The Reincarnator

The Reincarnator
bab 70 : pulang ke hexion


__ADS_3

"maaf kapten, telah menunggu lama," kata suara ksatria uang memakai lambang kerajaan hexion di bajunya, yang diikuti dengan 3 kereta dan 2 kuda di belakang kereta tersebut.


"tidak masalah, aku juga baru saja menjemput seseorang," kata britni yang mengacuh kepada kazuto dan kumara.


"kalian adalah," katanya yang melihat ke arah kazuto dan kumara yang berdiri di samping britni.


"mereka adalah tamu yang diundang raja dan ratu," kara britni yang ketika itu berjalan dan membuka pintu kereta letak raja dan ratu duduk.


"yang mulia, saya telah menjemput pangeran dan temannya," kata britni dengan suara kecil yang hanya bisa didengar oleh raja dan ratu.


"baiklah, minta mereka untuk masuk ke dalam kereta ini dan kita akan segera berangkat," kata raja kepada britni yang segera dituruti dan membawa kazuto dan kumara masuk ke dalam kereta yang membuat beberapa orang menjadi bingung dengan perilaku raja dan rau kepada mereka.


"baiklah berangkat," kata kusir kuda paling depan yang mengintruksikan kepada yang lain jika mereka akan segera berangkat dan mereka pun mulai bergerak menuju kerajaan hexion.


Sedangkan di kerajaan hexion tepatnya di akademi terlihat bahal yang ketika itu membawa tas berisi bajunya dan mulai keluar dari akademi hexion, dia pun melihat ke arah akademi hexion sekali lagi dan mengingat kenangan yang dia buat selama ini, dan setelah itu dia pergi sampai dia melihat 2 sosok yang sepertinya menunggu kedatangannya.


"heh, bukannya aku bilang kalian tidak perlu mengantarku," kata bahal yang melihat kedua sosok di depannya dan memberikan senyuman.


kembali ke kereta, saat ini kazuto dan keluarganya sedang melakukan beberapa percakapan yang cukup serius.


"kazuto, bolehkah ibu bertanya, ?" tanya lumina kepada kazuto, "apa kau berniat untuk mengambil alih tahta, ?" tanyanya kepada kazuto.


"aku tidak memiliki niat untuk mengambil kursi itu ibu, ayah," kata kazuto yang mengatakan jika dia tidak menginginkan tahta, lagipula dia telah menghabiskan hidupnya sebagai orang biasa dan dia harus akui jika dia lebih nyaman seperti itu.

__ADS_1


"begitu ya, sepertinya flamina memang harus mengambil alih tahta ya," kata hector yang merasa tidak enak dengan putri termudanya karena harus mengambil tahta di usia yang muda, jujur saja dia memang tidak bisa melakukan apapun.


Lousse sendiri meskipun dia memiliki kharisma dan kualitas untuk mengambil tahta, ditambah dia sendiri memiliki hubungan yang baik dengan berbagai anak di kalangan bangsawan yang lain, tapi dia tidak yakin jika dia bisa menyerahkan tahta kepada lousse karena lousse adalah tipe orang yang mudah terbawa oleh suasana yang merupakan faktor yang tidak boleh dimiliki oleh seorang penguasa, karena setiap keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin akan menentukan hidup dan mati warganya.


Sama halnya dengan kazuto, meskipun dia telah menunjukkan sifat dan kualitas yang dibutuhkan tapi mengingat jika kazuto dianggap telah mati setelah sekian lama dan menghilang dari dunia, maka kemungkinan jika itu akan sulit baginya untuk mewarisi tahta meskipun dia menunjukkan dirinya pada dunia saat ini, apalagi dengan permusuhannya dengan keluarga valis yang baru-baru ini terjadi, maka sudah pasti akan banyak faktor yang menentang kazuto untuk mengambil tahta, walaupun di kalangan rakyat jelata dirinya sendiri cukup terkenal.


sedangkan untuk flamina, meskipun masih muda tapi dia telah menunjukkan kebijakan yang hanya bisa dimiliki oleh orang dewasa, seperti bagaimana dia telah memberikan keputusan untuk belajar di luar kerajaan untuk meningkatkan ilmunya, dia juga cukup dikenal di kalangan rakyat jelata karena sifatnya yang penyayang dan dermawan, yang merupakan kriteria yang cocok untuk mewarisi tahta.


