The Reincarnator

The Reincarnator
bab 99 : dungeon palaval ( part 3 )


__ADS_3

Ketika itu kazuto melihat warna mata alfred yang ketika itu berubah menjadi kuning, 'warna matanya berubah, apa jangan-jangan,' pikir kazuto yang ketika itu mengingat dengan percakapannya dengan lousse ketika festival


Flashback :


"lalu selanjutnya adalah mata octagram kuning, mata ini dimiliki oleh salah satu anak bangsawan di kerajaan tetangga," kata lousse.


"kerajaan tetangga, yang mana, ?" tanya kazuto.


"kerajaan cinder," jelas lousse mengenai asal dari orang yang memiliki mata itu.


"lalu kemampuan dari mata ini, ?" tanya kazuto.


"kemampuan dari mata itu adalah kemampuan untuk meniru gerakan lawan yang mereka lihat menggunakan matanya, tidak hanya itu bahkan sihir juga bisa ditiru asalkan pemilik dari mata itu memiliki sihir yang cukup," kata lousse.


Flashback end.


'kak lousse mengatakan sebelumnya, jika pemilik mata octagram kuning berada di kerajaan cinder, apa jangan-jangan orang ini,' pikir kazuto yang melihat ke arah alfret.


"ngomong-ngomong apa yang kalian lakukan disini, ?" tanya rui yang bertanya kepada kelompok alfret.


"oh, tenang kawan, kami kemari untuk menawarkan kerja sama," kata alfret kepada kelompok kazuto.


"kerja sama apa, ?" tanya margaret.


"kerja sama untuk menaklukan dungeon ini," kata crone kepada kazuto dan anggota kelompoknya.


"seperti yang kalian lihat jika saat ini kami akan segera masuk ke lantai ke-3, tapi meski begitu kami tidak tahu seberapa kuat monster yang ada di lantai itu, karena itu kami ingin menawarkan kerja sama dengan kalian, bagaimana, ? Tanya crone mengenai tawaran untuk melakukan kerja sama.

__ADS_1


'aku rasa akan lebih baik jika memiliki lebih banyak orang, lagipula aku sendiri tidak yakin jika dengan anggota kelompokku dapat dengan baik untuk membunuh monster di lantai 3, tidak bukan begitu, aku yakin jika mereka dapat membunuh monster di lantai ke-3, tapi akan lebih baik untuk menambah lebih banyak orang, karena dengan itu, kemungkinan keamanan kita akan menjadi lebih terjaga,' pikir kazuto yang ketika itu masih mengingat dengan perkataan pram jika kita harus mempersiapkan segalanya jika saja kemungkinan yang tidak terduga terjadi.


"baiklah, kami menerimanya," kata kazuto yang memutuskan untuk menggabungkan kelompok mereka menjadi satu.


"baiklah, kalau begitu biar aku yang menjadi pemimpin dadi kelompok ini, dan kau kazuto, kau jadilah tangan kananku," kata alfret kepada kazuto.


"hah, apa kau bilang, bukannya kazuto yang seharusnya menjadi pemimpin," kata rui, dia tahu setelah beberapa hari bersama dengan kazuto, dia kurang lebih sudah tahu seperti apa dan bagaimana kazuto dalam memberikan arahan sebagai pemimpin.


Dan jika dia harus membandingkannya dengan alfret,  maka dia merasa jika kazuto lebih baik, karena kemampuannya dalam membuat keputusan dan bertindak.


"aku tidak masalah dengan itu," kata kazuto yang tidak masalah jika dirinya yang menjadi tangan kanan alfret, lagipula tujuan kazuto hanyalah untuk menjaga keamanan kelompoknya, sedangkan dia tidak perlu mengkhawatirkan kelompok lainnya.


"kau dengar itu, dia bahkan setuju lalu kenapa kau tidak menerimanya, lagipula dia hanyalah rakyat jelata seharusnya dia senang jika seorang bangsawan mau satu kelompok dengan kami," kata salah satu teman alfret yang ketika itu membuat rui marah.


"apa kau bilang, aku tidak peduli jika kau menghinaku, tapi.." kata rui yang ketika itu sudah siap untuk bertarung tapi ketika itu tangannya di tahan oleh margaret karena saat ini mereka dalam satu kelompok yang sama, tapi rui sendiri tidak berniat untuk mendengarkan sampai kumara menahan bahu mengatakan untuk tidak membuat kegaduhan, sambil menatap ke arah murid yang menghina masternya.


