
"selamat untuk kalian semua yang telah lulus ujian khusus kali ini," kata profesor sophia kepada para muridnya yang lalu ketika itu pelajaran akhirnya dimulai seperti biasa.
Setelah itu mereka melanjutkan pelajaran mereka sampai waktu dimana pulang sekolah tapi ketika kazuto berniat untuk kembali ke asrama, seorang datang ke kelas mereka.
"kazuto, ayo cepat," kata arthur yang ketika itu datang memanggil kazuto untuk rapat pertamanya.
"senior arthur, apa yang anda lakukan disini, ?" tanya kazuto yang ketika itu ditarik oleh arthur keluar kelasnya tanpa menjawab pertanyaan kazuto dan pergi menuju ruang rapat.
"kazuto dibawa kemana memangnya, ?" tanya ren.
"sepertinya master akan melakukan rapat bersama dengan anggota dewan elit yang lain," kata kumara yang ketika dia diajak oleh teman-temannya, "kalau begitu saya permisi dulu, sampai jumpa besok, ren, katia," katanya kepada ren dan katia.
"ya, selamat jalan." kata ren
"sampai ketemu nanti," kata katia, "karena cuma kita berdua, aku juga akan kembali ke asrama, sampai nanti," kata katia yang memutuskan untuk kbali ke asrama karena tidak ada pekerjaan untuk dia lakukan.
"ya, sampai jumpa besok," kata ren yang lalu pergi untuk melihat-lihat sekolah untuk melihat apakah ada sesuatu yang mungkin akan menarik perhatiannya.
"baiklah, kita sampai," kata arthur yang membawa kazuto di depan pintu rapat dan ketika itu dia membukannya, "maaf kami telat, aku telah membawa kazuto," kata arthur kepada orang yang berada di ruangan.
"tidak masalah, silakan ambil tempat duduk kalian," kata pram yang ketika itu menyuruh kazuto untuk mengambil tenpat duduk di samping seorang pria dengan rambut merah yang mencapai wajahnya dengan mata amber miliknya.
kazuto pun melihat jika arthur juga telah duduk disebelah lena dan seorang pria dengan rambut biru laut.
__ADS_1
"baiklah, karena semuanya telah datang kita bisa memulai rapat kali ini," kata pram yang memulai rapat dewan elit pertama kazuto.
"pertama aku ingin mengucapkan selamat kepadamu kazuto, karena telah mendapatkan nilai tertinggi di ujian sebelumnya," kata pram kepada kazuto yang cuma menganggukan kepala kepada pram.
"baiklah untuk rapat kali ini kita akan membahas mengenai ujian khusu anak kelas 1 sebelumnya, bagaimana menurut pendapat kalian soal ujian sebelumnya, ?" tanya pram kepada anggota dewan yang lain.
"jika saya harus jujur, itu merupakan tindakan yang tidak masuk akal untuk membiarkan murid akademi melakukan ujian itu senior pram, mungkin bagi murid yang telah berpengalaman itu adalah tugas yang mudah tapi jika mereka yang tidak memiliki pengalaman apapun soal itu, maka mereka bisa terluka parah seperti yang terjadi di dungeon sebelumnya," kata kazuto yang pertama kali mengutarakan pendapatnya.
"saya juga harus setuju dengan apa yang dikatakan oleh kazuto senior pram, memang benar bagi para murid yang memiliki kemampuan yang telah terasah maka itu merupakan tugas yang mudah bagi mereka, tapi ada lebih banyak murid yang kemampuannya masih belum terasah, sehingga selama beberapa minggu ini kami mendapatkan banyak pemberitahuan mengenai murid yang menderita luka karena mengambil misi yang melebihi kemampuan mereka," kata lena yang mendukung kata-kata kazuto.
"pendapatmu memang benar jika mengirim para murid yang tidak memiliki pengalaman akan sangat bererisiko, kita juga beruntung jika kali ini tidak ada korban, tapi menurutku itu akan menjadi pengalaman yang bagus bagi mereka," kata pram yang memberikan argumennya pada argumen miliki kazuto dan lena.
"menurut kalian, dimana tempat kemampuan kalian bisa berkembang dengan cepat,? apa itu sekolah atau apa itu di lapangan, tempat dimana kalian akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan monster," kata pram yang menunggu selama beberapa detik sebelum menjawab pertanyaannya sendiri.
"tapi bukannya akan lebih baik jika kita membuat ujian ini sebagai ujian terakhir di semester mereka, agar mereka dapat mempersiapkan diri lebih baik, ?" tanya seorang wanita yang duduk di antara pram dan lena.
