The Reincarnator

The Reincarnator
bab 29 : pemenang


__ADS_3

"black wind : blade slice," kata astra yang memuncul tebasan yang terbuat dari angin hitam dan menembakkannya ke arah katia yang membuat dinding es untuk menahannya, tapi langsung terpotong oleh sihir astra.


"jadi itu sihir angin hitam," kata kazuto yang duduk dan memperhatikan angin hitam astra yang mendominasi pertarungan mereka.


"itu benar, sihir keluarga winddum, black wind, sihir yang keluarga yang memiliki affinitas angin kuat yang dapat menghancurkan banyak hal," kata eliana yang duduk di samping kazuto.


"begitu ya, ngomong-ngomong sejak kapan kau disini, ?" tanya kazuto yang melihat ke arah eliana.


"beberapa waktu yang lalu, aku melihatmu sendirian disini, jadi sebagai orang baik aku memutuskan untuk menemanimu," kata eliana.


"oh, ya terima kasih," kata kazuto yang hanya menggaruk kepalanya lalu kembali melihat pertandingan astra melawan katia.


"sama-sama," jawab eliana.


"ngomong-ngomong bagaimana keadaanmu, ?" tanya kazuto yang tidak mengalihkan perhatiannya dari arena.


"aku baik, terima kasih telah bertanya," katanya yang lalu mereka memutuskan untik diam danelijat kelanjutan pertandingan mereka.


"double ice spear," kata katia yang meluncurkan 2 tombak es kepada astra yang dia tahan menggunakan penghalang yang terbuat dari angin hitam, lalu ketika itu dia menembak bola angin ke arah pergelangan kaki katia yang membuat kakinya terluka cukup parah sehingga berdarah, dan membuat katia terlentang di tanah karena angin serangannya sama tajamnya dengan tusukan pedang.


"sial, kakiku," kata katia yang memegang pergelangan kakinya yang terkena serangan angin tajam astra.


"ini berakhir," kata astra yang menembakkan puluhan serangan angin hitam ke arah katia tapi sebelum mengenainya, katia telah menghilang dari arena itu dan suatu sosok yang dipenuhi oleh sihir biru berada di belakang astra, mengejutkan semua orang yang melihat pertarungan itu.


"kau, apa yang kau lakukan, ?" tanya astra yang melihat ke arah kazuto yang dalam sekejap menyelematkan katia dan berdiri di belakangnya sambil mengendongnya di tangannya.


"heh, kazuto, kau.." kata eliana yang memutar kepala dari tempat duduknya ke arah arena.


"terima kasih kazuto, kau telah menyelamatkan putriku," kata theodor yang bernafas lega, jika sampai terjadi sesuatu pada putrinya maka kediaman winddum akan berakhir hari ini.


"dia memang selalu bertindak ceroboh jika soal ini, dasar bocah yang merepotkan," kata leon yang mengacak-acak rambutnya, dan mentembunyikan senyumannya.


"bagus, kazuto," kata ren yang melihat kazuto menyelamatkan katia.


"k-kazuto, kenapa, ?" tanya katia yang terkejut dengan kenapa kazuto menyelamatkannya.


"hei, aku tadi bertanya, kenapa kau ikut campur dengan pertandingan ini, ?" tanya astra yang mengeluarkan angin hitam di sekitar tubuhnya, seperti akan menembakkan jika kazuto tidak mau bicara.

__ADS_1


"kau sudah menang tadi, untuk apa melanjutkannya," kata kazuto yang sama sekali tidak menengok ke arah astra yang sepertinya akan mengamuk.


"jadi begitu, kalau begitu terima ini," kata astra yang melemparkan sejumlah besar sihirnya ke arah kazuto, tapi kazuto sendiri hanya mengangkat tangannya menghadap ke arah serangan astra yang lalu mengeluarkan serangan sihir biru yang kekuatannya menyamai serangan angin hitam astra dan ketika itu menimbulkan ledakan dan membuat mereka melangkah mundur.


"hentikan," kata wasit dan para pengawas yang menghentikan kazuto dan astra yang berniat untuk bertarung.


"karena karnatia elinstein tidak dapat bertarung lagi, pemenangnya astra winddum," kata juri yang mengumumkan astra sebagai pemenang.


"pertandingan final akan diadakan besok, silakan untuk para peserta untik mempersiapkan diri," kata wasit yang mengumunkan mengenai final dari turnamen tersebut.


"k-kazuto," panggil katia kepada kazuto yang masih memegang katia dalam pelukannya.


"ya," jawab kazuto yang khawait dengan katia yang ketika itu berbicara dengan terbata-bata.


"ini memalukan, tolong bawa aku pergi dari sini," kata katia yang wajahnya menjadi merah karena seluruh stadion melihatnya digendong seperti seorang tuan putri oleh kazuto.


"apa dia menyukainya, ?" tanya raja yang melihat adegan itu.


"hehe, bukankah mereka imut sebagai pasangan," kata ratu yang hanya terkekeh melihat kedua pasangan itu yang meninggalkan arena.


"baik, serahkan pada kami," kata mereka yang pergi dan membawa katia untuk diobati.


