
kazuto lalu berlari ke arah ogre yang ketika itu mengayunkan gadanya ke arah kazuto yang lalu dia bersalto dan berlari ke belakang ogre dan dengan mudah memotong kulit kaki ogre, lalu dia pun berpindah ke kakinya satunya lagi dan melakukan hal yang sama, membuat sang ogre berlutut karena kedua kakinya terluka.
'pedang ini benar-benar tajam, ditambah berat dan ukuran pedang ini benar-benar sesuai untukku,' pikir kazuto yang melihat pedangnya dan bersiap untuk tidak melepaskan kesempatan dimana ogre berlutut karena serangannya yang sebelumnya, dia pun segera berlari ke arah tubuh ogre dan menyerang titik lemahnya yaitu lehernya dan membunuhnya.
"ha.. ha.. aku berhasil," kata kazuto yang ketika itu tergeletak di tanah dan blue modenya menghilang, lalu dia pun terkapar di tanah dengan memegang pedang yang ketika itu memudar dan masuk ke dalam tangan kanan kazuto, atau lebih tepatnya ke tanda yang muncul di tangan kanannya.
"cepat kazuto dan lousse ada disana," kata pram yang berlari bersama dengan para dewan elit yang telah berhasil mengevakuasi murid dan berniat untuk memberikan bantuan kepada kazuto da lousse.
"senior, itu jalannya," katanya yang menunju ke arah tempat kazuto dan loussebeetarung.
"ini.." kata pram yang ketika itu terkejut, mereka berniat untuk memberikan bantuan kepada mereka tapi sepertinya mereka tidak membutuhkan bantuan sama sekali, "cepat! Apa yang kalian tunggu, bantu mereka!" katanya yang waktu itu merupakan yang pertama kembali ke kesadarannya.
"baik," kata mereka yang lalu melihat keadaan kazuto dan lousse lalu memberikan sihir penyembuh kepada mereka.
"bagaimana keadaan mereka, ?" tanya pram yang ketika itu melihat mayat ogre yang bergelatakan di tanah sudah jika lousse yang membantai mereka tapi untuk yang satu ini, dia harus membicarakannya dengan lousse setelah dia terbangun.
"senior lousse, tangan kirinya patah dan seluruh sihir di tubuhnya habis," katanya yang lalu mengalihkan pandangannya ke kazuto, "sedangkan untuk kazuto, tubuhnya mengalami sedikit luka dan sama seperti senior lousse tubuhnya kehabisan sihir, sepertinya mereka menggunakan seluruh sihir mereka untuk menghabisi ogre itu," katanya.
"jadi begitu," kata pram yang melihat tubuh tidak sadar kazuto dan menyadari sesuatu yang membuatnya menyipitkan matanya, "ini pasti akan merepotkan," kata pram yang merasa jika sebentar lagi sakit kepala akan menimpanya.
"baiklah bawa mereka keluar, tapi tolong berhati-hati, mereka mengalami luka yang cukup serius setelah pertarungan mereka melawan ogre," kata pram yang mendapatkan anggukan dari yang lain.
sedangkan pram memutuskan untuk melihat-lihat di sekitar area memastikan jika tidak ada jejak ogre yang tersisa, "sepertinya tidak apa-apa, waktunya untuk pulang," katanya yang tidak menyadari jika di antara tumpukan itu ada ogre yang berpura-pura mati dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang pram.
__ADS_1
"aaahhh," teriaknya yang mengangkat kapak raksasanya dan mengayunkannya ke samping pram yang waktu itu hanya berjalan, dan sebelum sampai ke tubuh pram, sebauh portal seukuran kapak ogre muncul di samping pram dan bagian kiri sang ogre yang ketika itu dengan kuat mengayunkan kapaknya, dan tidak sengaja masuk ke portal yang terhubung dengan portal di samping ogre yang mengakibatkan sang ogre terkena serangannya sendiri dan menebas kepalanya yang ketika itu kepala bercucuran mengeluarkan darah.
"sekarang, baru aman," katanya yang lalu keluar dari dungeon dengan terkena sedikit darah dari ogre yang dia bunuh dan keluar dari dungeon.
"ugh.. Tubuhku sakit," kata kazuto yang ketika itu berada di farmasi sekolah, "aku berada disini lagi yah," kata kazuto yang kembali melihat langit-langit di ruang farmasi.
"kau bangun lebih cepat dari dugaanku," kata kepala sekolah yang duduk di samping kazuto yang masih berbaring di kasur.
