
kata itu membuat katia dan ren mengingat kembali detik pertama mereka melihat monster itu, dia memang terlihat agak lemah dengan tubuhnya yang sedikit kurus seperti belum makan selama beberapa hari.
"dan coba kalian lihat itu," kata kazuto yang mengarahkan jarinya ke dinding yang memiliki bekas potongan yang besar.
"tunggu, apa itu bekas tebasan pedang," kata katia yang ketika melihat kazuto yang menganggukkan kepalanya.
"tapi bagaimana, monster yang kita lawan menggunakan teknik tangan kosong," kata ren.
"itu mungkin milik manusia, aku harap begitu, tapi meskipun dia adalah manusia sikap yang ditunjukkannya benar-benar keterlaluan," kata kazuto yang melihat monster yang hancur ini, dan di tidak tahu apakah dia harus senang jika yang melakukan ini adalah manusia.
"aku rasa itu bukan milik manusia, master," kata kumara yang membuat ketiga orang itu melihatnya.
"bisa tolong jelaskan," kata kazuto.
"aku pernah mendengar ini dari desaku, jika dulu ada sebuah ritual untuk menciptakan monster yang kuat, hal itu dilakukan dengan cara mengumpulkan puluhan sampai ratusan monster di satu tempat dimana mereka dipaksa untuk saling membunuh satu sama lain, untuk membuat monster itu menjadi lebih hebat, orang yang mengumpulkan mereka memberikan semacam sihir yang membuat mereka menjadi semakin ganas, sehingga mereka akan membunuh dan memakan satu sama lain sehingga hanya ada satu yang tersisa," jelas kumara kepada kazuto, ren, dan katia.
"jadi kau bilang jika ini adalah ritual untuk menciptakan monster itu, ?" tanya ren yang mendapatkan anggukan kecil dari kumara karena ini adalah pertama kalinya dia melihat kejadian ini dengan matanya.
"tunggu, apa mungkin monster yang sebelumnya kita lawan adalah yang telah membunuh semua monster itu, ?" tanya katia yang mendapatkan gelengan dari kumara.
"tidak, kau salah, monster yang kita lawan tadi lemah, terlalu lemah jika harus aku katakan, karena ini adalah monster yang tercipta dari pertarungan dimana hanya ada 1 monster yang dapat bertahan, maka monster itu seharusnya jauh lebih kuat daripada itu," kata kumara.
"dari baunya, sepertinya monster tadi bertahan dengan berpura-pura mati disini," kata kazuto yang melihat tumpukan mayat busuk di depannya, mungkin dia menunggu sampai monster yang sebenarnya pergi dari gua ini, karena itu dia keluar ketika mereka datang, karena mungkin dia telah yakin jika monster yang membuatnya ketakutan telah pergi.
__ADS_1
"sudah pasti, para monster akan mencoba untuk berpura-pura mati," kata katia yang mengingat pengalaman pertamanya ketika membunuh monster, benar-benar pengalaman yang buruk jika harus dia katakan.
"aku tahu jika kita harus memikirkan masalah ini dengan serius, tapi bisakah kita melakukan itu di tempat lain," kata ren yang membuat mereka betiga tersadar jika saat ini mereka masih berada di gua dengan bangkai yang basuk.
lalu mereka segera keluar dari gua dengan kumara yang tetap berada di wujud rubahnya dan mengatakan jika dia akan telanjang karena baju yang dia pakai sebelumnya hancur ketika dia menjadi rubah, yang membuat kazuto harus memikirkan hal ini karena sebagai kontraktornya dia harus bertanggung jawab untuknya.
"baiklah aku rasa kita sudah selesai," kata kazuto yang sudah mengemas semuanya dan bersiap untuk kembali ke ibukota, jujur saja dia cukup senang dengan liburan kali ini, ditambah sekarang dia memiliki makhluk kontrak yang sulit didapat oleh orang lain.
"master, apa tidak apa-apa untukku tinggal dengan master, ?" tanya kumara yang sedikit khawatir.
'dia pasti berpikir jika dia pasti akan merepotkanku nanti ya,' pikir kazuto yang ketika itu mengacak-acak rambutnya, "kau tidak perlu khawatir kumara, kau sudah membuat kontrak denganku, karena itu kau menjadi tanggung jawabku, jadi jangan khawatir, jika ada orang yang mengganggumu maka aku dan ren akan menghajar mereka," kata kazuto yang menunjuk ke arah ren yang menganggukkan kepalanya, setuju jika ada yang mengganggu teman mereka, meteka akan menghajarnya sampai babak belur.
"y-ya, terima kasih," kata kumara yang senang tapi ketika dia merasakan tatapan tajam dari wanita berambut ungu, yang wajahnya mengatakan untuk jangan macam-macam dengan prianya.
