The Reincarnator

The Reincarnator
bab 87 : program baru


__ADS_3

"baiklah sekian untuk hari ini," kata profesor yang ketika itu pergi keluar dari ruang kelas, lalu para murid mulai keluar dari kelas untuk melakukan aktivitas yang ingin mereka lakukan, sesangkan untuk kazuto dia berniat untuk pergi ke asrama dengan dibantu oleh ren, katia dan kumara.


"kau tau kalian tidak perlu melakukan ini," kata kazuto yang ketika itu dibantu oleh katia, karena sebelumnya ren telah membatu kazuto ketika pagi hari ketika pelajaran.


"sudahlah, kau diam saja, anggap saja ini sebagai hukuman," kata katia kepada kazuto yang marah, dia tahu jika kazuto selalu seperti ini, selalu membahayakan dirinya untuk menyelamatkan seseorang tanpa memikirkan akibatnya, dia memang orang yang seperti itu, tapi itu juga adalah sosok yang membuatnya jatuh cinta padanya.


"sudahlah kazuto, kau tahu kan seperti apa katia, dia tidak akan membiarkanmu meskipun kau memohon padanya," kata ren kepada kazuto yang cuma dia angguki lalu dia pun masuk ke dalam kazuto dan menaruhnya di kasur.


"terima kasih," kata kazuto.


"sama-sama," balasnya.


"ngomong-ngomong master, anda ingin makan apa, ?" tanya kumara yang ketika itu pergi ke dapur untuk membuatkan sesuatu kepada kazuto, karena saat ini kazuto masih dalam pemulihan dan membutuhkan 1 atau 2 hari lagi agar dia dapat melakukan aktivitas, dia berniat untuk menjadi seberguna mungkin untuknya.


"mungkin hidangan sederhana saja," kata kazuto yang ketika itu kumara membuat makanan itu dibantu oleh katia karena sepertinya kumara tidak terllau pintar untuk memotong sayuran.


"tunggu dulu kumara, kau memotongnya terlalu besar," kata katia yang melihat kumara memotong kentang dengan bentuk yang tidak beraturan.


"m-maaf," kata kumara yang ketika itu sepertinya cuma melakukan apa yang di instruksikan oleh katia, tentu dia tahu cara untuk memotong tapi itu hanya berlaku untuk cakarnya, karena itu dia masih kesulitan untuk terbiasa menggunakan pisau karena dari dulu senjata terbaiknya untuk memotong adalah cakarnya.


"baiklah, biar aku saja yang memotong dan memasak, kamu bantu aku dengan mengambil bumbu dan bahan yang aku butuhkan, apa kau bisa, ?" tanya katia kepada kumara yang mengangguk lalu mereka mulai memasak.


sedangkan kazuto dan ren cuma bercakap-cakap ringan ketika katia dan kumara memasak.

__ADS_1


"jadi seberapa kuat monster yang kau lawan, ?" tanya ren yang penasaran dengan monster yang dilawan kazuto, sebelumnya dia ingin menanyakan itu ketika dia berada di rumah sakit, tapi dia merasa akan lebih baik untuk tidak membicarakan itu disana.


"mungkin dalam hal kecepatan, dia lebih hebat dari oni yang kita lawan waktu itu," kata kazuto yang membuat ekspresi wajah ren mengeras, dia lalu memegang perutnya, mengingat momen ketika dia dipukul oleh monster tanpa memiliki kesempatan untuk melakukan apapun.


"seperti apa bentuknya, ?" tanya ren yang penasaran dengan jenis monste ryang bisa melakukan itu kepada kazuto, sejauh yang dia ingat monster oni yang mereka lawan cukup cepat tapi dia tidak secepat kazuto, tapi dia tidak memastikan hal itu karena monster itu dalam keadaan yang teburuknya ketika mereka bertemu dengannya.


"serigala yang berjalan dengan 2 kaki," kata kazuto yang menjelaskan dengan cukup rinci mengenai 2 monster yang mereka lawan dan bagaimana monster ifu memakan sesamanya dan berubah menjadi lebih besar dan lebih kuat yang membuat kazuto dan pram kesulitan untuk membunuhnya.


