
Ketika itu kazuto dan yang lain di hadapatkan dengan seorang pria di umur 60 tahunnya, dia memiliki rambut putih panjang yang dibiarkan, dia memakai pakaian berwarna hijau dengan memakai jas berwarna hijau yang lebih tua dari pakaiannya.
"kami adalah murid dari akademi hexion, ini adalah suratnya," kata cyril yang ketika itu maju dan memberikan surat itu kepada kepala sekolah.
"hm, begitu ya," kata kepala sekolah yang melihat para murid baru yang akan belajar di akademinya selama 2 bulan, "margaret tolong antarkan tamu-tamu kita menuju ruang kamar mereka untuk beristirahat," kata kepala sekolah.
"baik, kepala sekolah," kata margaret kepada kepala sekolah yang lalu membawa para murid keluar dari kantor menuju asrama dimana mereka akan tinggal selama 2 bulan.
"ngomong-ngomong nona margaret," kata cyril.
"margaret saja, tolong jangan pakai panggilan itu," kata margaret kepada cyril.
"kalau begitu margaret, apa saja kegiatan yang biasa dilakukan akademi ini, ?" tanya cyril.
"hm, itu sama seperti akademi yang lain, hanya saja jika akademi ini sering diadakan tes khusus, dan pertarungan antar murid," kata margaret.
"jadi begitu ya," kata cyril yang kurang lebih mengerti jika akademi ini memliki mekanisme yang sama dengan akademi mereka.
"baiklah kita sampai," kata margaret di suatu gedung yang terlihat baru, "ayo masuk," katanya yang membawa mereka menuju kamar mereka masing-masing untuk menaruh barang bawaan mereka, dan setelah itu mereka melakukan tur untuk melihat berbahai tempat yang ada di dalam akademi termasuk ruang kelas, perpustakaan, lapangan serta arena untuk melihat pertarungan yang dilakukan oleh para murid.
"baiklah cukup tur untuk hari ini, oh ya dari tadi cuma aku yang berbicara ya, aku sampai lupa menanyakan nama kalian," kata margaert yang ketika itu memegang kepalanya dengan membuat senyum canggung karena melupakan hal yang begitu penting.
"namaku kazuto yuki, aku murid kelas 1 akademi hexion," kata kazuto.
"namaku kumara, sama seperti master aku juga merupakan murid akademi hexion," kata kumara yang ketika itu menundukkan kepalanya kepada margaret.
"hm master, apa jangan-jangan kalian," kata margaret yang menunjuk kumara lalu kazuto dan berpikir jika mereka berada dalam hubungan yang semacam itu.
"etto, maaf margaret tapi hubungan kami tidak seperti itu," kata kumara kepada margaret karena sepertinya dia telah membuat kesalahpahaman.
"j-jadi kenapa kau memanggilnya master, ?" tanya margaret yang menunjuk ke arah kazuto.
"sebenarnya aku adalah makhluk kontrak," kata kumara yang ketika itu menunjukkan kuping rubah dan 3 ekornya, "kau lihat," katanya yang lalu mengembalikan wujudnya ke wujud manusianya.
__ADS_1
"jadi begitu, maaf karena telah salah paham," kata margaret kepada kazuto, karena dia mengira jika kazuto adalah orang mesum yang menjadikan wanita cantik seperti kumara sebagai budak, dan bermain dengannya ketika malam tiba.
"tidak apa-apa, lagipula kau juga tidak tahu," kata kazuto yang menerima permintaan maafnya dan margaret cuma mengangguk dan mslihat ke arah murid lain yang belum mengenalkan dirinya.
"kalau begitu, tolong lanjutkan," katanya.
"namaku adalah arthur palentina, aku adalah murid kelas 2, senang bertemu denganmu," kata arthur kepada margaret.
"ya, senang bertemu denganmu," balas margaret.
"namaku adalah lena gilbert, aku juga sama dengannya, seorang murid kelas 2, senang bertemu denganmu," kata lena.
"ya, senang bertemu denganmu," kata margaret yang lalu melihat ke arah cyril untuk memperkenalkan dirinya.
"namaku adalah cyril break, aku murid kelas 2, senang bertemu denhanmu," kata cyril kepada margaret.
"hm, senang bertemu dengan kalian semua, namaku adalah margaret warenbor cucu dari kepala sekolah akademi ini, andrei warenbor, senang bertemu dengan bertemu kalian," kata margaret yang mengenalkan dirinya sebagai cucu dari kepala sekolah, yang membuat beberapa dari mereka terkejut tapi dengan segera kembali ke kesadaran mereka dan membalas perkenalan dirinya.