"arrrghh, apa yang kau lakukan," teriaknya yang ketika itu memegang hidungnya yang berdarah, sambil mengeluarkan sedikit air mata.


"kau membuat kesal, jadi aku memukulmu," kata crone yang ketika itu berjalan mendekat ke arah murid yang di hajar dan mengatakan haal ini kepadanya, "kau dengar, kazuto yuki tidak hanya penyelamat hidup kakakku tapi juga penyelamat putri kerajaan beastman, dan jika kau sampai menghinanya sekali lagi maka keluarga kerajaan beastman tidak akan tinggal diam," katanya yang ketika membuat murid itu menjadi ketakutan.


karena tidakk peduli seberapa kuat keluarga seorang bangsawan, di mata keluarga kerajaan itu bukanlah apa-apa.


"hah, tolong maafkan kami, sepertinya anggota kami telah tidak sopan kepada kalian," kata alfret kepada kazuto.


"aku tidak masalah, tapi karena seperti ini aku tidak bisa lagi membiarkanmu memimpin kelompok ini," kata kazuto kepada alfret yang terkejut.


"bisa tolong kau jelaskan alasannya, ?" tanya alfret yang ketika raut wajahnya menjadi sedikit serius.

__ADS_1


"jawabannya cukup mudah, seorang pemimpin seharusnya mampu untuk mendisiplinkan anggotanya jika saja mereka membuat salah, tapi sejauh yang kulihat, kau sama sekali tidak berniat untuk bertindak, karena itu aku merasa lebih baik, jika orang lain yang memimpin kelompok ini, bukan aku ataupun aku," kata kazuto kepada alfret.


alfret tidak tahu harus mengatakan apa, dia tahu jika apa yang dikatakan oleh kazuto benar, sehingga dia hanya menggigit bibirnya dan setuju.


"lalu siapa yang akan memimpin kelompok, jika bukan aku ataupun kau, ?" tanyanya yang ketika itu memutuskan untuk ikut setuju dengan apa yang dikatakan oleh kazuto.


"crone, maukah kau menjadi pemimpin kelompok ini, ?" tanya kazuto kepada crone yang ketika itu baru saja mengurus murid yang menghina kazuto.


"tunggu apa kau yakin jika aku pantas untuk memimpin kelompok ini," kata crone yang menunjuk dirinya.


"ya, tadi ketika dia terus menghinaku, tidak ada satupun orang yang mau menutup mulutnya, kecuali dirimu, itu alasan kenapa aku memilihmu," kata kazuto.


"aku tidak masalah dengan itu," kata claudia yang dari tadi tidak tertarik dengan pembicaraan itu, dia hanya berharap jika semua itu cepat selesai, agar mereka dapat membunuh lebih banyak monster di lantai bawah.


"sama," kata rui, margaret dan kumara yang setuju jika crone yang menjadi pemimpin karena tindakan beraninya tadi.


"hah, paatikan untuk memberikan istruksi yang benar," kata alfret yang ketika itu tidak senang karena bukan dia yang memimpin tapi dia tidak bisa melakukan apapun, lagipula mayoritas telah memilih crone sebagai pemimpin lagipula karena tindakannya juga yang telah membuat dirinya gagal untuk menjadi pemimpin.


"sepertinya sudah diputuskan," kata kazuto yang lalu meminta kepada kumara untuk melakukan hal yang biasa dia lakukan.


"baik," balas kumara yang lalu memuncul 2 alter ego untuk melihat dungeon lantai 3, dan setelah beberapa waktu 1 dari alter ego milik kumara terintegrasi yang ketika itu memberikan informasi tentang apa yang terjadi lantai ke-3.


"jadi bagaimana, ?" tanya kazuto.


"tidak masalah master, kita bisa pergi," kata kumara kepada kazuto jika di lantai bawah tidak ada hal apapun yang mungkin dapat membahayakan mereka, lalu melihat ke arah crone dan menjelaskan situasinya.


"baiklah, ayo kita masuk," kata crone yang ketika itu telah memutuskan untuk berada di baris deoan bersama dengan kazuto.

__ADS_1


__ADS_2