"tapi ngomong-ngomong kazuto aku mendengar kabar jika anak dari keluarga valis meminta untuk menyerahkan kumara kepada mereka iya kan, ?" tanya lumina kepada kazuti yang ketika itu hanya mengangguk karena ha itu telah diketahui oleh semua orang di akademi.


"jadi begitu, sepertinya aku harus mengunjungi keluarga valis setelah pulang nanti," kata lumina yang ketika mendapatkan pukulan karate dari hector karena telah bersikap seperti itu.


"sayang sudahlah, lagipula kazuto telah mengatasinya dengan menghajar babak belur anak kebanggaan mereka," kata hector kepada istrinya.


Dia menjadi bersyukur telah memiliki mereka sebagai keluarga.


"sebenarnya aku memiliki permintaan," kata kazuto kepada orang tuanya untuk pertama kalinya.


"kalau begitu, beritahukan kepada kami, dan sebisa mungkin akan kami berikan yang terbaik untukmu," kata hector kepada putranya yang akan melakikan yang terbaik untuk memenuhi keinginan putranya.


"kalau begitu.." kata kazuto yang mulai menjelaskan apa yang dia igninkan dan orang tuanya pun menganggukan kepala dan berjanji akan melakukan sebaik mungkin dan memberitahukan kepada kazuto secepatnya yang membuat kazuto berterima kasih kepada mereka karena telah membantunya.


"yang mulia sebentar lagi kita akan sampai di tempat peristirahatan, tolong bersiaplah," kata kusir yang ketika itu mengatakan jika mereka akan berhenti dan beristirahat untuk hari ini.

__ADS_1


lau mereka 0un segera memasang tenda dan para pelayan mulai menyiapkan makan malam, kazuto sendiri ikut membantu membuat makan malam dan memasak beberapa makanan untuk semua orang sebagai tanda terima karena telah mengantarnya untuk pulang.


"ini," kata kazuto yang menyerahkan makan malam kepada para kesatria serta raja dan ratu.


"terima kasih," kata ksatria itu yang lalu memakan memakan makanan itu bersama dengan ksatira yang lain.


"ehm, enak aku tak pernah memakan makanan seenak ini, tidak ketika berada di luar," kata ksatria itu yang mengingat jenis makanan apa yang biasa mereka makan ketika perjalanan.


"ya, ini benar-benar menakjubkan," kata ksatria di sampingnya yang dengan lahp memakan makanan yang ada di piringnya, bersama dengan ksatria yang lain.


"hm, rasanya sangat enak," kata hector yang terkesan dengan bagaimana kemampuan anaknya dalam memasak.


"aku tak menyangka jika dia bisa melakukan itu," kata lumina yang ketika itu dengan lahap memakan makanan buatan kazuto.


"ya, tidak seperti orang yang kukenal," kata hector yang mengalihkan pandangannya ke lumina yang ketika itu sempat batuk karena dia adalah orang yang fimaksud suaminya.


"ahem, memangnya kenapa, aku cuma tidak memiliki waktu untuk belajar," kata lumina yang membuat alasan kenapa dia tidak bisa memasak adalah karena dia tidak memiliki waktu karena pekerjaannya sebagai ratu.


"terserah kau sayang, terserah kau," kata hector yang kembali memakan makanannya setelah selesai, dan setelah itu mereka tertidur di kereta mereka dengan para penjaga yang berjaga secara bergantian dan menyuruh kazuto dan kumara untuk juga ikut tidur meskpun kazuto telah mencalonkan diri untuk membantu berjaga.


tapi mereka menolak dan mengatakan jika itu adalah tugas mereka ditambah mereka ingin membalas kazuto atas makan malam buatannya.


Walaupun kazuto sendiri merasa tidak enak karena dia teoah mendapatkan tumpamgan dari mereka, mereka benar-benar sangat baik terhadap mereka, sehingga dia pun memutuskan untuk membuat sarapan, makan siang dan makan malam untuk hari selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2