"wow, aku yakin kalian pasti kesulitan," kata ren yang mendengar mengenai detail pertarungan kazuto dan pram melawan monster itu, terlagi lagi dia tidak menyangka jika dia tertidur di malam itu dan melewatkan semua kesenangan.


"cukup sulit, monster itu hampir menyamaiku dalam hal kecepatan, jika bukan karena senior pram yang membantu mungkin aku akan terluka cukup parah," kata kazuto kepada ren.


"begitu ya, monster tipe itu memang ahli dalam hal kecepatan, tapi sebagai gantinya kekuatan mereka berkurang karena mereka mengubahnya untuk kecepatan," kata ren.


"makanan sudah siap," kata katia yang ketika itu membawa beberapa makanan bersama dengan kumara.


"baiklah, kalau begitu selamat makan," kata mereka yang ketika itu memakan makanan mereka dan setelah selesai, mereka pun mengucapkan selamat malam dan pergi ke kamar mereka untuk beristirahat.


Di hari selanjutnya, kazuto kurang lebih sudah bisa berjalan sendiri tanpa perlu mendapatkan bantuan yang lain, lalu setelah pelajaran berakhir di segera peegi menuju ruang rapat dimana sebelumnya ketika istirahat salah satu senior membiertahukan kepada kazuto jika ada pengumuman yang perlu mereka bahas dengannya.


"maaf telat," kata kazuto yang ketika itu masuk ke dalam ruang dan melihat jika semua orang kecuali dirinya telah duduk di kursi mereka.


"tidak masalah, kita akan segera mulai rapat kali ini," kata pram yang menyuruh kazuto untuk segera duduk yang ketika itu dia hanya angguki dan duduk di kursinya yang biasa.

__ADS_1


"pada rapat kali ini kita akan membahas mengenai program murid yang baru saja kami dapat dari kepala sekolah," kata pram.


"apa kalian tahu mengenai perjanjian perdamaian antara 4 kerajaan yang dilakukan beberapa waktu yang lalu, ?" tanya pram kepada mereka yanh ketika itu beberapa jawab denga anggukan dan gelengan.


"sebagai bentuk dari perjanjian itu keempat kerajaan memutuskan untuk membuat program ini dimana para murid dari masing-masing kerajaan lain akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengenal kerajaan lain melalui program ini," kata pram.


"dan apa hubungannya itu dengan kami, ?" tanya arthur.


"itu karen akademi ini adalah salah satu yang terpilih untuk mengikuti program itu," kata pram kepada arthur.


"dan karena telah terpilih kita harus mengirimkan 5 murid kita untuk melakukan program itu atau kepala sekolah sendiri yang akan memilihnya," kata pram kepada mereka yang mulai mengerti mengenai tujuan rapat kali ini.


"dan siapa saja yang akan pergi senior pram, bukannya akan lebih baik jika kita mengirim murid terbaik kita kesana," kata luna yang mengacuh pada anak kelas 3, salah satunya senior pram dan yang lain.


"itu memang benar, tapi kami telah membuat keputusan, jika kami anak kelas 3 tidak akan berpartisipasi dalam program ini dan menyerahkannya kepada kalian," kata pram yang disetujui oleh lousse, luke dan oboro.


"jadi begitu, lalu siapa saja murid itu, ?" tanya lena.


"murid yang akan pergi adalah anak kelas satu, kazuto yuki, dan kumara, lalu untuk murid kelas dua, arthur palentina, luna gilbert, dan cyril break," kata pram yang telah memutuskan murid yang akan berpartisipasi dalam program.


"siapkan apa saja yang akan kalian butuhkan karena dalam 2 hari, kalian akan berangkat menuju akademi di kerajaan cinder," kata lousse kepada mereka.


"baik," kata keempat orang yang berpartisipasi, yang ketika itu menjadi penanda berakhirnya rapat kali ini.

__ADS_1


Kazuto sendiri setelah rapat memberitahukan kepada kumara untuk menemuinya di depan gerbang sekolah lalu memberitahukan mengenai program baru ini kepada kumara.


__ADS_2