"senang bertemu denganmu," kata mereka yang setelah itu memutuskan untuk beristirahat di tempat yang telah diberikan oleh akademi ini dan bersiap untuk kelas pertama mereka di akademi tersebut.
"benar, aku juga mendengarnya, kemarin perwakilan murid dari kerajaan beastman dan spade juga sudah datang tapi berada di ke kelas lain,"
"semoga saja dia adalah laki-laki,"
"aku harap dia perempuan,"
Gumam dari para murid di kelas tersebut yang ketika itu segera berhenti ketika mendengar kedatangan guru mereka.
"seperti yang kalian dengar, jika hari ini akan ada murid yang berasal dari kerajaan lain yang datang untuk mengikuti kegiatan pembelajaran kita selama 2 bulan," kata wali kelas mereka yang melihat ke arah pintu masuk, "kalian boleh masuk," katanya yang ketika itu kazuto dan kumara pun masuk dan berdiri di depan kelas.
"wow, kau lihat mereka, ternyata ada 2 murid baru di kelas kita, beruntungnya kelas kita,"
"ya, dan tidak hanya itu tapi laki-laki dan perempuan,"
__ADS_1
"sepertinya mereka cukup kuat,"
"tolong diam, baiklah silakan perkenalkan nama kalian," katanya kepada kazuto.
"namaku adalah kazuto yuki, hobiku adalah berlatih dan menghabiskan waktu bersama dengan temanku, meskipun waktuku disini cuma sebentar tapi aku harap kita bisa menjadi teman baik," kata kazuto yang mengakhirinya perkenalannya dengan senyuman yang ketika itu mendapatkan tepuk tangan dari para murid khususnya para gadis.
"namaku adalah kumara, untuk hobi mungkin merasakan sesuatu yang baru yang tidak pernah kurasakan, dan tujuanku saat ini adalah menjadi rekan yang dapat diandalkan oleh masterku," kata kumara kepada yang lain yang lalu juga mendapatkan tepuk tangan dari teman kelas yang lain, yang membuatnya cukup senang karena sepertinya dia tidak gagal dalam melakukan perkenalan diri.
"kalian mungkin memiliki pertanyaan untuk mereka, karena itu akan membiarkan kalian untuk menanyakan beberapa pertanyaan, karena sebentar lagi pelajaran akan segera dimulai, tapi sebelum itu biar aku perkenalkan namaku dulu pada kalian, namaku chloe aubert, meskipun kalian hanya akan ada di akademi ini untuk sementara tapi aku harap kalian bisa menikmati waktu kalian disini," kata profesor yang ketika itu yang lalu membiarkan para murid untuk bertanya kepada kazuto dan kumara.
"apa saja sihir yang bisa kalian gunakan, ?" tanya salah satu wanita yang ketika itu berada di samping margaret.
"sihirku adalah sihir rubah dan untuk masterku dia dapat menggunakan mode sihir," kata kumara yang menjawab pertanyaan murid tersebut sebelum kazuto bisa mengatakan apa-apa.
"t-tunggu dulu, master, dia adalah mastermu, ?" tanya salah satu siswa laki-laki yang menunjuk ke arah kazuto.
"ya," kata kumara kepadanya.
"untuk kalian yang tidak tahu, kumara bukanlah manusia tapi melainkan makhluk sihir yang telah membuat kontrak dengqn kazuto," kata profesor yang menjelaskan kepada mereka.
'heh, jadi sama sepertinya, aku tidak sabar untuk melawanmu,' pikir seorang murid dengan rambut kuning dengan bawahan hitam.
"baiklah siapa lagi yang ingin bertanya, ?" tanya profesor itu yang ketika itu seorang anak laki-laki mengangkat tangannya.
"seberapa kuat dirimu, ?" tanyanya.
"aku diatas rata-rata," kata kazuto yang ketika itu menjawab pertanyaannya.
"hah, jawaban yang membosankan," katanya yang ketika itu memalingkan wajahnya, mengharapkan jika dia bisa menemukan orang yang menarik.
"setidaknya dia menjawab pertanyaanmu rui," kata margaret kepada rui.
"hah, dia cuma mengelak pertanyaanku dengan mengatakan itu, dia pasti menyembunyikan fakta jika dia sebenarnya lemah," kata rui yang ketika itu merasakan aura yang cukup mencekam dari kumara yang sepertinya tidak senang jika dirinya menghina masternya.
__ADS_1
"apa kau bilang, ?" tanya kumara yang ketika itu melihat rui dengan amarah.