"ngomong-ngomong kazuto, bukannya kau berniat untuk bertemu dengan raja dan ratu sebelum liburan ini berakhir, bagaimana perasaanmu, ?" tanya ren yang khawatir.
"jadi apa kau akan memberi mereka kesempatan, ?" tanya katia, jujur saja dia terkejut ketika mendengar tuan putri lousse adalah kakak kandung kazuto, awalnya dia senang untuk kazuto karena dia masih memiliki keluarga yang tersisa, tapi hal itu membuatnya memikirkan 1 pertanyaan, kenapa kazuto yang merupakan pangeran dari kerajaan mereka ini tinggal di desa dan tidak mengetahui identitasnya sampai sekarang.
jawabannya sudah jelas jika kazuto telah dibuang oleh mereka, karena hanya itu satu-satunya hal yang dapat dipikirkan oleh katia, tapi mengingat lousse yang terus mencoba untuk mendekati dan selalu bersikap baik padanya, mungkin saja ada sesuatu yang terjadi di belakang layar yang tidak diketahui siapapun sehingga mereka membuat alasan jika kazuto telah mati.
"aku tidak tahu, tapi aku ingin melihat apakah mereka benar-benar menyayangiku dan jika memang benar, maka aku mencoba untuk memaafkan mereka," kata kazuto.
"tapi mereka membuangmu, apa kau masih bisa memaafkan orang tua semacam itu," bentak katia, dia tahu meskipun mereka adalah keluarga kazuto khususnya keluarga kerajaan tapi apa yang mereka lakukan membuat katia tidak senang.
__ADS_1
"aku rasa tidak katia," kata ren kepada katia yang sepertinya sudah hilang kesabaran.
"dan apa maksudmu, ?" tanyanya.
"sebelumnya, aku bertanya kepada ayahku mengenai apa yang terjadi pada kazuto ketika dia masih bayi, dia mengatakan jika ketika itu terjadi suatu penculikan yang saat ini kasus itu masih belum diselesaikan," kata ren yang memberikan gambaran kasar mengenai apa yang terjadi ketika kazuto masih kecil.
"tunggu jadi kau bilang jika kerajaan hexion terdapat penyusup yang menculik kazuto dan entah bagaimana dia sampai di desa tempat tinggalnya," kata katia.
"itu yang dikatakan oleh ayahku, tapi aku kurang tau pasti," kata ren.
"tapi meski begitu, kenapa mereka membuat dugaan jika kazuto mati, aku tidak mengerti," kata katia.
"itu mungkin untuk menjaga reputasi kerajaan hexion, karena itu mereka membuat rumor jika aku telah mati, dan mengingat jika telah tersebar kabar jika aku menderita suatu penyakit, maka orang-orang akan menjadi percaya tanpa menyelidiki kasus itu," jelas kazuto.
"jadi begitu, ya aku pikir itu cukup masuk akal, jika saja kerajaan lain tahu jika pangeran dari kerajaan hexion telah diculik, maka kerajaan lain sudah pasti akan menggunakan kesempatan ini untuk menekan kerajaan ini," kata ren yang kurang lebih mengerti setelah mendengar apa yang dikatakan oleh kazuto, begitu pula dengan katia.
"tapi apa kau berniat untuk mengambil tempatmu sebagai keluarga kerajaan, ?" tanya katia
"aku masih belum menemukan jawabannya," kata kazuto, jujur saja alasan kenapa dia datang ke hutan ini adalah untuk membuang pikirannya mengenai mereka, tapi dia rasa sudah waktunya baginya untuk bertemu dengan mereka, lousse sendiri telah melakukan yang terbaik untuk lebih mengenal kazuto dan kenapa jika dia tidak melakukan hal yang sama.
"ya, itu memang agak sulit, tapi berusahalah, dan jangan permah lupakan jika kami akan selalu mendukungmu, baik itu untuk kazuyo yuki atau untuk cassion von hexion, kami akan selalu menemanimu" kata ren yang menepuk bahu kazuto, sedangkan katia memberkannya sebuah senyuman yang tulus yang memiliki arti yang sama dengan apa yang dikatakan oleh ren.
"saya juga master, tidak peduli apa yang master pilih saya akan selalu berada disamping master," kata kumara dalam wujud manusia yang mendapatkan tambahan baju ganti dari katia.
__ADS_1
"terima kasih semua," kata kazuto yang tersenyum kepada mereka, dia bersyukur jika dia memiliki teman seperti ini dan berharap jika hal ini tidak akan pernah berubah di masa depan.
lalu setelah itu pun mereka pergi keluar hutan mistis dan menunggu kereta kuda yang telah mereka pesan 1 minggu yang lalu, dan akhirnya mereka pun kembali ke kerajaan hexion dengan membawa teman baru.