"kazuto, apa kau tidak apa-apa, ?" tanya lousse yang ketika itu terlihat seperti tergesa-gesa datang ke tempat kazuto berada.


"ya, jangan khawatir aku tidak apa-apa," kata kazuto yang ketika dicubit bibirnya oleh lousse.


"apa kau yakin kau tidak apa-apa, ?" tanya lousse yang mengaktifkan matanya.


"ya, aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir kak lousse," kata kazuto yang mencoba menenangkan lousse yang terlihat khawatir dengan keadaannya.


"syukurlah," kata lousse yang menonaktifkan matanya sambil menghela nafas.


"kalau begitu, aku duluan kak lousse," kata kazuto yang sedikit menundukkan kepala dan pergi meninggalkan stadion.


"ya," kata lousse yang membiarkan kazuto peegi meninggalkan stadion.


di pagi harinya, final dari turnamen akan segera dimulai, saat ini dibangku penonton terdapat lebih banyak orang yang melihat, salah satu dari mereka adalah leon, theodor yang duduk bersama gurunya, ren, para ksatria kediaman elinstein, petualang kenalan kazuto dan yang lain.

__ADS_1


sedangkan katia sendiri berada bersama dengan ibunya di kursi bangsawan dengan menggunakan kursi roda, jujur saja jika bukan karena kakinya yang terluka maka dia mungkin lebih memilih duduk bersama dengan ayahnya, daripada di tempat semacam ini.


"baiklah, pertadingan final turnamen akademi hexion akan segera dimulai, silakan kontesten kazuto yuki dan astra winddum memasuki arena," kata wasit yang memanggil kazuto dan astra untuk datang ke arena.


"kalian berdua siap," kata juri yang melihat ke arah kazuto dan astra yang sudah bersiap untuk mengeluarkan sihirnya, "mulai," katanya.


"black wind : blade slice," kata astra yang langsung serius dan beralih ke angin hitam dan menyerang kazuto yang sudah mengaktifkan blue modenya, dan menghindari serangan astra, kazuto lalu mendekat dan berniat untuk menebasnya menggunakan pedangnya sampai semacam penghalang yang terbuat dari angin hitam menahan kazuto untuk berjalan lebih dekat ke astra.


"baru dimulai mereka langsung serius," kata ren yang melihat pertarungan kazuto dan astra yang menggunakan kemampuan terkuat mereka sedetik setelah pertarungan dimulai.


"itu karena sudah tidak ada gunanya lagi menyimpan sesuatu yang sudah diketahui oleh lawan," kata leon.


"itu benar, jika kau menyembunyikan kemampuan yang sudah diketahui oleh lawan, itu adalah tindakan yang bodoh, karena itu mereka berdua langsung mengeluarkan kartu andalan mereka ketika awal pertarungan," jelas theodor.


"jadi begitu," kata ren yang mengerti jika sudah tidak ada gunanya lagi menyembunyikan sesuatu yang tidak perlu kau sembunyikan.


"blue mode : blue slash," kata kazuto yang berlari ke arah penghalang angin dan menebasnya menggunakan pedang yang dilapisi oleh sihir biru, dan ketika itu penghalang angin milik astra menjadi melemah karena serangan sebelumnya dan tentu kazuto menggunakan kesempatan itu untuk memukul astra di wajahnya membuatnya terpental beberapa meter.


"kau akan kuhancurkan," kata astra yang dikelilingi oleh angin hitam dan menembakkannya ke arah kazuto yang dihindari oleh kazuto tapi ketika itu serangan astra berbelok dan menyerang kembali kazuto.


"sial, serangan ini terus mengikutiku," kata kazuto yang berlari dengan dibelakangnya di ikuti oleh angin hitam astra, sampai dia mendapatkan ide lalu ketika itu kazuto mengubah arah dan berlari ke arah astra yang ketika itu angin hitam itu masih mengejarnya.


"ini aku kembalikan," kata kazuto yang mengatakan itu di telinga astra yang menyuruhnya untuk menghentikan sihirnya sendiri.


"sial, black wind barrier," kata astra yang menciptakan penghalang angin yang melindungi dirinya lalu menonaktifkannya dan melihat ke arah kazuto yang ketika itu mengaktifkan sihirnya.


"fire burst," kata kazuto yang menggunakan sihir yang katia ajarkan padanya.


"bagus, kazuto," kata katia yang senang dengan kazuto yang menggunakan sihir yang diajarinya untuk menyerang astra.


"kau mengajarinya sihir itu, ?" tanya duchess yang mendapatkan jawaban anggukan dari katia.


"kau.." kata astra yang terluka karena tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan penghalang untuk serangan itu.


"sekarang ayo selesaikan ini," kata kazuto yang ketika itu berlari ke arah astra dan memberikannya beberapa tebasan yang membuatnya terluka dan tidak dapat melanjutkan pertarungan.


"pertandingan telah berakhir, pemenang dari turnamen akademi hexion tahun ini adalah kazuto yuki," kata wasit yang mengumumkan kazuto sebagai pemenang.

__ADS_1


__ADS_2