"kepala sekolah, agh.." kata kazuto yang mencoba untuk berdiri tapi tubuhnya masih sakit setelah pertarungan melawan ogre.
"berbaringlah, aku kemari untuk mengucapkan terima kasih, karena bantuanmu banyak murid berhasil selamat," kata kepala sekolah kepada leon.
"itu bukan aku, sebenarnya yang mulia lousse yang membunuh semua ogre, aku cuma memberikan sedikit bantuan, ngomong-ngomong dimana dia, ?" tanya kazuto.
"jadi begitu, syukurlah," kata kazuto yang berbaring di kasurnya.
"kazuto, setelah kau sembuh tolong temui aku di kantorku," kata kepala sekolah.
"apa tidak bisa kita membicarakannya sekarang," kata kazuto yang mendapatkan gelengan kepala dari kepala sekolah.
"dengan kondisimu, aku tidak yakin jika kau bisa menerimanya dengan baik," kata kepala sekolah yang keluar dari ruang farmasi dan menuju tempat dimana lousse berada.
"oh, kepala sekolah," kata lousse yang sudah bangun dan ditemani oleh pram.
__ADS_1
"bagaimana keadaanmu lousse, ?" tanya kepala sekolah.
"selain lelah, dan tangan kirimu yang patah, aku baik-baik saja," kata lousse.
"lousse, karena kau berada di tempat kejadian bisa kau beritahu seperti apa yang terjadi," kata kepala sekolah.
"ya, tim kami masuk ke dalam dungeon dan berjalan menuju jalan tercepat untuk menuju ke tengah dungeon, awalnya tim yang saya kawal merasa jika eksprolasi kami mudah, terlalu mudah jika harus saya katakan, saat itu juga ada beberapa dari mereka yang mencoba untuk keluar dari formasi karena mereka mengira jika mereka bisa menaklukkan dungeon itu sendirian," kata lousse dengan nada kecewa kepada tim yang dia kawal, begitupula dengan pram dan kepala sekolah yang juga ikut kecewa dengan bagaimana para murid menganggap enteng eksplorasi kali ini.
"awalnya saya mencoba untuk menghentikan dan menyuruh mereka untuk kembali ke formasi, tapi mereka tidak mendengarkan dan berlari meninggalkan tim kami," katanya yang lalu memegang tangannya yang terluka.
"tapi mereka malah bertemu dengan gerombolan ogre kan," kata pram yang mendapatkan anggukan dari lousse.
"ya, beberapa waktu setelah mereka meninggalkan formasi, kami mendengar suara teriakan dari mereka ditambah suara menakutkan dari suatu monster, ketika itu aku langsung menyuruh murid yang lain untuk pergi keluar sedangkan aku dan arthur segera berlari menuju murid yang berteriak tadi, dan ketika sampai, kami melihat tubuh mereka yang berdarah dan terluka parah karena serangan ogre, aku langsung pergi bersama dengan arthur untuk membawa murid yang terluka sedangkan aku mengalihkan perhatian mereka, yang akhirnya mengarah ke pertarungan kami, dan untuk selanjutnya aku yakin kau sudah tahu," kata lousse yang melihat ke arah pram.
"ya, ketika kami berada di dalam dungeon aku dan timku mendengar suara monster yang berbeda dari monster yang pernah aku dengar di dungeon itu, karena itu aku menyuruh timku untuk segera keluar dari dungeon sedangkan aku dan kazuto memutuskan untuk tetao tinggal dan memperingatkan murid yang lain," kata pram.
"tapi kenapa kau menyuruh kazuto untuk pergi, apa kau tidak bisa mengirim orang lain," bentak lousse yang tidak bisa memahami kenapa pram membuat keputusan itu.
"disaat itu aku tidak memiliki banyak pilihan, aku juga yakin jika kazuto tidak akan mati semudah itu, dan jika saja aku tidak mengirim kazuto maka sudah pasti kau akan terluka dengan kondisi yang lebih buruk jika tidak kau mungkin sudah mati," kata pram yang membuat lousse terdiam dengan menggigit bibirnya sampai merah dan menggengam kedua tangannya.
"lousse, ini mungkin bukan waktu yang tepat untuk membicarakannya, tapi bolehkah aku bertanya sesuatu padamu, ?" tanya pram yang tidak mendapatkan jawaban apapun dari lousse yang hanya terdiam.
"apakah kazuto adalah adikmu, ?" tanya pram yang ketika itu membuat wajah lousse memucat.
__ADS_1