"itu memang benar, tapi apa menurutmu monster akan menunggu selagi kau mempersiapkan diri," jawab lousse yang tahu betul baik itu monster ataupun manusia tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyerang seorang ketika mereka dalam keadaan yang tidak menguntungkan.
"lalu bagaimana dengan pemberian misi itu senior pram, jika tujuan dari ujian adalah agar para murid bisa mendapatkan pengalaman, kenapa sampai repot-repot memberikan misi rank A, bukannya misi rank C saja sudah cukup, ?" tanya kazuto mengenai alasan kenapa jika anak kelas 1 diperbolehkan untuk melakukan misi yang memiliki resiko kehilangan nyawa mereka.
"bukannya kau sudah mendapatkan jawaban dari soal itu," kata pram kepada kazuto.
"ya, aku kurang lebih mengerti alasannya tapi aku hanya ingin mendapatkan konfirmasi dari anda," kata kazuto.
__ADS_1
"kalau begitu, tolong beritahukan pendapatmu mengenai alasan kenapa kami sengaja menaruh misi rank A, walaupun hampir tidak ada 1 pun yang mengambil misi itu," kata pram yang meminta kazuto untuk menjelaskan.
"jika menurut pengalaman yang saya dapatkan, itu adalah untuk mengasah kemampuan seseorang dalam membuat pilihan yang tepat, mungkin bagi petulang biasa mereka tidak perlu khawatir dengan misi yang akan mereka lakukan karena meskipun mereka gagal mereka dapat kembali untuk mengambil misi yang lain tanpa mengkhawatirkan apapun," kata kazuto yang ketika itu para dewan yang lain mendengarkan secara seksama mengenai apa pendapat kazuto.
"tapi berbeda dengan para murid yang melaksanakan ujian ini karena ketika itu mereka sedang berlomba melawan waktu," kata kazuto, "sehingga hal itu akan membuat mereka dengan cepat mengambil keputusan yang mengakibatkan mereka membuat kesalahan mengenai misi yang akan mereka lakukan," kata kazuto yang mengingat dengan bagaimana ren gagal dalam misi pertamanya dan karena keputusannya itu dia gagal mendapatkan top 5 besar,
"karena meskipun di guild terdapat begitu banyak misi, hanya ada beberapa misi yang memiliki waktu pengerjaan yang cepat dengan rank yang cukup tinggi," jelas kazuto kepada yang lain.
"tepat, itu adalah tujuan dari pemberian misi rank A, adalah agar para murid dapat membuat pilihan yang tepat, tapi meski begitu ada beberapa orang yang mencoba untuk melakukan miai rank A, tapi kembali dengan luka di sekujur tubuh mereka, atau dalam kasus beberapa orang gagal," kata pram kepada kazuto.
"tapi meski begitu, kau berhasil menyelesaikan misi rank A kan, dan tidak hanya 1 tapi 2, itu adalah prestasi yang luar biasa," kata lousse yang memuji adiknya karena telah menyelesaikan misi tingkat tinggi dengan waktu yang cepat.
"benar, bagaimana kau melakukan itu, padahal bunga itu telah dicari oleh para petualang loh,bahkan ada petualang yang melakukan pencarian selama 1 bulan tapi ksmbali tanpa mendapatkan hasil apapun," kata lena yang ikut penasaran dengan bagaimana kazuto berhasil mencari bunga langka itu hanya dalam 5 hari, sama halnya dengan yang lain yang sama penasarannya.
"itu karena kemampuan modeku," kata kazuto kepada yang lain.
"hm, modemu, apa yang biru atau yang merah, ?" tanya arthur yang penasaran mode apa yang bisa membantunya mencari bunga.
"itu yang hijau," kata kazuto yang membuat semua orang terkejut karena kazuto masih memiliki kekuatan yang lain yang belum dia tunjukkan.
"t-tunggu dulu, apa maksudmu kau memiliki mode lain selain mode biru dan merah itu, ?" tanya lena yang ketia itu terkejut dan ingin tahu seperti apa kemampuan dari mode hijau kazuro.
"ya, coba kalian lihat sendiri," kata kazuto yang ketika itu menutup matanya dan lalu sedikit demi sedikit tubuhnya dialiri oleh sihir berwarna hijau.
__ADS_1
"ini adalah green mode," kata kazuto yang membuka matanya dan menunjukkan mode barunya kepada yang lain.