling aman ketika berada di badai adalah di tengah angin yang ketika itu sedang mengamuk ya, " kata katia yang melihat seperti apa cara astra bertarung, karena lawan yang akan dihadapi oleh katia adalah pemenang dari pertandingan ini.
"jadi dia menggunakan lokasi itu.." kata ren.
"benar, dia menggunakan itu untuk melindungi dirinya sambil bersiap untuk melakukan serangan," kata kazuto yang melihat asap yang menghilang dari serangan sihir drake.
"apa, tidak mungkin!," kata drake yang terkejut jika sihirnya hanya memberikan sedikit luka pada tubuh astra.
"dengan ini kau tidak akan bisa menghindar kan, wind slice," kata astra yang menembakkan serangan angin kepada drake yang masih belum mencapai tanah, dan berhasil mengenainya membuatnya tergeletak di tanah dan tak sadarkan diri.
"pertandingan berakhir, pemenangnya astra winddum," kata juri yang memutuskan astra sebagai pemenangnya.
"baiklah turnamen hari ini telah selesai, dan besok kita akan melanjutkan turnamen yaitu pertandingan pertama yaitu silvie shiltein melawan kazuto yuki dan pertandingan kedua karnatian elinstein melawan astra winddum dan untuk adalah pertandingan akhir dimana pemenang dari babak yang akan diadakan besok bertanding," kata wasit, lalu ketika itu kazuto berniat untuk peegi dari stadion dia bertemu dengan seorang pria berambut coklat dengan warna mata yang sama dengan lousse di memakai pakaian jas berwarna biru dengan celana hitam dan sepatu but berwarna putih, dengan jubah merah yang dia pakai.
Selanjutnya di sisi pria tersebut, terdapat seorang wanita yang memiliki rambut hitam panjang dengan poni yang menutupi dahinya dengan mata berwarna biru langit, dia memakai gaun putih yang hanya menunjukkan sedikit dari kulitnya.
"kazuto oi," kata lousse yang berada di belakang mereka sambil menyapa kazuto, sedangkan ren dan katia hanya terkejut melihat 2 orang sosok ini,
"oh, maaf kami tidak sopan, perkenalkan namaku lumina angela trandet, dan kedua orang ini adalah suami dan putriku yang aku yakin kalian sudah kenal," kata lumina.
__ADS_1
"tunggu dulu ibu dari kak lousse, jadi anda adalah..." kata kazuto yang terkejut.
"benar, kami adalah penguasan kerajaan hexion," kata lumina yang memberikan senyuman kepada kazuto dan yang lain.